KONFORMITAS DAN BULLYING PADA SISWA
ABSTRAK: Siswa
menggunakan sebagian besar
waktunya di sekolah.
Mereka berinteraksi dengan
guru, dan terutama dengan
teman-teman sebaya di
kelasnya. Mereka berusaha
menyesuaikan diri dengan teman-teman sekelas agar
dapat menjalani aktivitas
di sekolah secara
kontinu dan nyaman. Penyesuaian diri
yang paling mudah
adalah dengan melakukan
tindakan yang sesuai
dan diterima oleh
teman-teman sekelas. Bertindak
sesuai dengan norma
kelompok disebut konformitas.
Siswa melakukan konformitas dengan mengubah
sikap dan perilakunya
serupa dengan sikap
dan perilaku teman-teman sekelas.
Sikap dan perilaku yang ditiru ada yang bersifat positif maupun negatif. Salah satu perilaku
negatif adalah bullying. Bullying merupakan tindakan
menyakiti orang yang
lebih lemah, baik secara fisik, verbal, maupun psikis. Siswa cenderung
melakukan bullying jika ia pernah menjadi
korban bullying. Siswa
berpotensi menjadi korban bullying, misalnya ditindas
oleh orang tua, kakak kandung,
ataupun kakak kelas. Siswa korban bullying cenderung menjadi pelaku bullying. Apabila siswa
pelaku bullying berjumlah
banyak ataupun bersifat
dominan, maka siswa
lain cenderung ikut melakukan
bullying dalam rangka menyesuaikan
diri dengan teman-teman sekelasnya.
Kata Kunci:
Konformitas,Bullying, Fisik, Verbal, Psikis
Penulis: Levianti
Kode Jurnal: jppendidikandd080002

Artikel Terkait :
Jp Pendidikan dd 2008
- PERANAN MATAKULIAH PENDIDIKAN JASMANI DI PERGURUAN TINGGI
- EFEKTIVITAS METODE PROBLEM-BASED LEARNING PADA MATA KULIAH PSIKOLOGI KEPRIBADIAN I (REPLIKASI)
- PEMBELAJARAN ESTETIKA WACANA TUTUR UPACARA PENGANTIN JAWA
- PROFIL KEBUGARAN FISIK PELAJAR SLTA DI KABUPATEN KULON PROGO DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
- PENINGKATAN KEMAMPUAN DALAM PEMAHAMAN KONSEP MENGGUNAKAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL SISWA KELAS X PENGOLAHAN HASIL PERTANIAN (PHP) SEMESTER 1
- PENGEMBANGAN SEKOLAH BERTARAF INTERNASIONAL MELALUI ORGANISASI BELAJAR: KONSEP DAN IMPLEMENTASI
- FAKTOR-FAKTOR PENENTU KEPUASAN MAHASISWA TERHADAP PELAYANAN FAKULTAS SEBAGAI LEMBAGA PENDIDIKAN (Studi Kasus di FMIPA, Universitas Udayana)
- SPESIALISASI MATERI AJAR SEBAGAI UPAYA PENGEMBANGAN PROFESIONALISME GURU
- PENILAIAN OTENTIK
- UPAYA PENINGKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SEKOLAH DASAR PADA KELOMPOK KKG GUGUS I PONTIANAK BARAT
- PENINGKATAN KUALITAS HASIL DAN PROSES PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN ARIAS (ASSURANCE, RELEVANCE, INTEREST, ASSESMENT, DAN SATISFACTION) PADA MAHASISWA S-1 PGSD FKIP UNTAN PONTIANAK
- GRAFIK FUNGSI DI RUANG 2 DAN 3 DENGAN MENGGUNAKAN PROGRAM MAPLE
- MENGENAL LAYANAN IDENTIFIKASI KESULITAN BELAJAR DAN DIAGNOSIS KESULITAN BELAJAR SERTA HAMBATANNYA DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR DI SEKOLAH
- MEMBELAJARKAN ANAK USIA DINI MELALUI BERMAIN
- POTRET GURU TAMAN KANAK-KANAK PROFESIONAL
- MODEL INKUIRI (HEURISTIC) DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN (PKn)
- PENGAJARAN BAHASA DAN VISI DUNIA: SEBAGAI KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA
- PENGEMBANGAN KREATIVITAS MATEMATIKA ETNIS CHINA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL STAD BERBASIS KONSTRUKTIVISME PADA SISWA SMKK IMMANUEL PONTIANAK
- PENDIDIKAN KEAKSARAAN FUNGSIONAL: KONSEP DAN STRATEGI PENGEMBANGAN PROGRAM
- PEMBELAJARAN SENI LUKIS ANAK MELALUI PENERAPAN TEORI KONSTRUKTIVISTIK
- MENINGKATKAN KUALITAS HASIL BELAJAR IPA MELALUI ALTERNATIF MODEL PEMBELAJARAN
- TINGKAT KECEMASAN SISWA SMU DALAM MENGHADAPI UMPTN
- TINGKAT PENDIDIKAN PENGAJAR, SARANA PENDIDIKAN, DAN LINGKUNGAN PENDIDIKAN UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS LULUSAN SLTP DI KABUPATEN SUKOHARJO
- KEBUGARAN JASMANI MAHASISWA HUBUNGANNYA DENGAN INDEKS MASA TUBUH DAN KADAR HAEMOGLOBIN
- PELAKSANAAN KEMITRAAN USAHA DI SENTRA INDUSTRI KECIL COR LOGAM DI KABUPATEN KLATEN