Fotokonduktor Al-GaN-Al untuk Aplikasi Detektor Ultraviolet
Abstrak: Detektor ultraviolet
telah dibuat dari film tipis GaN dengan struktur fotokonduktor Al-GaN-Al. Dari
hasil karakterisasi I-V pada sampel fotokonduktor untuk kondisi penyinaran
diperoleh peningkatan konsentrasi elektron
4,6 × 1018 cm-3 dengan
fotokonduktivitas 59,9 Ω-1cm-1,
sedangkan pada kondisi gelap konduktivitasnya sekitar 45,7 Ω-1cm-1, berarti terdapat
peningkatan konduktivitas pada sampel fotokonduktor sekitar 14,2 Ω-1 cm-1 akibat
penyinaran dengan energi foton 3,4 eV. Dari kurva I-V tersebut juga diperoleh
resistansi kontak sekitar 0,26Ωcm2 dengan tinggi penghalang antara
aluminum dengan GaN adalah sekitar 0,44 eV pada kondisi gelap, sedangkan pada
kondisi penyinaran tinggi penghalang mengalami penurunan yaitu 0,43 eV.
Resistansi kontak yang rendah tersebut menunjukkan bahwa kontak aluminum
memiliki karakteristik kontak ohmik pada semikonduktor GaN tipe-n. Hasil
pengukuran responsivitas pada sampel fotokonduktor, menunjukkan bahwa sampel
cukup peka terhadap sinar dengan panjang gelombang antara 345 nm sampai 365 nm
yang masih dalam rentang panjang gelombang ultraviolet. Sedangkan untuk panjang
gelombang lebih besar dari 365 nm, respon arus pada sampel mengalami penurunan
secara tajam. Hal ini menggambarkan bahwa sampel memiliki panjang gelombang
pancung (cutoff wavelength) λc sekitar 365 nm.
Kata kunci: Fotokonduktor,
GaN, Detektor ultraviolet
Penulis: Dadi Rusdiana
Kode Jurnal: jpfisikadd080003

Artikel Terkait :
Jp Fisika dd 2008
- PERCOBAAN RESONANSI UNTUK PENENTUAN INDEKS ADIABATIK UDARA DENGAN REGRESI KUADRAT BERBOBOT
- ANALISIS KEBUTUHAN PEMBELAJARAN GELOMBANG BAGI CALON GURU FISIKA
- Penentuan Mineral dan Logam sebagai Material Dasar dalam Pengembangan Potensi Kalimantan Selatan sebagai Daerah Penghasil Nanomaterial
- Identifikasi Daerah Patahan dengan Metode Geolistrik Konfigurasi Dipole-Dipole di Desa Renokenongo Porong Sidoarjo
- Penggunaan Metoda Difraksi Sinar X dalam Menganalisa Kandungan Mineral Pada Batuan Ultra Basa Kalimantan Selatan
- INVERSI DATA GRAVITASI DUA DIMENSI DENGAN MEMINIMUMKAN MOMEN INERSIA
- Penentuan Lapisan Air Tanah dengan Metode Geolistrik Schlumberger di Kabupaten Balangan Kalimantan Selatan
- Identifikasi Parameter Akustik Permukaan Sumber dengan Metode Elemen Batas
- Rekayasa Sensor Kecepatan Angin sebagai Pengukur Potensi Pembangkit Listrik Tenaga Angin di Desa Sungai Riam Kab. Tanah Laut Kalimantan Selatan
- Identifikasi Kawasan Rawan Kebakaran di Martapura Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan dengan Sistem Informasi Geografis
- Aplikasi Metode Geolistrik Resistivitas untuk Eksplorasi Situs Purbakala di Candi Deres
- Absorpsi dan Responsivitas Larutan Porphyrin Alam Hasil Isolasi dari Spirulina sebagai Bahan Material Photonics
- Identifikasi Scouring sebagai Potensi Kelongsoran Tanggul Sungai Bengawan Solo berdasarkan Survei GPR (Studi Kasus DesaWidang, Kabupaten Tuban)
- Matriks Massa Segitiga dan Massa Neutrino Masif dalam Model Seesaw
- Aplikasi Directional Coupler Serat Optik sebagai Sensor Pergeseran
- Fabrikasi Directional Coupler Serat Optik Multimode
- Rekayasa Biomedik Terpadu untuk Mendeteksi Kelainan Jantung
- Studi Pengaruh Arus Polimerisasi terhadap Konduktivitas Listrik Polianilin yang Disintesis dengan Metode Galvanostatik
- Implementasi Algoritma Genetika untuk Menentukan Karakter Green house dengan Teknik Identifikasi
- Struktur Bumi di bawah Australis melalui Analisis dan Pencocokan Seismogram Gempa Intra Plate C081097A pada Stasiun Observasi TAU, CTAO and NWAO
- Perancangan Alat Ukur Tegangan Permukaan dengan Induksi Elektromagnetik
- Desain dan Pengembangan Fluxgate Magnetometer dan Beberapa Aplikasinya
- Pengaruh Dopan pada Sifat Optik Poli(heksil tiofen)
- Pemanfaatan Sensor CCD dan Interferometer Michelson untuk Menentukan Koefisien Difusi Larutan Transparan
- Efek Jenis Pelarut pada Sifat Optik, Morfologi Permukaan dan Koefisien Waveguide Loss dari Pandu Gelombang Planar Polimer Terkonjugasi MEH-PPV