KONSTRUKSI FAMILI GRAF HAMPIR PLANAR DENGAN ANGKA PERPOTONGAN TERTENTU
ABSTRAK: Sebuah graf
adalah pasangan himpunan
tak kosong simpul
dan himpunan sisi.
Graf dapat digambar pada
bidang dengan atau
tanpa perpotongan. Angka
perpotongan adalah jumlah perpotongan terkecil
di antara semua
gambar graf pada
bidang. Graf dengan
angka perpotongan nol disebut
planar. Graf memiliki penerapan penting pada desain Very Large Scale of
Integration (VLSI). Sebuah graf
dinamakan perpotongan kritis
jika penghapusan sebuah
sisi manapun menurunkan angka
perpotongannya, sedangkan sebuah
graf dinamakan hampir
planar jika menghapus salah
satu sisinya membuat
graf yang sisa
menjadi planar. Banyak
famili graf perpotongan kritis
yang dapat dibentuk
dari bagian-bagian kecil
yang disebut ubin
yang diperkenalkan oleh Pinontoan
dan Richter (2003).
Pada tahun 2010,
Bokal memperkenalkan operasi perkalian
zip untuk graf.
Dalam artikel ini ditunjukkan
sebuah konstruksi dengan menggunakan ubin dan perkalian zip
yang jika diberikan bilangan bulat k 1,
dapat menghasilkan famili tak hingga graf hampir planar dengan angka
perpotongan k.
Kata kunci:
angka perpotongan, ubin graf, graf hampir planar
Penulis: Benny
Pinontoan
Kode Jurnal: jpmatematikadd110001

Artikel Terkait :
Jp Matematika dd 2011
- SIFAT-SIFAT GRAF DALAM ALJABAR LINIER DAN PENGGUNAANNYA DALAM SAGE
- KESTABILAN MODEL MANGSA PEMANGSA DENGAN MANGSA RENTAN DAN TERINFEKSI
- DIMENSI METRIK PENGEMBANGAN GRAF KINCIR POLA K 1 + mK 3
- SOLUSI NUMERIK DARI PERSAMAAN NAVIER-STOKES
- PENGHITUNGAN VEKTOR-KHARAKTERISTIK SECARA ITERATIF MENGGUNAKAN TITIK TETAP BROUWER
- PEMANFAATAN LABORATORIUM VIRTUAL DAN E-REFERENCE DALAM PROSES PEMBELAJARAN DAN PENELITIAN ILMU KIMIA
- ANALISIS PENGARUH VARIASI FRAKSI VOLUME TERHADAP KEKUATAN TARIK BAHAN KOMPOSIT POLIESTER DENGAN FILLER ALAMI SERABUT KELAPA MERAH
- PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS PRAKTIKUM INKUIRI TERBIMBING UNTUK MEWUJUDKAN HASIL BELAJAR BERKARAKTER
- ORIENTASI LIFE SKIL DALAM KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN DENGAN PENDEKATAN SETS (SCIENCE ENVIRONMENT TECHNOLOGY & SOCIETY) PADA JENJANG PENDIDIKAN DASAR & MENENGAH
- MEMBANGUN KECERDASAN FINANSIAL DENGAN MATEMATIKA KEUANGAN
- MODEL PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING DENGAN VIDEO COMPACT DISK UNTUK MENCAPAI KOMPETENSI DASAR DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI MTS
- SISTEM PRIOTEKSI RADIASI : ANALISIS TERHADAP BIDANG RADIOLOGI RUMAH SAKIT
- STRATEGI PENGEMBANGAN SCIENCE GENERIC SKILLS (SGS) CALON GURU FISIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION PADA MATA KULIAH PRAKTIKUM
- KANDUNGAN BUAH-BUAHAN DALAM ALQUR’AN: BUAH TIN (FICUS CARICA L), ZAITUN (OLEA EUROPEA L), DELIMA (PUNICA GRANATUM L), ANGGUR (VITIS VINIVERA L), DAN KURMA (PHOENIX DACTYLIFERA L) UNTUK KESEHATAN
- MODEL PEMBELAJARAN KONFLIK KOGNITIF UNTUK MENGATASI MISKONSEPSI PADA MAHASISWA TADRIS FISIKA PROGRAM KUALIFIKASI S.1 GURU MADRASAH
- ISOLASI DAN KARAKTERISASI ASAM HUMAT DARI TANAH GAMBUT
- UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR DAN HASIL BELAJAR FISIKA PADA KOMPETENSI KINEMATIKA GERAK LURUS MELALUI PEMBELAJARAN INTERPRETATIF BERBASIS ICT DI MAN KENDAL
- KEMATANGAN MOLEKULER FRAKSI HIDROKARBON AROMATIK CORE BADAK 1/208 MUARA BADAK, KUTAI KARTANEGARA, KALIMANTAN TIMUR: SUATU TINJAUAN KUALITATIF
- PENGEMBANGAN PERANGKAT PERKULIAHAN FISIKA DASAR 1 DINAMIKA GERAK DENGAN PENDEKATAN DEMOCRATIC APPROACH
- EFEKTIVITAS PEMANFAATAN PUPUK BOKASI, CASTING DAN PUPUK GENDONING (LARVA KUMBANG KELAPA/ORCYCTES RHINOCEROS)
- ANALISIS BAHAN PENGAWET BENZOAT PADA SAOS TOMAT YANG BEREDAR DI WILAYAH KOTA SURABAYA
- KAJIAN TEOREMA TITIK TETAP PEMETAAN KONTRAKTIF PADA RUANG METRIK CONE LENGKAP DENGAN JARAK-W
- ANALISIS CRITICAL ROOT VALUE PADA DATA NONSTASIONER
- FILTER HALAMAN WEB PORNOGRAFI MENGGUNAKAN KECOCOKAN KATA DAN DETEKSI WARNA KULIT
- PENJADWALAN JALUR BUS DALAM KOTA DENGAN MODEL PETRINET DAN ALJABAR MAX-PLUS (STUDI KASUS BUSWAY TRANSJAKARTA)