GREEN ACCOUNTING DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA: STUDI KASUS ANTARA KABUPATEN SLEMAN DAN KABUPATEN BANTUL
Abstrak: Penelitian ini
berfokus pada empat
aspek lingkungan yaitu
kesadaran lingkungan (environmental awareness), keterlibatan lingkungan
(environmental involvement), akuntansi lingkungan (environmental accounting),
dan pengauditan lingkungan
(environmental audit). Banyak
kota telah mengalami banyak perkembangan yang pesat dalam bidang tersebut.
Sleman dan Bantul adalah
kota-kota yang masih
dalam tahap awal
perkembangan dalam aspek lingkungan. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa
kedua kota tersebut
memiliki kesadaran mengenai
isu-isu lingkungan dan memiliki komitmen tinggi terhadap lingkungan. Komitmen
yang tinggi tersebut ditunjukkan dari kesediaan pemerintahnya untuk melakukan
pelaporan dan audit lingkungan. Akan tetapi, pelaporan lingkungan yang dimaksud
kedua kota tersebut masih berupa pelaporan yang bersifat kualitatif yang sangat
berbeda dengan akuntasi lingkungan. Kota Sleman dan Bantul
belum melakukan pelaporan
yang bersifat kuantitatif.
Hasil pengujian dengan enggunakan uji
Mann Whitney menunjukkan
bahwa terdapat perbedaan
antara Kota Sleman and
Bantul dalam hal
keadaan yang mendorong
terjadinya keterlibatan, pelaporan,
dan pengauditan lingkungan.
Kata kunci:
green accounting, akuntansi
lingkungan, akuntansi keberlanjutan, pemaparan akuntansi lingkungan
Penulis: Joko Susilo
Kode Jurnal: jpakuntansidd080007

Artikel Terkait :
Jp Akuntansi dd 2008
- PENGARUH PARTISIPASI TERHADAP KEPUASAN PEMAKAI DALAM PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN DI PROVINSI RIAU
- MENGELOLA RESIKO DENGAN PRODUK DERIVATIF
- HUBUNGAN FAKTOR-FAKTOR KEAGENAN DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BIAYA TRANSAKSI TERHADAP RASIO PEMBAYARAN DIVIDEN
- PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN DAN KINERJA KEUANGAN TERHADAP PENGUNGKAPANINFORMASI LINGKUNGAN DALAM LAPORAN TAHUNAN PERUSAHAAN YANG RAWAN LINGKUNGAN
- CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR)
- PENGARUH KEADILAN PERSEPSI DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA PEMERINTAH DAERAH DALAM PENYUSUNAN ANGGARAN DI KABUPATEN PELALAWAN
- PENGARUH MODAL KERJA TERHADAP PROFITABILITAS PERUSAHAAN LQ-45 YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA
- POTENSI EKONOMI HARTA WAKAF
- KONTRIBUSI ZAKAT MAAL DALAM MENGEMBANGKAN LEMBAGA PENDIDIKAN DI KOTA MEDAN
- ANALISIS KARAKTERISTIK SOSIAL EKONOMI YANG MEMANFAATKAN JASA PEGADAIAN DI KOTA MEDAN
- PREFERENSI MASYARAKAT KOTA MEDAN TERHADAP BANK SYARIAH
- PENGARUH PENGUNGKAPAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN TERHADAP KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN (STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN PERKEBUNAN DI SUMATERA UTARA)
- ANGGARAN BERBASIS KINERJA: IMPLEMENTASI PADA PENYUSUNAN APBD (ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH)
- PENGARUH TOTAL QUALITY MANAGEMENT TERHADAP KINERJA MANAJERIAL DENGAN SISTEM PENGUKURAN KINERJ SEBAGAI VARIABEL MODERATING (STUDI PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI KIM)
- PENGARUH ASIMETRI INFORMASI DAN KOMITMEN ORGANISASI TERHADAP HUBUNGAN ANTARA PARTISIPASI ANGGARAN DENGAN KESENJANGAN ANGGARAN
- PERSEPSI AKUNTAN INTERN TENTANG ETIKA BISNIS (STUDI EMPIRIS PADA PERBANKAN DI SUMATERA UTARA)
- PARTISIPASI ANGGARAN, KETIDAKPASTIAN TUGAS, PENGGUNAAN INFORMASI AKUNTANSI UNTUK EVALUASI KINERJA DAN PERILAKU MANAGERIAL
- SKEPTISME PROFESIONAL AUDITOR DALAM MENDETEKSI KECURANGAN
- HUBUNGAN ANTARA SINYAL DIVIDEN TUNAI DENGAN KINERJA OPERASIONAL DAN KINERJA PASAR
- ANALISIS KEBERHASILAN PENGGUNAAN PERANGKAT LUNAK AKUNTANSI DITINJAU DARI PERSEPSI PEMAKAI (STUDI IMPLEMENTASI MODEL KEBERHASILAN SISTEM INFORMASI)
- MANAJEMEN LABA PADA PERUSAHAAN DENGAN PERMASALAHAN FREE CASH FLOW DAN PERAN MODERASI DARI MONITORING EKSTERNAL
- MANAJEMEN LABA MELALUI AKRUAL DAN AKTIVITAS REAL PADA PENAWARAN PERDANA DAN HUBUNGANNYA DENGAN KINERJA JANGKA PANJANG (STUDI EMPIRIS PADA BEJ)
- PENGARUH KARAKTERISTIK PERUSAHAAN TERHADAP PENGUNGKAPAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) DAN DAMPAKNYA TERHADAP REAKSI INVESTOR
- DETERMINAN TINGKAT HUTANG SERTA HUBUNGAN TINGKAT HUTANG TERHADAP NILAI PERUSAHAAN: PERSPEKTIF PECKING ORDER THEORY
- PENGARUH REPUTASI MANAJEMEN PUNCAK DAN DEWAN KOMISARIS TERHADAP PENILAIAN INVESTOR PADA PERUSAHAAN YANG MELAKUKAN IPO