JENIS-JENIS KEJANG PADA EPILEPSI DAN PENYEBABNYA

Ada beberapa jenis kejang pada epilepsi. Dokter ahli saraf mengklasifikasikan kejang-kejang secara parsial atau general, berdasarkan bagaimana aktivitas otak yang tidak normal dimulai. Pada beberapa kasus, kejang-kejang dapat dimulai secara parsial dan kemudian menjadi general.
Kejang-Kejang General
Kejang-kejang yang melibatkan seluruh bagian otak disebut kejang-kejang general. Empat tipe dari kejang-kejang general adalah:
  • Absence seizures (juga disebut petit mal). Kejang-kejang ini memiliki dikarakteristikan oleh gerakan tubuh yang halus dan mencolok, dan dapat menyebabkan hilangnya kesadaran secara singkat.
  • Myoclonic seizures. Kejang-kejang ini biasanya menyebabkan hentakan atau kedutan secara tiba-tiba pada tangan dan kaki.
  • Atonic seizures. Juga dikenal dengan drop attack, kejang-kejang ini menyebabkan hilangnya keselarasan dengan otot-otot dan dengan tiba-tiba collapse dan terjatuh.
  • Tonic-clonic seizures (juga disebut grand mal). Kejang-kejang yang memiliki intensitas yang paling sering terjadi. Memiliki karakteristik dengan hilangnya kesadaran, kaku dan gemetar, dan hilangnya kontrol terhadap kandung kemih
Kejang-Kejang Parsial (Sebagian)
Ketika kejang-kejang muncul sebagai hasil dari aktifitas otak yang tidak normal pada satu bagian otak tersebut, ilmuan menyebutnya kejang-kejang parsial atau sebagian. Kejang-kejang jenis ini terdiri dari dua kategori.
  • Simple partial seizures (kejang-kejang parsial sederhana). Kejang-kejang ini tidak menghasilkan kehilangan kesadaran. Kejang-kejang ini mungkin akan mengubah emosi atau berubahnya cara memandang, mencium, merasakan, mengecap, atau mendengar. Kejang-kejang ini bisa juga menghasilkan hentakan bagian tubuh secara tidak sengaja, seperti tangan atau kaki, dan gejala sensorik secara spontan seperti perasaan geli, vertigo dan berkedip terhadap cahaya.
  • Complex partial seizures (kejang-kejang parsial kompleks). Kejang-kejang ini menghasilkan perubahan kesadaran, itu karena anda kehilangan kewaspadaan selama beberapa waktu.
Kejang Provokasi
Kejang Provokasi adalah kejang tunggal yang mungkin terjadi sebagai akibat dari trauma, gula darah rendah (hipoglikemia), natrium darah rendah, demam tinggi, atau penyalahgunaan alkohol atau narkoba. Demam yang berhubungan dengan (atau demam) kejang mungkin terjadi selama masa bayi dan biasanya hilang saat anak-anak berusia 6 tahun. Setelah evaluasi penuh untuk memperkirakan risiko kambuh, pasien yang menderita kejang tunggal mungkin tidak memerlukan pengobatan.
Selain kejang karena epilepsi ada pula kejang non-epilepsi (disebut pseudoseizures) yang tidak disertai dengan aktivitas listrik abnormal di otak dan mungkin disebabkan oleh masalah psikologis atau stres. Jenis kejang ini dapat diobati dengan intervensi psikiater.
Pasien dengan epilepsi mengalami lebih dari satu jenis kejang. Hal ini karena kejang merupakan gejala saja. Oleh karena itu, sangat penting agar ahli saraf juga mendiagnosa jenis epilepsi Anda, dan bukan hanya jenis kejangnya saja.
Penyebab Kejang
Meskipun penyebab epilepsi biasanya tidak diketahui, namun beberapa faktor diketahui sebagai penyebab kejang pada penderita epilepsi. Menghindari pemicu ini dapat membantu menghindari kejang dan hidup lebih mudah dengan epilepsi:
  • Tidak meminum obat sesuai jadwal dan dosis yang ditetapkan
  • Alkohol
  • Kokain atau penggunaan narkoba lainnya, seperti ekstasi
  • Kurang tidur
  • Obat lain yang mengganggu kerja obat epilepsi

Artikel Terkait :