PERTANGGUNGJAWABAN INDUSTRI MEDIA DALAM MASYARAKAT TONTONAN
Abstract: Today’s free market
of industry mass media isn’t quite the same as the laissez-faire approach of
the robber barons of the nineteenth century because it now often is noteworthy
for effi cient use of the government’s powers to support the strategies and
profi ts media business. Even if public resources – such as the national
forests – are thereby harmed. Given both the need for equity of access and the
lack of acceptable spectacles alternatives, there seems to be no viable alternative
to the mass media taking on this responsibility as fully as is necessary. Such
an ethical obligation clearly stems from both the utilitarian concern for
providing the greatest benefi t for the greatest number of people and emphasis
on protecting the most vulnerable members of the community. It can also be
argue cogently that if social responsibility means anything at all, it means fi
nding a way to avoid creating a clearly defi ned group of second-class citizen
in an information industry media.
Key Words: media ethics,
spectacles and mass media
Penulis: Rekno Sulandjari
Kode Jurnal: jpkomunikasidd110014

Artikel Terkait :
Jp Komunikasi dd 2011
- Opini Publik tentang Pembangkit Listrik Tenaga Uap Suralaya
- Komunikasi Partisipatif Pada Program Pos Pemberdayaan Keluarga (Studi Kasus di RW 05 Kelurahan Situgede, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor)
- Respons Instansi Terhadap Program Kiwari Rri Bogor Dalam Pelayanan Publik (Rumah Sakit PMI dan PT TASPEN Bogor)
- Keragaan Komunikasi Pada Gapoktan Penerima Dana Program Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan Di Kecamatan Siak Kecil Kabupaten Bengkalis Riau
- Hubungan Motivasi dan Pola Menonton dengan Tingkat Kepuasan Pemirsa pada Program Berita Topik ANTV
- Efektivitas Komunikasi Program Optimalisasi Lahan Pekarangan
- Berita Utama Surat Kabar Lokal di Bogor Studi Analisis Isi pada Jurnal Bogor dan Radar Bogor
- Studi Kualitatif Sosialisasi Dan Komunikasi Program Layanan Internet Kecamatan Melalui FGD Dalam Pemberdayaan Masyarakat Di Provinsi Bengkulu
- KOMODIFIKASI BUDAYA LOKAL DALAM TELEVISI: STUDI WACANA KRITIS KOMODIFIKASI PANGKUR JENGGLENG
- KEISTIMEWAAN YOGYAKARTA DAN POLITIK WACANA: ANALISIS WACANA VISUAL MEDIA DI RUANG PUBLIK
- TEORI AGENDA SETTING DAN CITRA PEMERINTAH: ANALISIS PEMBERITAAN KORUPSI DAN PENURUNAN CITRA PEMERINTAHAN SBY
- JURNALISTIK ONLINE INDONESIA: ANALISIS FRAMING TIGA PORTAL BERITA ONLINE DI INDONESIA
- HEDONISME SPIRITUAL PADA TAYANGAN RELIGI: ANALISIS WACANA KRITIS PROGRAM “ISLAM ITU INDAH" DI TRANSTV
- Photography and Catastrophe: Reading Photographs of the Disaster Event
- Vietnam and Iraq Wars: Parallelism and Its Impact on U.S. Foreign Policy
- Membaca Gejala “Mediatisasi” Politik di Indonesia
- PEMBENTUKAN IDENTITAS KORPORAT PT KOMPAS MEDIA NUSANTARA SEBAGAI PENYEDIA KONTEN (CONTENT PROVIDER) TELEVISI LOKAL PERTAMA DI INDONESIA
- KOMUNIKASI KRISIS DI ERA NEW MEDIA DAN SOCIAL MEDIA
- AGAMA DAN ENTERTAINMENT: FUNGSI SOSIAL MEDIA MASSA DALAM PROGRAM RELIGI DI TV
- ETIKA KOMUNIKASI DALAM KITAB ADAB ADDUNYA WADDIN KARYA AL-MAWARDI: SEBUAH STUDI HERMENEUTIKA
- EFEK PEMBINAAN DISIPLIN KARYAWAN DALAM HUBUNGANNYA DENGAN FUNGSI PUBLIC RELATION TERHADAP KEMAJUAN CARREFOUR INDONESIA DI MAKASSAR
- HUBUNGAN ANTARA DIFUSI INFORMASI PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN PERILAKU MASYARAKAT SEKTOR INFORMAL DI KECAMATAN SIRIMAU KOTA AMBON
- PERBANDINGAN HASIL BELAJAR MODEL KOMUNIKASI PEMBELAJARAN KOOPERATIF DAN KONVESIONAL - Studi Komunikasi Kelompok Dalam Pelajaran Sosiologi Di SMU Negeri 4 Ambon
- PERILAKU KOMUNIKASI ORANG BUGIS DARI PERSPEKTIF ISLAM
- PEMAHAMAN DAN SIKAP GURU WANITA TENTANG INFORMASI BALITA SEHAT DAN POLA PENGASUHAN ANAK DI KOTA KUPANG