PENGELOMPOKAN BAKTERI TERMOFILIK
Bakteri termofilik dikelompokkan ke dalam beberapa genus yang merupakan
bekteri aerob dan yang lainnya merupakan bakteri anaerob. Beberapa kelompok
yang termasuk ke dalam bakteri termofilik diantaranya (Perry, J.J., dkk., 2005:
510):
Aquificae (Aquifx,
Hidrogenobakter, dan Desulfobakterium)
Aquificae, bakteri yang termasuk di dalamnya kebanyakan merupakan bakteri
termofilik moderat. Suhu maksimum untuk beberapa spesies mendekati 95°C, yang
dikelompokkan dalam hipertermofilik. Semua kultur yang telah dibiakkan tidak
tumbuh pada bahan organik, karena merupakan bakteri autotrof obligat.
Aquificae merupakan genus yang paling banyak dipelajari, merupakan bakteri
hipertermofilik sejati yang dapat hidup pada suhu maksimum 95 °C, mengikat
karbondioksida lewat siklus asam sitrat reduktif. Selain menggunakan H2 sebagai
sumber energi, bakteri ini juga dapat menggunakan tiosulfat dan sulfur, yang
kemudian dioksidasi menjadi asam sulfat, juga menggunakan nitrat sebagai aseptor
elektron dan menghasilkan nitrit dan gas N2.
Hidrogenobakter, mempunyai metabolisme yang serupa dengan Aquifex, yaitu
dengan siklus tricarboxylic acid (TCA) reduktif. Desulfobakterium, tumbuh dengan
cara kemoautotrof dengan mengoksidasi hidrogen sebagai sumber energi dan
mereduksi tiosulfat, S, atau sulfit menjadi H2S, merupakan bakteri anaerob obligat.
Thermodesulfobakteria
Bakteri lonjong pereduksi sulfat, merupakan bakteri heterotrof, menggunakan
laktat dan piruvat sebagai sumber energi dan sulfat atau tiosulfat sebagai
aseptor elektron. Molekul H2S dibentuk dari metabolisme reduksi sulfat. Asam-asam
organik tidak sepenuhnya dioksidasi menjadi asam asetat dan CO2. Bakteri
ini banyak terdapat pada sumber air panas dan ladang minyak.
Thermotogae (Thermotogae dan
Thermosipho)
Merupakan organisme anaerob yang diisolasi dari lingkungan bersuhu tinggi
dasar laut. Thermotogae memfermentasi gula seperti glukosa menjadi laktat, asetat,
CO2, dan H2. Thermoshipo tumbuh pada media yang lebih
kaya seperti yeast ekstrak.
Nitrospirae
Kelompok bakteri ini mencakup berbagai jenis bakteri, kebanyakan diantaranya
mesofilik, satu-satunya genus yang merupakan termofilik adalah Thermodesulfovibrio.
Thermodesulfovibrio
Thermodesulfovibrio, seperti namanya kelompok bakteri ini merupakan bakteri
pereduksi sulfat, yang menggunakan sumber karbon organik sebagai sumber energi
dan mereduksi sulfat, tiosulfat, dan sulfit, menjadi H2S. Laktat dan
piruvat digunakan sebagai sumber energi. Suhu optimal untuk pertumbuhan adalah
65 °C.
Defferibakter (Defferibakter dan
Geovibrio)
Kelompok bakteri yang dikenali mempunyai respirasi aerob dengan aseptor
elektron ion logam atau nitrat. Genus termofilik moderat mempunyai suhu optimal
pertumbuhan 50-65 °C. Geovibrio, merupakan bakteri vibrioid anaerob yang
mempunyai metabolisme serupa dengan Defferibakter. Mengoksidasi asetat dengan
ion logam sebagai aseptor electron.
Thermomicrobium (Thermomicrobium)
Thermomicrobium merupakan bakteri aerob yang tumbuh pada suhu 74°C.
Thermomicrobium tumbuh pada media komplek dengan konsentrasi nutrien. Genus
Diktioglomus merupakan bakteri anaerob, dengan sel berbentuk lonjong, tumbuh
pada sumber air panas dengan rentang suhu pertumbuhannya antara 50-80°C.
Merupakan bakteri fermentatif yang menggunakan berbagai gula sebagai sumber
energi.
Deinococcus dan Thermus
Deinococci merupakan bakteri mesofilik, tidak termasuk dalam termofilik karena
suhu optimal pertumbuhannya 25-35°C. Mempunyai permukaan berwarna merah muda
sampai merah yang merupakan karotenoid. Deinococci merupakan bakteri yang
resistan terhadap radiasi sinar gamma.
Thermus berbeda dengan Deinococci, merupakan bakteri non-motil aerob, koloninya
biasa berwarna merah muda, jingga, atau merah, yang merupakan karotenoid.
Thermus tersebar luas dan telah diisolasi dari semua kondisi lingkungan panas
dari seluruh dunia. Kondisi optimal untuk pertumbuhan Termus adalah 70-75°C.
Artikel Terkait :
Bakteri