PERSAMAAN (EQUATION) TINGGI BADAN MANUSIA USIA LANJUT (MANULA) BERDASARKAN USIA DAN ETNIS PADA 6 PANTI TERPILIH DI DKI JAKARTA DAN TANGERANG TAHUN 2005
Abstrak: Tinggi badan adalah
salah satu indikator klinik utama dalam menentukan Indeks Massa Tubuh (IMT)
dalam menentukan status gizi individu/populasi. Namun, pengukuran tinggi badan
manusia usia lanjut (manula) cukup sulit dilakukan dan reliabilitasnya
diragukan. Persamaan estimasi tinggi badan dari pengukuran tinggi lutut untuk memprediksi
tinggi badan manula yaitu persamaan Chumlea telah dikembangkan beberapa tahun
lalu, tetapi belum ada studi yang dilakukan di Indonesia untuk mengembangkan
suatu persamaan bagi pengukuran tinggi badan populasi usia lanjut menurut
bermacam-macam kelompok etnis. Oleh karena itu, suatu cross sectional studi
untuk mengembangkan persamaan tinggi badan manula berdasarkan pengukuran dua
parameter yaitu tinggi lutut dan panjang depa (knee height dan arm span) telah
dilakukan pada bulan Desember 2005 lalu. Total 217 manula (usia 60 - 92 tahun)
dari 3 kelompok etnik yaitu: Jawa
(56,7%), Cina (31,3%), dan lain-lain (12,0%) berpartisipasi dalam studi ini.
Pengukuran antropometri termasuk berat badan, tinggi badan, panjang depa, dan
tinggi lutut dilakukan oleh ahli gizi terlatih. Kesalahan inter dan intra
observer dilakukan untuk pengukuran antropometri tinggi lutut dan panjang depa
manula. Temuan utama studi adalah rata-rata usia manula asal Cina adalah
tertinggi di antara suku lainnya; kebanyakan manula mengalami gizi kurang
(43%); distribusi rata-rata tinggi lutut dan panjang depa hampir sama di tiap
kelompok etnis; ada perbedaan signifikan antara tinggi lutut dengan tinggi
badan sebenarnya pada wanita lanjut usia (lansia), dan korelasi tertinggi ditunjukkan
oleh parameter tinggi lutut pada wanita lansia dan panjang depa pada pria
lansia. Persamaan Chumlea menunjukkan kecenderungan under-estimate pada pria lansia dan over-estimate
pada tinggi badan wanita lansia. Kesimpulannya, tinggi badan tegak/sebenarnya
merupakan teknik ideal untuk estimasi tinggi badan lansia. Tetapi, pada kasus
di mana pengukuran itu sendiri tidak memungkinkan atau tidak reliable, maka
tinggi badan dapat diestimasi dari indikator proksi tinggi badan. Pada studi
ini, panjang depa menggambarkan korelasi tertinggi dengan tinggi badan sebenarnya
pada pria lansia , dan tinggi lutut pada wanita lansia.
Penulis: Fatmah
Kode Jurnal: jpkedokterandd060055

Artikel Terkait :
Jp Kedokteran dd 2006
- Sinusitis pada Anak
- Pentingnya Pencegahan Dini dan Tata laksana Alergi Susu Sapi
- Hernia Bochdalek
- Gawat Darurat Neonatus pada Persalinan Preterm
- Nefritis Lupus dengan Perdarahan Intrakranial pada Anak: laporan kasus
- Profil Parameter Hematologik dan Anemia Defisiensi Zat Besi Bayi Berumur 0-6 Bulan di RSUD Banjarbaru
- Hepatoblastoma di Rumah Sakit Dr. Ciptomangunkusumo Jakarta: peran kemoterapi preoperatif
- Eosinofil Mukosa Hidung Sebagai Uji Diagnostik Rinitis Alergi pada Anak
- Gangguan Tidur pada Anak Usia Bawah Tiga Tahun di Lima Kota di Indonesia
- Gambaran Kunjungan Pasien Rawat Jalan Endokrinologi Anak dan Remaja FK USU / RS. H. penulis:Adam Malik Medan, Tahun 2000-2004
- Hubungan antara Anemia dengan Perkembangan Neurologi Anak Usia 12-24 bulan
- Rekomendasi Satgas Imunisasi
- Vulvovaginitis pada anak
- Sindrom Sturge Weber
- Tata laksana Sindrom Nefrotik Kelainan Minimal pada Anak
- Penggunaan Kortikosteroid Intranasal Dalam Tata Laksana Rinitis Alergi pada Anak
- Esofagitis Refluks Pada Anak
- Sindrom Nefrotik Sekunder pada Anak Dengan Limfoma Hodkin
- Pemberian Diet Formula Tepung Ikan Gabus (Ophiocephalus striatus) pada Sindrom Nefrotik
- Thalassemia Alfa Mayor dengan Mutasi Non-Delesi Heterozigot Ganda
- Hubungan antara Kadar Timbal Udara dengan Kadar Timbal Darah Serta Dampaknya pada Anak
- Pengenalan Acquired Immunodeficiency Syndrome pada Pasien Anak Ditinjau dari Bidang Kedokteran Gigi Anak
- Ketajaman Klinis dalam Mendiagnosis Bising Inosen
- Hubungan Asupan Zat Gizi dan Indeks Masa Tubuh dengan Hiperlipidemia pada Murid SLTP yang Obesitas di Yogyakarta
- Penurunan Penggunaan Antibiotik pada Pasien Anak dengan Demam