TINGKAT PERKEMBANGAN EMOSI
Tingkat perkembangan emosi ada beberapa macam. Tiga
reaksi emosi yang paling kuat adalah rasa marah, kaku, dan takut, yang terjadi
akibat dari peristiwa – peristiwa eksternal maupun proses tak langsung. Reaksi
tersebut dapat tercermin dalam individu yang meningkatkan aktivitas kelenjar
tertentu dan mengubah temperature tubuh. Reaksi umumnya berkurang sesuai
proporsi kematangan individu. Hal ini disebabkan oleh pebedaan jenis reaksi emosi,
misalnya dengan penyebab ketakutan pada diri seseorang anak mungkin disebabkan
oleh jenis emosi yang berbeda sesuai dengan tingkat perkembangannya.
Tingkat perkembangan emosi tidak terlepas dari tingkat
kestabilan emosi seseorang yang meliputi:
Emosi stabil
Pada seseorang yang mempunyai emosi stabil mempunyai kecenderungan
percaya diri, cermat, kukuh. Mereka selaulu menjaga pikiran walaupun dalam
keadaan kritis, sedangkan orang-orang di sekitarnya kehilangan kendali.
Emosi stabil rata-rata
Seseorang yang mempunyai derajat rata-rata tingkat emosional mempunyai
kecenderungan emosi keseimbangan yang baik, sabar, tak memihak, berkepala
dingin. Mereka tidak kebal atas rasa khawatir dan terkadang menunjukkan emosi
yang aneh, namun ini adalah pengecualian daripada kebiasaan.
Emosi labil
Seseorang yang mempunyai emosi yang labil, tergesa-gesa, bernafsu,
sentimental, mudah tergugah, khawatir dan bimbang. Mereka mungkin agaknya
tertekan oleh kehidupan, hal ini membuat mereka mudah terkena hal-hal negatif
dan positif, sekaligus kerap dipengaruhi oleh tragedi dan kesenangan serta tiak
ada upaya untuk bereaksi mengatasi peristiwa-peristiwa tersebut dalam hidup
(Wijaya, 2004).
Artikel Terkait :
Emosi