PROBLEM KESEHATAN MENTAL MASYARAKAT PEDESAAN

ABSTRAK: Desa merupakan unit paling bawah dalam sistem pemerintahan di Indonesia, namun peran,  fungsi  dan  kontribusi  yang  diharapkan  terhadapnya  justru  vital,  mengingat  bahwa rakyat  Indonesia  kebanyakan  tinggal  di  desa.  Ada  71  ribu  lebih  desa  di  Indonesia,  dan sebanyak  32.000  dikategorikan  sebagai  desa  tertinggal.  Dampak  negatif  yang  ditimbulkan akibat  ketertinggalan  ini  menumbuhkan  berbagai  problem  kesehatan  mental  di  pedesaan, antara  lain  gangguan  adaptasi  perilaku  seperti:  agresivitas  dengan  kekerasan, penyalahgunaan substansi psikoaktif, penyimpangan perilaku seksual; gangguan psikologis, mulai dari stres, kecemasan, atau depresi  sampai dengan depresi berkelanjutan dan psikotik (skizofren).  Usaha  untuk  mengatasi  problem  kesehatan  mental  masyarakat  di  pedesaan dapat  ditempuh,  antara  lain  dengan  pemberdayaan  masyarakat.  Masyarakat  dilibatkan secara  aktif  dalam  rangka  pelaksanaan  prevensi  primer,  sekunder,  tersier;  pendidikan kesehatan mental masyarakat; dan intervensi krisis . Prevensi difokuskan pada populasi atau masyarakat  yang  ditujukan  untuk  mendidik  masyarakat  dan  pemimpin  masyarakat  tentang hal-hal  yang  menjadi  penyebab  gangguan  kesehatan  mental  dan  untuk  meningkatkan kesehatan  mental  masyarakat  itu  sendiri.  Sedangkan  intervensi  krisis  lebih  ditujukan  untuk mengembangkan  ketrampilan  koping  yang  lebih  efektif  dan  memahami  keterkaitan  antara proses-proses  pengalaman  individu,  kejadian  dalam      masyarakat  dengan  keberadaan gangguan  psikologis.  Anggota  masyarakat  yang  dilibatkan,  antara  lain  orang-orang nonprofesional seperti ibu-ibu anggota dan kader dasa wisma, kader  posyandu, kader PKK, ataupun  kader  PAUD;  serta  pengelola  organisasi  kepemudaan  atau  keagamaan    dan perangkat desa. 
Kata kunci: kesehatan mental, masyarakat pedesaan
Penulis: Sriningsih
Kode Jurnal: jppsikologiabnormaldd100005

Artikel Terkait :