MORFEM-MORFEM PEMBENTUK VERBA DASAR TRILITERAL BAHASA ARAB
ABSTRAK: Sebagai bahasa
fleksi, verba bahasa Arab merupakan kata polimorfemik. Di antara verba-verba bahasa
Arab terdapat verba yang disebut verba dasar triliteral. Selain morfem akar,
terdapat morfem-morfem lain yang terdapat pada verba dasar triliteral.
Penelitian ini berusaha mengungkap jumlah dan bentuk morfem yang terdapat pada
suatu verba dasar triliteral yang selama ini selalu menjadi perdebatan di
kalangan pemerhati bahasa Arab. Selain itu, penelitian ini juga membicarakan
proses morfologis dan morfofonologis serta
makna yang dikandung masing-masing morfem pembentuk verba dasar
triliteral. Metode yang
digunakan pada penelitian
ini meliputi metode
pengumpulan data, analisis data dan penyajian hasil analisis data.
Metode pengumpulan data dilakukan dengan menyimak konjugasi
verba dasar triliteral
dan menyimak artinya
dalam kamus Arab-Indonesia. Metode analisis
yang digunakan adalah
metode agih yang
diwujudkan dengan teknik
oposisi, bagi unsur langsung,
lesap dan ganti;
serta metode padan translasional
yang diwujudkan dengan teknik
pilah unsur tertentu
dan hubung banding.
Penyajian hasil analisis
data dalam penelitian menggunakan penyajian
data secara formal
dan informal. Hasil
dari penelitian ini
adalah verba dasar triliteral
tersusun atas morfem
akar, transfiks, dan
afiks persona, jumlah
dan jenis. Proses morfologis suatu verba dasar triliteral
diawali dengan morfem akar yang mengalami
transfiksasi sehingga menjadi pangkal dan dilanjutkan dengan afiksasi
persona, jumlah, jenis. Proses morfologis tersebut dapat menyebabkan perubahan
fonologis atau yang biasa disebut proses morfofonologis. Proses morfofonologis
ini melibatkan fonem /w/,/y/, /`/ dan geminasi sebagai bagian dari morfem akar.
Kata Kunci: bahasa Arab, infleksi, morfem, proses
morfologis, proses morfofonologis, verba dasar trilateral
Penulis: Mohamad Afrizal, Amir
Ma’ruf
Kode Jurnal: jpantropologidd140023

Artikel Terkait :
Jp Antropologi dd 2014
- PERUBAHAN, KEBUDAYAAN, DAN AGAMA: PERSPEKTIF ANTROPOLOGI KEKUASAAN
- HUBUNGAN SEGITIGA ANTARA BIROKRAT PENGUSAHA DAN POLITIKUS PARTAI DEMOKRASI LIBRAL (JIMINTOO) DALAM PEMILIHAN UMUM DI JEPANG
- SISTEM POLA PEWARISAN TRADISI MALAMANG DI KOTA PADANG
- TRADISI HAROA PADA ETNIK MUNA : FENOMENA BUDAYA DALAM KEHIDUPAN BERAGAMA DI ERA GLOBAL
- IDENTIFIKASI POLA SOSIO-KULTURAL NYEGARA GUNUNG DI BALI UTARA (DALAM PERSPEKTIF TRIHITA KARANA)
- PLURALITAS DAN HETEROGENITAS DALAM KONTEKS PEMBINAAN KESATUAN BANGSA
- POTENSI PENDAPATAN ASLI DAERAH DALAM RANGKA PELAKSANAAN OTONOMI DAERAH
- KONSEPTUALISASI TEORI MASLAHAH
- PERLINDUNGAN HUKUM PEMEGANG SAHAM MINORITAS PERUSAHAAN TERBUKA AKIBAT PUTUSAN PAILIT
- PENGELOLAAN DANA UMRAH BERBASIS INVESTASI
- ANALISIS KEWAJIBAN ALIH TEKNOLOGI DALAM INVESTASI ASING DI INDONESIA
- INSTRUCTIONAL DESIGN IN TEACHING ENGLISH FOR LAW (A PROJECT BASED LEARNING INSTRUCTION IN ENGLISH II FOR LAW SCIENCE DEPARTMENT)
- MOTIVASI KERJA DALAM RANAH LOKALITAS TEKS SUCI
- PLAGIAT DAN PEMBAJAKAN KARYA CIPTA DALAM HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL
- ASURANSI SYARIAH DAN GAGASAN AMANDEMEN UNDANG-UNDANG NOMOR 02 TAHUN 1992 TENTANG PERASURANSIAN
- UANG DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM
- ASPEK PERLINDUNGAN KONSUMEN TERHADAP IKLAN PENGOBATAN ALTERNATIF DAN TRADISIONAL
- MANAJEMEN PUBLIC RELATIONS SEBAGAI ALAT ETIKA KOMUNIKASI DALAM BISNIS ISLAM
- PENTINGNYA KEBERADAAN LPS BAGI NASABAH PENYIMPAN
- KHAZANAH SAINS DAN MATEMATIKA DALAM ISLAM
- PRAGMATISME PENYELENGGARAAN IBADAH HAJI DI INDONESIA
- DAMPAK EKONOMI AKIBAT KEJAHATAN KORUPSI PASCA REGULASI OTONOMI DAERAH
- HUKUM PAJAK DAN IMPLEMENTASINYA BAGI KESEJAHTERAAN RAKYAT
- AKSI BOIKOT PAJAK MENURUT HUKUM ISLAM
- KONSEP DASAR INVESTASI REKSADANA