Perkawinan Semarga dalam Masyarakat Batak Toba Di Kecamatan Sipahutar, Kab. Tapanuli Utara
ABSTRAK: Pernikahan/Perkawinan adalah
moment yang sangat
penting dalam hidup
seseorang karena akan dikenang
sepanjang hidup. Pernikahan
menyatukan dua manusia
menjadi satu keluarga. Pernikahan
juga menyatukan dua
keluarga besar dalam
jalinan persaudaraan. Dalam pernikahan,
dilakukan beberapa acara
mulai dari ritual pernikahan atau
acara –acara adat
sampai dengan resepsi
pernikahan. Resepsi pernikahan yang
identik dengan pesta
pernikahan, baik itu
secara sederhana maupun pesta besar –besaran.
Dengan adanya kemajuan
teknologi ini maka
konteks kehidupan pada
jaman dahulu dengan sekarang
sudah tentu berbeda
jauh. Untuk membuat
suatu peraturan atau
tata-tertib perkawinan, sudah
pasti para nenek
moyang dulu juga
telah memperhatikan konteks pada
waktu itu sehingga
tata-tertib yang dibuat
itu nantinya mampu
untuk menjawab kebutuhan masyarakat
atau kelompok tertentu
pada waktu itu.
Setiap peraturan yang dibuat
juga pasti mempunyai
suatu tujuan yang
baik yaitu untuk terciptanya keharmonisan
dan kesejahteraan dalam
kelompok tersebut. Di
negara kita juga ada
peraturan perkawinan yang
diatur dalam Undang-undang
Perkawinan.
Apabila terjadi suatu
perkawinan semarga dalam
batak Toba maka
hal itu dianggap sebagai yang
tabu dan pasangan
yang menikah itu
akan dikucilkan dari
masyarakat di mana ia
berada. Ini berarti
terjadi penolakan terhadap
pasangan yang melakukan perkawinan ini,
dan yang lebih
parahnya lagi, ia
tidak akan pernah
memperoleh pengakuan dari adat Batak
Toba,masyarakat Batak Toba
menolak perkawinan semarga alasannya karena masih satu darah atau masih
keluarga.
Penulis: Sartika Simatupang
Kode Jurnal: jpantropologidd140012

Artikel Terkait :
Jp Antropologi dd 2014
- PERUBAHAN, KEBUDAYAAN, DAN AGAMA: PERSPEKTIF ANTROPOLOGI KEKUASAAN
- HUBUNGAN SEGITIGA ANTARA BIROKRAT PENGUSAHA DAN POLITIKUS PARTAI DEMOKRASI LIBRAL (JIMINTOO) DALAM PEMILIHAN UMUM DI JEPANG
- SISTEM POLA PEWARISAN TRADISI MALAMANG DI KOTA PADANG
- TRADISI HAROA PADA ETNIK MUNA : FENOMENA BUDAYA DALAM KEHIDUPAN BERAGAMA DI ERA GLOBAL
- IDENTIFIKASI POLA SOSIO-KULTURAL NYEGARA GUNUNG DI BALI UTARA (DALAM PERSPEKTIF TRIHITA KARANA)
- PLURALITAS DAN HETEROGENITAS DALAM KONTEKS PEMBINAAN KESATUAN BANGSA
- POTENSI PENDAPATAN ASLI DAERAH DALAM RANGKA PELAKSANAAN OTONOMI DAERAH
- KONSEPTUALISASI TEORI MASLAHAH
- PERLINDUNGAN HUKUM PEMEGANG SAHAM MINORITAS PERUSAHAAN TERBUKA AKIBAT PUTUSAN PAILIT
- PENGELOLAAN DANA UMRAH BERBASIS INVESTASI
- ANALISIS KEWAJIBAN ALIH TEKNOLOGI DALAM INVESTASI ASING DI INDONESIA
- INSTRUCTIONAL DESIGN IN TEACHING ENGLISH FOR LAW (A PROJECT BASED LEARNING INSTRUCTION IN ENGLISH II FOR LAW SCIENCE DEPARTMENT)
- MOTIVASI KERJA DALAM RANAH LOKALITAS TEKS SUCI
- PLAGIAT DAN PEMBAJAKAN KARYA CIPTA DALAM HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL
- ASURANSI SYARIAH DAN GAGASAN AMANDEMEN UNDANG-UNDANG NOMOR 02 TAHUN 1992 TENTANG PERASURANSIAN
- UANG DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM
- ASPEK PERLINDUNGAN KONSUMEN TERHADAP IKLAN PENGOBATAN ALTERNATIF DAN TRADISIONAL
- MANAJEMEN PUBLIC RELATIONS SEBAGAI ALAT ETIKA KOMUNIKASI DALAM BISNIS ISLAM
- PENTINGNYA KEBERADAAN LPS BAGI NASABAH PENYIMPAN
- KHAZANAH SAINS DAN MATEMATIKA DALAM ISLAM
- PRAGMATISME PENYELENGGARAAN IBADAH HAJI DI INDONESIA
- DAMPAK EKONOMI AKIBAT KEJAHATAN KORUPSI PASCA REGULASI OTONOMI DAERAH
- HUKUM PAJAK DAN IMPLEMENTASINYA BAGI KESEJAHTERAAN RAKYAT
- AKSI BOIKOT PAJAK MENURUT HUKUM ISLAM
- KONSEP DASAR INVESTASI REKSADANA