ANALISIS DAN SIMULASI SISTEM ANTRIAN PADA BANK ABC
Abstrak: Kejadian antrian
sering kali terjadi pada banyak hal dalam kehidupan sehari-hari, sebagai contoh
yaitu antrian pada sistem pelayanan Bank ABC yang merupakan salah satu sarana
tempat melakukan berbagai kegiatan perbankan. Terdapat dua tipe pelayanan pada
bank ini yaitu Teller dan Customer Service (CS) dengan satu orang petugas
pelayanan. Analisis terhadap sistem antrian menunjukkan bahwa model antrian pada Bank ABC saat ini
adalah (M/M/1) : (F IF O/ ∼ / ∼) untuk masing-masing tipe pelayanan. Model antrian pada Teller
diubah menjadi model (M/M/c) : (GD/ ∼ / ∼) dengan nilai c = 2. Untuk model ini diperoleh nilai E(Tt)
pada Teller adalah 3, 51 menit sehingga jawab optimal yaitu dengan menambah
petugas Teller menjadi 2 orang, dengan tidak menambah petugas CS. Untuk menilai
jawab optimal tersebut digunakan metode simulasi. Setelah dilakukan analisis
terhadap data hasil simulasi, diperoleh bahwa hanya dengan penambahan 1 Teller,
maka harapan pihak bank sudah dapat dipenuhi. Sedangkan pada CS tidak perlu
dilakukan penambahan karena telah sesuai dengan harapan pihak bank. Hasil ini
menunjukkan bahwa jawab optimal yang diperoleh dari hasil analisis data hasil
pengamatan dapat diterima.
Penulis: Faradhika Arwindy,
Faigiziduhu Buulolo, Elly Rosmaini
Kode Jurnal: jpmatematikadd140332

Artikel Terkait :
Jp Matematika dd 2014
- PENURUNAN MODEL TRAFFIC FLOW BERDASARKAN HUKUM-HUKUM KESETIMBANGAN
- PENYELESAIAN PERSAMAAN DIFERENSIAL PARSIAL FOKKER-PLANCK DENGAN METODE GARIS
- KETERKAITAN ANTARA MODUL BEBAS DENGAN MODUL DILIHAT DARI SIFAT-SIFAT HOMOMORFISME MODUL
- KEAKURATAN SOLUSI PADA PERSAMAAN DIFUSI MENGGUNAKAN SKEMA CRANK-NICOLSON
- FAKTORISASI GRAF BARU YANG DIHASILKAN DARI PEMETAAN TITIK GRAF SIKEL PADA BILANGAN BULAT POSITIF
- DISKRITISASI PADA SISTEM PERSAMAAN DIFERENSIAL PARSIAL POLA PEMBENTUKAN SEL
- DESKRIPSI PENGARUH PARAMETER TERHADAP KESTABILAN PERILAKU SISTEM BANDUL GANDA SEDERHANA
- TEOREMA TITIK TETAP DI RUANG BANACH
- ANALISIS METODE BINOMIAL DIPERCEPAT PADA PERHITUNGAN HARGA OPSI EROPA
- MODEL PERGERAKAN TUMPAHAN MINYAK DI PERAIRAN SELAT SUNDA
- MODEL REGRESI LOGISTIK MULTINOMIAL UNTUK MENENTUKAN PILIHAN SEKOLAH LANJUTAN TINGKAT ATAS PADA SISWA SMP
- PENERAPAN LOGIKA FUZZY DAN SEM UNTUK MENGUKUR KEDALAMAN SPIRITUAL DOSEN, KARYAWAN, DAN MAHASIS
- ANALISIS PERILAKU DINAMIK PADA SEL T CD4+ DAN SEL T CD8+ TERHADAP INFEKSI MIKOBAKTERIUM
- OPTIMASI PARAMETER NEURAL NETWORK PADA DATA TIME SERIES UNTUK MEMPREDIKSI RATA-RATA KEKUATAN GEMPA PER PERIODE (Studi Kasus Gempa Bumi di Maluku Utara)
- APLIKASI QUASIGROUP DALAM PEMBENTUKAN KUNCI RAHASIA PADA ALGORITMA HIBRIDA
- PERBEDAAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SEKOLAH MENENGAH ATAS DITINJAU DARI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF DAN KEMAMPUAN IPA
- PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN TEORI PEMBELAJARAN PERILAKU PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS
- MODEL DIAGNOSTIK KESULITAN BELAJAR SISWA BERBASIS UJIAN NASIONAL: IMPLEMENTASI PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA
- PENINGKATAN KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIK SISWA SMP DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH
- PERBEDAAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SMA DITINJAU DARI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF DAN KEMAMPUAN BAHASA INGGERIS
- PENGARUH PEMBELAJARAN KOOPERATIF, PERILAKU BERKARAKTER DAN PENGETAHUAN DASAR SISWA TERHADAP HASIL BELAJAR
- PERBEDAAN HASIL BELAJAR DITINJAU DARI PEMBELAJARAN KOOPERATIF, PERILAKU BERKARAKTER DAN DISPOSISI MATEMATIS
- PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) DAN ASSESMEN KINERJA TERHADAP HASIL BELAJAR MATA KULIAH PROGRAM LINEAR
- MODEL DIAGNOSTIK KESULITAN BELAJAR SISWA BERBASIS UJIAN NASIONAL
- MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIK SISWA SMP MELALUI PENDEKATAN PEMBELAJARAN PROBLEM POSING