IDENTIFIKASI FAKTOR PENDORONG PERNIKAHAN DINI DENGAN METODE ANALISIS FAKTOR
Abstrak: Pernikahan dini
merupakan pernikahan yang dilakukan pada usia 25 tahun untuk laki-laki dan 20
tahun untuk perempuan. Kultur di sebagian besar masyarakat Indonesia masih
memandang hal yang wajar jika pernikahan dilakukan pada usia dini. Pernikahan
usia dini terjadi karena banyak faktor, oleh karena itu peneliti tertarik untuk
mengetahui faktor-faktor dominan yang mempengaruhi terjadinya pernikahan usia
muda/dini. Populasi yang digunakan adalah para remaja yang menikah pada rentan
tahun 2005-2012 di Kota Medan. Dalam penelitian ini sampling yang digunakan
cluster sampling dengan besar samp el 60 orang. Variabel yang digunakan
sebanyak 11. Dari data yang diperoleh dilakukan uji validitas, analisis
menunjukkan bahwa terdapat dua variabel yang tidak valid dan harus dikeluarkan
dari analisis. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh 3 faktor dominan yang
memperngaruhi keputusan remaja menikah di usia muda yaitu faktor ekonomi dan
biologis (30,688%), faktor pergaulan (15,187%), dan faktor tradisi (13,62%). Ketiga
faktor tersebut memberikan proposi keragamaan kumulatif sebesar 59,557% artinya
ketiga faktor tersebut merupakan faktor dominan dan sisanya dapat dipengaruhi
faktor-faktor lainnya yang tidak teridentifikasi oleh penelitian.
Penulis: Aswin Bahar, Gim
Tarigan, Pengarapen Bangun
Kode Jurnal: jpmatematikadd140349

Artikel Terkait :
Jp Matematika dd 2014
- PENURUNAN MODEL TRAFFIC FLOW BERDASARKAN HUKUM-HUKUM KESETIMBANGAN
- PENYELESAIAN PERSAMAAN DIFERENSIAL PARSIAL FOKKER-PLANCK DENGAN METODE GARIS
- KETERKAITAN ANTARA MODUL BEBAS DENGAN MODUL DILIHAT DARI SIFAT-SIFAT HOMOMORFISME MODUL
- KEAKURATAN SOLUSI PADA PERSAMAAN DIFUSI MENGGUNAKAN SKEMA CRANK-NICOLSON
- FAKTORISASI GRAF BARU YANG DIHASILKAN DARI PEMETAAN TITIK GRAF SIKEL PADA BILANGAN BULAT POSITIF
- DISKRITISASI PADA SISTEM PERSAMAAN DIFERENSIAL PARSIAL POLA PEMBENTUKAN SEL
- DESKRIPSI PENGARUH PARAMETER TERHADAP KESTABILAN PERILAKU SISTEM BANDUL GANDA SEDERHANA
- TEOREMA TITIK TETAP DI RUANG BANACH
- ANALISIS METODE BINOMIAL DIPERCEPAT PADA PERHITUNGAN HARGA OPSI EROPA
- MODEL PERGERAKAN TUMPAHAN MINYAK DI PERAIRAN SELAT SUNDA
- MODEL REGRESI LOGISTIK MULTINOMIAL UNTUK MENENTUKAN PILIHAN SEKOLAH LANJUTAN TINGKAT ATAS PADA SISWA SMP
- PENERAPAN LOGIKA FUZZY DAN SEM UNTUK MENGUKUR KEDALAMAN SPIRITUAL DOSEN, KARYAWAN, DAN MAHASIS
- ANALISIS PERILAKU DINAMIK PADA SEL T CD4+ DAN SEL T CD8+ TERHADAP INFEKSI MIKOBAKTERIUM
- OPTIMASI PARAMETER NEURAL NETWORK PADA DATA TIME SERIES UNTUK MEMPREDIKSI RATA-RATA KEKUATAN GEMPA PER PERIODE (Studi Kasus Gempa Bumi di Maluku Utara)
- APLIKASI QUASIGROUP DALAM PEMBENTUKAN KUNCI RAHASIA PADA ALGORITMA HIBRIDA
- PERBEDAAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SEKOLAH MENENGAH ATAS DITINJAU DARI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF DAN KEMAMPUAN IPA
- PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN TEORI PEMBELAJARAN PERILAKU PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS
- MODEL DIAGNOSTIK KESULITAN BELAJAR SISWA BERBASIS UJIAN NASIONAL: IMPLEMENTASI PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA
- PENINGKATAN KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIK SISWA SMP DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH
- PERBEDAAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SMA DITINJAU DARI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF DAN KEMAMPUAN BAHASA INGGERIS
- PENGARUH PEMBELAJARAN KOOPERATIF, PERILAKU BERKARAKTER DAN PENGETAHUAN DASAR SISWA TERHADAP HASIL BELAJAR
- PERBEDAAN HASIL BELAJAR DITINJAU DARI PEMBELAJARAN KOOPERATIF, PERILAKU BERKARAKTER DAN DISPOSISI MATEMATIS
- PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) DAN ASSESMEN KINERJA TERHADAP HASIL BELAJAR MATA KULIAH PROGRAM LINEAR
- MODEL DIAGNOSTIK KESULITAN BELAJAR SISWA BERBASIS UJIAN NASIONAL
- MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIK SISWA SMP MELALUI PENDEKATAN PEMBELAJARAN PROBLEM POSING