MENENTUKAN KOEFISIEN DETERMINASI ANTARA ESTIMASI M DENGAN TYPE WELSCH DENGAN LEAST TRIMMED SQUARE DALAM DATA YANG MEMPUNYAI PENCILAN
Abstrak: Koefisien determinasi
(R2) adalah suatu indikator yang digunakan untuk menggambarkan berapa banyak
variasi yang dijelaskan dalam model. Berdasarkan nilai R2 dapat diketahui
tingkat signifikansi atau kesesuaian hubungan antara variabel bebas dan
variabel tak bebas dalam regresi linier. Pencilan adalah data yang tidak
mengikuti sebagian besar pola dan terletak jauh dari pusat data, dapat
dideteksi dengan metode boxplot (Interquartil Range), menentukan nilai
Leverage, DfFITS dan Cooks Distance. Least Trimmed Squares (LTS) yaitu metode
penaksiran parameter regresi robust yang menggunakan konsep pemangkasan untuk
meminimumkan jumlah kuadrat residual. Penaksir M yaitu metode dalam mengatasi
pencilan dan dapat menggunakan penaksir Welsch dalam mengestimasi parameter
regresi. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan dua metode regresi robust
yakni penaksir LTS dan penaksir M type Welsch dalam mengatasi permasalahan data
pencilan. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu penaksir LTS merupakan metode paling
baik karena mampu mengatasi pencilan dan diperoleh bahwa Least Trimmed Squares
memiliki nilai koefisien determinasi yang paling tinggi dari penaksir M type Welsch.
Penulis: Sabam Daoni
Sinambela, Suwarno Ariswoyo, Henry Rani Sitepu
Kode Jurnal: jpmatematikadd140348

Artikel Terkait :
Jp Matematika dd 2014
- PENURUNAN MODEL TRAFFIC FLOW BERDASARKAN HUKUM-HUKUM KESETIMBANGAN
- PENYELESAIAN PERSAMAAN DIFERENSIAL PARSIAL FOKKER-PLANCK DENGAN METODE GARIS
- KETERKAITAN ANTARA MODUL BEBAS DENGAN MODUL DILIHAT DARI SIFAT-SIFAT HOMOMORFISME MODUL
- KEAKURATAN SOLUSI PADA PERSAMAAN DIFUSI MENGGUNAKAN SKEMA CRANK-NICOLSON
- FAKTORISASI GRAF BARU YANG DIHASILKAN DARI PEMETAAN TITIK GRAF SIKEL PADA BILANGAN BULAT POSITIF
- DISKRITISASI PADA SISTEM PERSAMAAN DIFERENSIAL PARSIAL POLA PEMBENTUKAN SEL
- DESKRIPSI PENGARUH PARAMETER TERHADAP KESTABILAN PERILAKU SISTEM BANDUL GANDA SEDERHANA
- TEOREMA TITIK TETAP DI RUANG BANACH
- ANALISIS METODE BINOMIAL DIPERCEPAT PADA PERHITUNGAN HARGA OPSI EROPA
- MODEL PERGERAKAN TUMPAHAN MINYAK DI PERAIRAN SELAT SUNDA
- MODEL REGRESI LOGISTIK MULTINOMIAL UNTUK MENENTUKAN PILIHAN SEKOLAH LANJUTAN TINGKAT ATAS PADA SISWA SMP
- PENERAPAN LOGIKA FUZZY DAN SEM UNTUK MENGUKUR KEDALAMAN SPIRITUAL DOSEN, KARYAWAN, DAN MAHASIS
- ANALISIS PERILAKU DINAMIK PADA SEL T CD4+ DAN SEL T CD8+ TERHADAP INFEKSI MIKOBAKTERIUM
- OPTIMASI PARAMETER NEURAL NETWORK PADA DATA TIME SERIES UNTUK MEMPREDIKSI RATA-RATA KEKUATAN GEMPA PER PERIODE (Studi Kasus Gempa Bumi di Maluku Utara)
- APLIKASI QUASIGROUP DALAM PEMBENTUKAN KUNCI RAHASIA PADA ALGORITMA HIBRIDA
- PERBEDAAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SEKOLAH MENENGAH ATAS DITINJAU DARI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF DAN KEMAMPUAN IPA
- PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN TEORI PEMBELAJARAN PERILAKU PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS
- MODEL DIAGNOSTIK KESULITAN BELAJAR SISWA BERBASIS UJIAN NASIONAL: IMPLEMENTASI PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA
- PENINGKATAN KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIK SISWA SMP DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH
- PERBEDAAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SMA DITINJAU DARI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF DAN KEMAMPUAN BAHASA INGGERIS
- PENGARUH PEMBELAJARAN KOOPERATIF, PERILAKU BERKARAKTER DAN PENGETAHUAN DASAR SISWA TERHADAP HASIL BELAJAR
- PERBEDAAN HASIL BELAJAR DITINJAU DARI PEMBELAJARAN KOOPERATIF, PERILAKU BERKARAKTER DAN DISPOSISI MATEMATIS
- PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) DAN ASSESMEN KINERJA TERHADAP HASIL BELAJAR MATA KULIAH PROGRAM LINEAR
- MODEL DIAGNOSTIK KESULITAN BELAJAR SISWA BERBASIS UJIAN NASIONAL
- MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIK SISWA SMP MELALUI PENDEKATAN PEMBELAJARAN PROBLEM POSING