UPAYA PENGENDALIAN KADAR GULA DARAH DENGAN MENGGUNAKAN MODIFIKASI DIET PARE PADA PENDERITA DIABETUS MILLITUS DI KLINIK SEHAT MIGUNANI KLATEN
Abstrak: Diet Pare, Diabetes Mellitus, Kadar Gula Darah.
Diabetes Mellitus merupakan
keadaan ketiadaan atau
kekurangan penghasilan insulin,
atau badan bersifat rentang
terhadap insulin. Prinsipnya
penderita Diabetes Mellitus
tidak bisa disembuhkan secara
total. Sebab, tubuh
manusia juga membutuhkan
kadar gula. Oleh karena
itu, pengendalian merupakan
satu-satunya jalan yang
paling efektif. Salah satu
dari pengendalian atau
menurunkankadar gula darah
bagi penderita Diabetes Mellitus
adalah dengan memberikan
modifikasi diet Pare. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui
Penurunan kadar gula
darah pada penderita Diabitus
Millitus dengan menggunakan
modifikasi diet Pare.
Desain penelitian ini menggunakan
jenis penelitian eksperimental
dengan rancangan Quasi Experimental.
Dengan desain Pre
and Post Test
Group Control Design.Hasil penelitian dengan N = 15, kadar
gula darah sebelum dan sesudah diberi diet pare pada penderita DM ada perbedaan
ditunjukkan dengan p= 0,001 (p<0,05). Simpulan dengan
modifikasi pemberian diet
Pare pada penderita
DM dapat menurunkan Kadar Gula
dalam darah. Saran melakukan pemeriksaan
kadar gula darah secara rutin agar terkontrol kadar gula darahnya, dan berkenan
melanjutkan diet dengan pare.
Penulis: Agus Kirwanto
Kode Jurnal: jpkesmasdd140054

Artikel Terkait :
Jp Kesmas dd 2014
- Analisis determinan ketersediaan dokter spesialis dan gambaran fasilitas kesehatan di RSU pemerintah kabupaten/kota Indonesia (analisis data rifaskes 2011)
- Integrasi bidan praktek swasta dalam program kesehatan ibu dan anak puskesmas: studi kasus implementasi jampersal di pelayanan primer
- Durasi tidur, asupan energi, dan aktivitas fisik dengan kejadian obesitas pada tenaga kesehatan puskesmas
- Risk factors of low peak bone mass in Indonesian women
- Prevalensi kasus dehidrasi pada mahasiswa Universitas Gadjah Mada
- Pengaruh pemberian makanan tambahan (PMT) pada ibu hamil terhadap berat lahir bayi
- Batasan indeks massa tubuh dan lingkar perut diabetesi di Indonesia untuk prediksi abnormalitas kadar HDL-kolesterol dan tekanan darah
- Pengaruh taburia terhadap status anemia dan status gizi balita gizi kurang
- Berat badan lahir rendah (BBLR) dengan kejadian stunting pada anak usia 6-24 bulan
- Penerapan algoritma proses asuhan gizi terstandar berbasis skrining gizi
- Pola makan, obesitas, dan frekuensi serangan pada pasien artritis gout
- Pengaruh suplementasi serat Psyllium husk dan diet rendah kalori seimbang terhadap berat badan, kadar kolesterol high-density lipoprotein, dan trigliserida serum pada obes I
- Faktor risiko dan asupan isoflavon pada pasien kanker payudara
- Efek pemberian ekstrak teh hijau (Camellia sinesis (L) O. Kuntze) var. Assamica terhadap total lemak tubuh dan profil lipid wanita dewasa overweight dan obesitas
- Pola makan suku asli Papua dan non-Papua sebagai faktor risiko kejadian hipertensi
- Pemberian jahe instan terhadap kejadian mual muntah dan asupan energi pada ibu hamil trimester pertama
- Kejadian malaria dan status gizi balita di Kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat
- Pengaruh pemberian pangan antioksidan terhadap kadar malondialdehid plasma mahasiswi penyuka gorengan
- Sanitasi, infeksi, dan status gizi anak balita di Kecamatan Tenggarong Kabupaten Kutai Kartanegara
- Konflik peran kerja-keluarga pada ibu bekerja terhadap perilaku obesogenis anak sekolah dasar
- Faktor risiko sarapan pagi dan makanan selingan terhadap kejadian overweight pada remaja sekolah menengah atas
- Asupan zink dan magnesium makanan dengan disfungsi ereksi pada penderita sindrom metabolik
- Efek hipoglikemik tepung komposit (ubi jalar ungu, jagung kuning, dan kacang tunggak) pada tikus diabetes induksi streptozotocin
- Keefektifan ekstra putih telur terhadap peningkatan albumin dan penurunan IL-1β pada pasien tuberkulosis dengan hipoalbuminemia
- GAMBARAN SISTEM PENYELENGGARAAN MAKANAN DI PONDOK PESANTREN HUBULO GORONTALO