Analisis Faktor Hasil Penilaian Budi Pekerti
Abstrak: Penelitian ini
bertujuan untuk mendeskripsikan muatan
faktor hasil penilaian pendidikan budi pekerti siswa di
Sekolah Menengah Atas. Sampel penelitian 545 orang siswa kelas dua.
Ada empat instrumen
yang digunakan, yakni:
instrumen aspek kognitif,
aspek afektif, aspek perilaku
didalam proses pembelajaran
dan aspek perilaku
di luar proses pembelajaran. Masing-masing
aspek mengandung sembilan
indikator sebagai faktor.
Data dianalisis menggunakan teknik
analisis faktor, dan
model yang digunakan
adalah teknik principal components
analysis model confirmatory
dengan rotasi metode
varimak dengan Kaiser normalization. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa
masing-masing faktor secara
statistik bersifat
independen, tidak terkait
dengan indikator yang
lainnya. Temuan ini
memperkuat teori-teori yang digunakan
dalam penelitian ini
bahwa pendidikan budi
pekerti memuat indikator-indikator
pengabdian, keyakinan, kejujuran, kedisiplinan, toleransi, demokrasi, rasa memiliki,
syukur, dan empati. Secara statistik, masing-masing indikator dengan jelas
memuat keempat aspek budi pekerti. Oleh sebab itu, penilaian budi pekerti
mencakup aspek kognitif, afektif, dan perilaku merupakan suatu hal yang mutlak
harus dilakukan.
Penulis: Hadiwinarto
Kode Jurnal: jppsikologisosialdd140025

Artikel Terkait :
Jp Psikologi Sosial dd 2014
- PERSEPSI DUKUNGAN SOSIAL DAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU DI DENPASAR
- HUBUNGAN ANTARA PRASANGKA MASYARAKAT TERHADAP MUSLIMAH BERCADAR DENGAN JARAK SOSIAL
- Hubungan dukungan sosial dan trait kecemasan dengan trauma pada korban perdagangan manusia
- Peningkatan kemampuan berbahasa melalui metode berkomunikasi dengan gambar pada anak dengan ciri gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas
- Bermain dan kompetensi sosial anak: Studi meta-analisis
- KECEMASAN SOSIAL KAUM HOMOSEKSUAL GAY DAN LESBIAN
- IN-GROUP FAVORITSM PADA MAHASISWA AKTIVIS DITINJAU DARI KONSTRUAL DIRI INDEPENDEN-INTERDEPENDEN
- KECERDASAN SPIRITUAL DENGAN KECEMASAN MENGHADAPI MASA PENSIUN
- ADVERSITY QUOTIENT DITINJAU DARI ORIENTASI LOCUS OF CONTROL PADA INDIVIDU DIFABEL
- VALIDITAS DAN RELIABILITAS SKALA SELF-EFFICACY
- KESEPIAN PEMILIK HEWAN PELIHARAAN YANG TINGGAL TERPISAH DARI KELUARGA
- HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN MOTIVASI BELAJAR PADA MAHASISWA UNIVERSITAS ESA UNGGUL
- Kepercayaan Mahasiswa Terhadap Ustadz: Pendekatan Indigenous Psikologi
- Self Objektif Remaja dalam Keluarga Jawa
- Hubungan Antara Efikasi Diri Karier Dengan Kematangan Karier Pada Remaja Di Daerah Kota Tangerang
- Efektivitas Program Resolusi Konflik Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Sosial Siswa Yang Terlibat Perilaku Bullying
- FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN PEKERJA SEKS TIDAK MENGAKSES HIV-VOLUNTARY COUNSELING AND TESTING
- Hubungan antara Kematangan Emosi dan Penyesuaian Sosial dengan Alienasi pada Siswi SMP Islam Terpadu Ihsanul Fikri Boarding School Magelang
- Studi Kasus Konflik Beragama Pada Anak Yang Berasal Dari Keluarga Beda Agama
- Hubungan antara Kematangan Emosi dan Dukungan Emosi dengan Penerimaan pada Ibu yang Memiliki Anak Autis di SLB Negeri Semarang
- STUDI FENOMENOLOGI MENGENAI PENYESUAIAN DIRI PADA WANITA BERCADAR
- PENGARUH GAYA HIDUP HEDONIS TERHADAP PERILAKU KONSUMTIF PADA PRAMUGARI MASKAPAI PENERBANGAN “X”
- Pengaruh Implementasi Program “Temanku Sahabatku” dalam Meningkatkan Perilaku Prososial Anak Pra Sekolah
- KONFORMITAS MAHASISWA PADA KOS BARU (Studi Komparasi Mahasiswa Baru dan Mahasiswa Lama di Lingkungan UNNES)
- Penskalaan Thurstone pada Aitem Thyroid Dysfunction Questionnaire (TDQ) Berbasis Gejala Biopsikososial