ANALISIS HUBUNGAN AKTIVITAS DAN KARAKTERISTIK FISIK TERHADAP WAKTU REAKSI
Abstract: Waktu reaksi
merupakan salah satu hal yang sebaiknya dipertimbangkan dalam pemilihan seorang
pekerja untuk suatu posisi tertentu. Penelitian ini mempertimbangkan tiga
faktor utama yang diyakini berdampak pada melemahnya reaksi seseorang, yakni
faktor usia, faktor tingkat pencahayaan dan faktor jenis kelamin. Penelitian
ini dilakukan pada dua kondisi berbeda yakni saat responden dalam kondisi
sebelum dan sesudah aktivitas fisik sederhana. Tujuan penelitian ini adalah
untuk mengetahui apakahaktivitas fisik sederhana akan melambatkan (karena
lelah) atau mempercepat reaksi (karena tubuh lebih bugar) seseorang. Dengan
menggunakan alat ukur waktu reaksi, percobaan dilakukan dengan menggunakan
desain eksperiman Randomized Complete Blocked Design yang dilengkapi uji ANOVA
dan uji Tukey sebagai Post Hoc Test. Uji T berpasangan dilakukan untuk melihat
pengaruh aktivitas fisik pada seseorang. Hasil analisis menyatakan bahwa faktor
yang secara signifikan mempengaruhi adalah faktor umur dan tingkat penglihatan.
Aktivitas fisik sederhana berdampak melambatkan waktu reaksi. Pada kedua
kondisi ini umur muda dan tingkat pencahayaan terang menghasilkan waktu reaksi
terbaik, namun efeknya berbeda untuk tiap level umur maupun tingkat
pencahayaan.
Penulis: Vivi Triyanti,
William Azali
Kode Jurnal: jptindustridd150160

Artikel Terkait :
Jp Teknik Industri dd 2015
- Usulan Strategi Pemasaran Tenun Ikat Kupang Berdasarkan Tingkat Kepentingan Konsumen dengan Metode Cluster Analysis
- Perancangan Ruang Triase dan Intermediate Ward (IW) Ditinjau Dari Segi Ergonomi dan Peraturan Pemerintah (Studi Kasus di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS.X)
- Perancangan Prosedur Administrasi Keuangan dengan Menggunakan Analisis PIECES (Studi Kasus di Koordinatorat Mata Kuliah Umum Universitas Kristen Maranatha)
- Perumusan Strategi Bauran Pemasaran Produk A Berdasarkan Analisis Segmenting, Targeting, dan Positioning di Bandung
- Usulan Strategi Pemasaran Berdasarkan Metode Correspondence Analysis (CA), Importance Performance Analysis (IPA), & Uji Hipotesis (Studi Kasus: Travel Transline, Bandung)
- Usulan Tata Letak Fasilitas Laboratorium Teknik Industri Universitas Kristen Maranatha-Bandung
- Pemetaan Entitas dan Aliran pada Jaringan Sistem Rantai Pasok Produk Susu (Studi Kasus di PT Frisian Flag Indonesia, Jakarta)
- RANCANGAN TEMPAT DAN GEROBAK SAMPAH UNTUK PERBAIKAN SISTEM PENGUMPULAN SAMPAH DI TAMAN HUTAN RAYA (TAHURA) IR. H. DJUANDA
- PERANCANGAN ULANG TATA LETAK FASILITAS DENGAN PENDEKATAN LEAN MANUFACTURING
- SISTEM INFORMASI BERBASIS WEB UNTUK MONITORING DAN EVALUASI SENTRA INDUSTRI KECIL ALAS KAKI DI JAWA BARAT
- SISTEM DETEKSI GANGGUAN DEPRESI PADA ANAK-ANAK DAN REMAJA
- A HYBRID GENETIC ALGORITHM IMPLEMENTATION FOR VEHICLE ROUTING PROBLEM WITH TIME WINDOWS
- PERBAIKAN KUALITAS PRODUK WAJAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA DAN KANO
- PENDEKATAN MODEL KANO PADA QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT UNTUK PERBAIKAN KUALITAS KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR
- PENILAIAN TEKNOLOGI MENGGUNAKAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS DAN TEKNOMETRIK DI DEPARTEMEN PRODUKSI
- PERAMALAN BEBAN LISTRIK JANGKA MENENGAH PADA SISTEM KELISTRIKAN KOTA SAMARINDA
- ANALISIS KINERJA PROSES LATEX DIPPING MENGGUNAKAN TEKNIK CAPABILITY PROCESS (STUDI KASUS: PT DHARMA MEDIPRO)
- STRATEGI PENGENTASAN KEMISKINAN DI JAWA TIMUR MELALUI PENGEMBANGAN USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (UMKM)
- KARAKTERISASI BAKSO KERING KAYA PROTEIN DARI “MARINE BEEF” DENGAN SUBSTITUSI TEPUNG SUWEG
- PERENCANAAN JADWAL INDUK PRODUKSI DENGAN MENGGUNAKAN LINIER PROGRAMMING PADA INDUSTRI MANUFAKTUR PT ”X”
- PENJADWALAN FLOW SHOP DENGAN PENDEKATAN CROSS ENTROPY-GENETIC ALGORITHM UNTUK MENURUNKAN MAKESPAN PADA PEMBUATAN RODA GIGI
- PERANCANGAN SISTEM SORTING BUAH JERUK MANIS BERBASIS PERBEDAAN WARNA KULIT BUAH
- RANCANG BANGUN SISTEM DETEKSI DAGING AYAM BANGKAI MENGGUNAKAN SENSOR WARNA DAN JARINGAN SYARAF TIRUAN
- PENINGKATAN KUALITAS ABON NANGKA MUDA DENGAN SUBSTITUSI TEPUNG TEMPE. KAJIAN DARI KANDUNGAN PROTEIN DAN TINGKAT KESUKAAN KONSUMEN
- PENERAPAN SISTEM HAZARD ANALYSIS CRITICAL CONTROL POINT (HACCP) PADA PROSES PEMBUATAN KERIPIK TEMPE