PENGARUH POLA TUSUK DASAR MENJAHIT TERHADAP LEBAR KAIN SAAT DIKENAI BEBAN
Abstrak: Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui
pengaruh pola tusuk
dasar menjahit terhadap
lebar kain saat dikenai
beban. Pola tusuk
dasar menjahit yang
digunakan berupa tusuk
jelujur, tusuk balut,
tusuk batang/tangkai, dan tusuk
tikam jejak. Metode
penelitian yang digunakan
berupa eksperimen dengan
variabel bebas berupa
pola tusuk dasar menjahit;
variabel kontrol berupa
jenis kain, panjang
jahitan, ukuran kain,
dan jenis benang;
variabel terikat berupa lebar
kain saat dikenai
beban bermassa 60 gr,
80
gr, 100 gr,
140 gr, 200
gr. Langkah-langkah penelitian: 1)
menyambung dua potong
kain pada bagian
ujungnya menggunakan salah
satu pola tusuk
dasar menjahit; 2) menggantung
keempat kain pada
batang yang telah
disediakan; 3). mengukur
lebar masing-masing kain sebelum
digantungi beban; 4) memberi tanda pada tempat di sekitar papan sebagai patokan
pengukuran lebar kain saat dikenai
beban; 5) menggantungkan beban
60 gr, 80
gr, 100 gr,
140 gr, dan
200 gr pada
masing-masing ujung kain; 6) mengukur lebar kain menggunakan penggaris
pada tempat yang telah diberi tanda. Kesimpulan dari penelitian ini
adalah pola tusuk
dasar menjahit berpengaruh
terhadap lebar kain
saat dikenai beban.
Tusuk dasar menjahit yang paling
dapat mempertahankan lebar kain saat dikenai beban adalah tusuk tikam jejak,
sedangkan pola tusuk yang sangat sulit mempertahankan lebar kain saat dikenai
beban adalah tusuk jelujur.
Penulis: Siti Sarah
Kode Jurnal: jpkimiadd140384

Artikel Terkait :
Jp Kimia dd 2014
- BEBERAPA PARAMETER KIMIA YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN RUMPUT LAUT MERAH KAPPAPHYCUS ALVAREZII (DOTY) DI PERAIRAN LEBIH-DALAM
- SINTESIS DAN KARAKTERISASI SENYAWA 3,3’-BENZILIDENA BIS- 4 – HIDROKSI KUMARIN UNTUK SEDIAAN RADIOTERAPI
- SYNTHESIS N-PHENYLAMINEDITHIOCARBAMATE AS CHELATING AGENT IN SOLVENT EXTRACTION
- PEMANFAATAN ASAP CAIR KAYU PUTIH (MALALEUCA CAJUPUTI) SEBAGAI ANTIOKSIDAN DALAM PENGOLAHAN IKAN TUNA ASAP
- SENYAWA HASIL ISOLASI DARI TUMBUHAN KI ENCOK (PLUMBAGO ZEYLANICA) YANG BERAKTIVITAS ANTIBAKTERI PENYAKIT MULUT DAN GIGI
- POTENSI TAUCO SEBAGAI PANGAN FUNGSIONAL
- POLA SEGREGASI PEWARISAN KARAKTER BUTIR KAPUR DAN KANDUNGAN AMILOSA BERAS PADA GENERASI F2 BEBERAPA HASIL PERSILANGAN PADI (ORYZA SATIVA L.)
- KARAKTERSITIK FISIKO-KIMIA DAN SENSORIK JUS EKSTRAK BUAH SALAK (SALACCA EDULIS REINW) VARIETAS BONGKOK
- IDENTIFIKASI POPULASI BAKTERI DALAM SPONS PENCUCI PIRING DENGAN METODE PCR-RFLP
- PENGARUH KECEPATAN PUTAR DEPOSISI TERHADAP STRUKTUR KRISTAL, KETEBALAN DAN MORFOLOGI LAPISAN TIPIS TIMBAL ZIRKONAT TITANAT (PZT) DENGAN METODE SPIN COATER
- PROSES DEPROTEINISASI KARET ALAM (DPNR) DARI LATEKS HEVEA BRASILIENSIS MUELL ARG. DENGAN CARA ENZIMATIK
- SINTESIS DAN KARAKTERISASI 1,4,7-TRIAZASIKLONONANA-1,4,7-ASAM TRIASETAT (NOTA) SEBAGAI LIGAN DALAM SENYAWA KOMPLEKS SEDIAAN RADIOTERAPI
- PEMBUATAN MEMBRAN SELULOSA ASETAT TERMODIFIKASI ZEOLIT ALAM LAMPUNG UNTUK PEMISAHAN ETANOL-AIR SECARA PERVAPORASI
- ANALISIS GLIKOSIDA KARDIOAKTIF DIGOKSIN MENGGUNAKAN ULTRA PERFORMANCE LIQUID CHROMATOGRAPHY (UPLC)
- GREEN SYNTHESIS OF ISOPULEGOL FROM CITRONELLAL CATALYSED BY ZEOLITE BASED SOLID ACID CATALYSTS
- EKSFOLIASI LAPISAN H2BABI2TI4O13 DAN UJI AKTIVITAS KATALITIKNYA PADA PEMBENTUKAN ETIL ASETAT
- UJI BIOINSEKTISIDA DAN FRAKSI NON-POLAR EKSTRAK KLOROFORM KULIT BATANG TUMBUHAN NYIRI BATU (Xylocarpus moluccensis)
- FITOKIMIA DAN UJI BIOINSEKTISIDA ISOLAT DARI EKSTRAK KULIT BATANG TUMBUHAN NYIRI BATU TERHADAP ULAT GRAYAK
- PENGARUH WAKTU FERMENTASI DAN KONSENTRASI BIBIT KEFIR TERHADAP MUTU KEFIR SUSU SAPI
- “ANGBI PENCASE” KOTAK PENSIL ANGRY BIRD BERBAHAN DASAR LIMBAH KERTAS
- PENENTUAN UKURAN CLUSTER NANOPARTIKEL EMAS MENGGUNAKAN MATRIK GLISERIN DENGAN INSTRUMEN ZETASIZER NANO
- SINTESIS DAN KARAKTERISASI PADATAN SILIKA-ALUMINA DENGAN VARIASI SUHU KALSINASI SEBAGAI PENDUKUNG KATALIS CAMPURAN OKSIDA LOGAM Cu/Zn
- MODELING HUBUNGAN KUANTITATIF STRUKTUR DAN AKTIVITAS (HKSA) PINOCEMBRIN DAN TURUNANNYA SEBAGAI ANTI KANKER
- KAJIAN TEORITIS UNTUK MENENTUKAN CELAH ENERGI KOMPLEKS 8-HIDROKSIQUINOLIN TERKONJUGASI LOGAM BESI DENGAN MENGGUNAKAN TEORI KERAPATAN FUNGSIONAL
- EFFECT OF TEMPERATURE AND pH ON SWEET POTATO STARCH RESIDUE FERMENTATION TO PRODUCE BIOHYDROGEN THROUGH DARK-FERMENTATION USING YEAST