ANALISIS STRATIFIKASI SOSIAL SEBAGAI SUMBER KONFLIK ANTAR ETNIK DI KALIMANTAN BARAT
Abstrak: Secara sederhana,
tulisan ini akan menganalisa penyebab atau sumber terjadinya konflik antar
etnik di Kalimantan Barat, yang terfokus kepada tingkatan stratifikasi sosial.
Penulis berasumsi bahwa perbedaan stratifikasi sosial yang kemudian terbentuk
sistem pranata sosial (The System of Class Stratifications) mempunyai dampak
sosial (konflik antar etnis). Pranata sosial dalam aspek ideologi,agama,
ekonomi, politik, bahasa, pendidikan, budaya dan norma-norma sosial lainnya,
secara teoritik akan menimbulkan gesekan sosial dan pandangan stereotype etnik
yang rentan muncul benih-benih konflik bila dalam realitas sosial menampakkan
sifat egois dan fanatisme yang nilai-nilai etnisitas. Benih-benih konflik
bersifat laten, apalagi bila ditopang dengan harapan untuk menguasai dan mempertahankan
power-privilage-prestige. Disinilah timbul pergolakan sosial antara masyarakat “pribumi”
dengan pendatang ataupun sesama etnis. Demikian pula munculnya pertentangan antara
kelompok yang ingin menguasai dan mempertahankan power-privilage-prestige
dengan kelompok yang ingin merebutnya.Bagi penulis ini sebuah ironi yang perlu
kita kaji dan mencari alternatif pemecahan. Ini penting karena menyangkut hak
usaha dan hidup manusia yang bagian dari hak asasi manusia, sehingga dengan
kejadian konflik etnik di bumi nusantara ini, muncul resolusi konflik sebagai
usaha untuk membangun masyarakat pluralis tanpa kekerasan. Alhasil, sebagai
masyarakat akademisi mempunyai amanat untuk memberikan sumbangsih pemikiran
agar konflik yang bermuansa SARA dapat dikurangi atau bahkan mungkin
ditiadakan. Sebuah tantangan untuk mengkaji teori sosiologi khususnya teori
(korelasi) stratifikasi sosial dengan konflik sosial.
Penulis: Mohammad Ali Al
Humaidy
Kode Jurnal: jpperadabanislamdd070081

Artikel Terkait :
Jp Peradaban Islam dd 2007
- MASYARAKAT MADURA DAN RENCANA PEMBANGUNAN PLTN: PERSPEKTIF TEOLOGI
- TAWASHOW’ ALA MADURA
- KERAPAN SAPI: “PESTA” RAKYAT MADURA (Perspektif Historis-Normatif)
- EPISTEMOLOGI CAROK (Refleksi terhadap Struktur Dasar Kesadaran dalam Aktivitas Manusia Mengetahui)
- TIPOLOGI KIAI MADURA (Telaah Terhadap Silsilah dan Keberagamaan Prilaku Kiai-Kiai di Pamekasan)
- KEPEMIMPINAN KHARISMATIK KYAI DALAM PERSPEKTIF MASYARAKAT MADURA
- REVITALISASI SEMANGAT BHUPPA’ BHĂBHU’ GHURU RATO DALAM MELIHAT MADURA KE DEPAN
- BHUPPA’-BHÂBHU’-GHURU-RATO (Studi Konstruktivisme-Strukturalis tentang Hierarkhi Kepatuhan dalam Budaya Masyarakat Madura)
- IDENTITAS BUDAYA MADURA
- CAROK VS HUKUM PIDANA INDONESIA (Proses Transformasi Budaya Madura Kedalam Sistem Hukum Indonesia)
- KEKUASAAN JURAGAN DAN KIAI DI MADURA
- KYAI DAN BLATER (Elite Lokal dalam Masyarakat Madura)
- CROSS MARRIAGE (Sebuah Model Pembauran Budaya Antar Komunitas Cina, Arab, India, Jawa dan Madura di Sumenep Kota)
- ROKAT BHUJU’ VIS-À-VIS KOMPOLAN (Metamorfosis Elit Madura Pasca Keruntuhan Orde Baru)
- DIMENSI EPISTEMOLOGIS TRADISI RITUAL SAMMAN DALAM MASYARAKAT MADURA (Telaah dalam Perspektif Epistemologi ‘Abd al-Jabbar)
- REVITALISASI NILAI LUHUR TRADISI LOKAL MADURA
- CORAK DAN METODE PENAFSIRAN AL-QUR’AN
- PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA SANTRI DI PESANTREN UNTUK MEMASUKI KEHIDUPAN MASYARAKAT ( STUDI PADA PESANTREN MAHASISWA AL HIKAM MALANG)
- INTERAKSI SOSIAL JAMAAH TABLIGH DI KOTA MALANG (STUDI TENTANG INTERAKSI SOSIAL JAMAAH TABLIGH DI MASJID PELMA DAN PONPES JAMI'URRAHMAN MALANG)
- PRAKTIK POLIGAMI DI KALANGAN PARA KIAI (STUDI KONSTRUKSI SOSIAL POLIGAMI PARA KIAI PESANTREN DI JAWA TIMUR)
- EVALUASI IMPLEMENTASI PENDIDIKAN MADRASAH MA’ARIF DI KABUPATEN JOMBANG
- MODEL PENYEBARAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH DI MALANG
- UJI POTENSI EKSTRAK DAUN KETEPENG CINA (CASSIA ALATA L.) TERHADAP PENGHAMBATAN PERTUMBUHAN TRICHOPHYTON SP
- KARAKTERISTIK ION NA+ DAN CA2+ TELAGA COASTAL AQUIFER DAERAH KAPUR MALANG SELATAN PADA PERIODE PASANG-SURUT