CROSS MARRIAGE (Sebuah Model Pembauran Budaya Antar Komunitas Cina, Arab, India, Jawa dan Madura di Sumenep Kota)
Abstrak: Kekayaan budaya
Sumenep kota merupakan hasil prosess difusi ,akulturasi, dan asimilasi yang berlangsung
dalam kurun waktu yang lama dan berkelanjutan dari berbagai kebudayaaan yang berasal
dari berbagai komunitas ras/etnis yang mendiami kota kuno ini. Proses pembauran
budaya ini berjalan secara alamiah sebagai konsekuensi wajar dari interaksi
antar komunitas dalam memenuhi kebutuhan dan harapan hidup mereka. Dalam
pembauran panjang yang menghasilkan masyarakat multikultural ini, budaya
Sumenep muncul dengan suatu karakteristik unik sebagai suatu entitas kebudayaan
Sumenep. Unsur-unsur budaya non-Sumenep/Madura tetap terlihat, tetapi sebagai
sebuah entitas kebudayaan ia telah menjadi budaya kahas Sumenep, Perkawinan silang
(cross marriage) merupakan salah satu lembaga yang menjadi faktor berjalannya
proses pembauran multi etnis/ras berjalan secara alamiah dengan intensitas yang
tinggi dan total. Hal ini menghasilkan suatu pembauran budaya yang berkualitas
dalam berbagai ranah kehidupan: bahasa, arsitektur, model pergaulan,masakan,
kesenian dan juga piranti-piranti lainnya yang diperlukan dalam memenuhi hajat
hidup masyarakat seperti alat transportasi laut, pertanian, dan perabot rumah
tangga; dan yang terlebih penting memberikan pengalaman aktual bagaimana menjalani
hidup dalam banyak warna.
Penulis: M. Masyhur Abadi
Kode Jurnal: jpperadabanislamdd070077

Artikel Terkait :
Jp Peradaban Islam dd 2007
- MASYARAKAT MADURA DAN RENCANA PEMBANGUNAN PLTN: PERSPEKTIF TEOLOGI
- TAWASHOW’ ALA MADURA
- KERAPAN SAPI: “PESTA” RAKYAT MADURA (Perspektif Historis-Normatif)
- EPISTEMOLOGI CAROK (Refleksi terhadap Struktur Dasar Kesadaran dalam Aktivitas Manusia Mengetahui)
- TIPOLOGI KIAI MADURA (Telaah Terhadap Silsilah dan Keberagamaan Prilaku Kiai-Kiai di Pamekasan)
- KEPEMIMPINAN KHARISMATIK KYAI DALAM PERSPEKTIF MASYARAKAT MADURA
- REVITALISASI SEMANGAT BHUPPA’ BHĂBHU’ GHURU RATO DALAM MELIHAT MADURA KE DEPAN
- BHUPPA’-BHÂBHU’-GHURU-RATO (Studi Konstruktivisme-Strukturalis tentang Hierarkhi Kepatuhan dalam Budaya Masyarakat Madura)
- IDENTITAS BUDAYA MADURA
- ANALISIS STRATIFIKASI SOSIAL SEBAGAI SUMBER KONFLIK ANTAR ETNIK DI KALIMANTAN BARAT
- CAROK VS HUKUM PIDANA INDONESIA (Proses Transformasi Budaya Madura Kedalam Sistem Hukum Indonesia)
- KEKUASAAN JURAGAN DAN KIAI DI MADURA
- KYAI DAN BLATER (Elite Lokal dalam Masyarakat Madura)
- ROKAT BHUJU’ VIS-À-VIS KOMPOLAN (Metamorfosis Elit Madura Pasca Keruntuhan Orde Baru)
- DIMENSI EPISTEMOLOGIS TRADISI RITUAL SAMMAN DALAM MASYARAKAT MADURA (Telaah dalam Perspektif Epistemologi ‘Abd al-Jabbar)
- REVITALISASI NILAI LUHUR TRADISI LOKAL MADURA
- CORAK DAN METODE PENAFSIRAN AL-QUR’AN
- PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA SANTRI DI PESANTREN UNTUK MEMASUKI KEHIDUPAN MASYARAKAT ( STUDI PADA PESANTREN MAHASISWA AL HIKAM MALANG)
- INTERAKSI SOSIAL JAMAAH TABLIGH DI KOTA MALANG (STUDI TENTANG INTERAKSI SOSIAL JAMAAH TABLIGH DI MASJID PELMA DAN PONPES JAMI'URRAHMAN MALANG)
- PRAKTIK POLIGAMI DI KALANGAN PARA KIAI (STUDI KONSTRUKSI SOSIAL POLIGAMI PARA KIAI PESANTREN DI JAWA TIMUR)
- EVALUASI IMPLEMENTASI PENDIDIKAN MADRASAH MA’ARIF DI KABUPATEN JOMBANG
- MODEL PENYEBARAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH DI MALANG
- UJI POTENSI EKSTRAK DAUN KETEPENG CINA (CASSIA ALATA L.) TERHADAP PENGHAMBATAN PERTUMBUHAN TRICHOPHYTON SP
- KARAKTERISTIK ION NA+ DAN CA2+ TELAGA COASTAL AQUIFER DAERAH KAPUR MALANG SELATAN PADA PERIODE PASANG-SURUT