DIMENSI EPISTEMOLOGIS TRADISI RITUAL SAMMAN DALAM MASYARAKAT MADURA (Telaah dalam Perspektif Epistemologi ‘Abd al-Jabbar)
Abstrak: Artikel ini berusaha
semaksimal mungkin merefleksikan dimensi epistemologis tradisi ritual samman,
sebagai tradisi budaya masyarakat Madura, dalam perspektif ‘Abd al-Jabbar.
Hasil refleksi menunjukkan bahwa tradisi ritual samman dalam masyarakat Madura
merupakan salah satu media latihan mencapai ekstase religius menuju Sang
Khalik. Semua itu dilakukan dalam rangka terciptanya ketenangan batin,
ketenteraman, rasa aman, dan kesejahteraan hidup. Seluruh prosesi tradisi
ritual samman terdiri dari lima babak yang meliputi aspek gerakan, bacaan, dan ormasi
berupa pusat orbit lingkaran. Simbol-simbol dalam tradisi ritual samman terdiri
dari simbol tarian sakral, pusat orbit lingkaran, huruf serta simbol Allah dan
Muhammad. Dimensi epistemologis tradisi ritual samman merupakan pengetahuan
yang dimiliki masyarakat Madura tentang tradisi ritual samman sebagai hasil
dialektika antara unsur obyektif berupa fakta-empirissensual dan
fakta-akal-budi-rasional yang bersifat korespondensi, dan unsur subyektif
berupa ketenangan jiwa dalam meyakini kebenaran tradisi ritual samman yang bersifat
koherensi dengan ajaran Islam.
Penulis: Ainurrahman Hidayat
Kode Jurnal: jpperadabanislamdd070075

Artikel Terkait :
Jp Peradaban Islam dd 2007
- MASYARAKAT MADURA DAN RENCANA PEMBANGUNAN PLTN: PERSPEKTIF TEOLOGI
- TAWASHOW’ ALA MADURA
- KERAPAN SAPI: “PESTA” RAKYAT MADURA (Perspektif Historis-Normatif)
- EPISTEMOLOGI CAROK (Refleksi terhadap Struktur Dasar Kesadaran dalam Aktivitas Manusia Mengetahui)
- TIPOLOGI KIAI MADURA (Telaah Terhadap Silsilah dan Keberagamaan Prilaku Kiai-Kiai di Pamekasan)
- KEPEMIMPINAN KHARISMATIK KYAI DALAM PERSPEKTIF MASYARAKAT MADURA
- REVITALISASI SEMANGAT BHUPPA’ BHĂBHU’ GHURU RATO DALAM MELIHAT MADURA KE DEPAN
- BHUPPA’-BHÂBHU’-GHURU-RATO (Studi Konstruktivisme-Strukturalis tentang Hierarkhi Kepatuhan dalam Budaya Masyarakat Madura)
- IDENTITAS BUDAYA MADURA
- ANALISIS STRATIFIKASI SOSIAL SEBAGAI SUMBER KONFLIK ANTAR ETNIK DI KALIMANTAN BARAT
- CAROK VS HUKUM PIDANA INDONESIA (Proses Transformasi Budaya Madura Kedalam Sistem Hukum Indonesia)
- KEKUASAAN JURAGAN DAN KIAI DI MADURA
- KYAI DAN BLATER (Elite Lokal dalam Masyarakat Madura)
- CROSS MARRIAGE (Sebuah Model Pembauran Budaya Antar Komunitas Cina, Arab, India, Jawa dan Madura di Sumenep Kota)
- ROKAT BHUJU’ VIS-À-VIS KOMPOLAN (Metamorfosis Elit Madura Pasca Keruntuhan Orde Baru)
- REVITALISASI NILAI LUHUR TRADISI LOKAL MADURA
- CORAK DAN METODE PENAFSIRAN AL-QUR’AN
- PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA SANTRI DI PESANTREN UNTUK MEMASUKI KEHIDUPAN MASYARAKAT ( STUDI PADA PESANTREN MAHASISWA AL HIKAM MALANG)
- INTERAKSI SOSIAL JAMAAH TABLIGH DI KOTA MALANG (STUDI TENTANG INTERAKSI SOSIAL JAMAAH TABLIGH DI MASJID PELMA DAN PONPES JAMI'URRAHMAN MALANG)
- PRAKTIK POLIGAMI DI KALANGAN PARA KIAI (STUDI KONSTRUKSI SOSIAL POLIGAMI PARA KIAI PESANTREN DI JAWA TIMUR)
- EVALUASI IMPLEMENTASI PENDIDIKAN MADRASAH MA’ARIF DI KABUPATEN JOMBANG
- MODEL PENYEBARAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH DI MALANG
- UJI POTENSI EKSTRAK DAUN KETEPENG CINA (CASSIA ALATA L.) TERHADAP PENGHAMBATAN PERTUMBUHAN TRICHOPHYTON SP
- KARAKTERISTIK ION NA+ DAN CA2+ TELAGA COASTAL AQUIFER DAERAH KAPUR MALANG SELATAN PADA PERIODE PASANG-SURUT