REVITALISASI SEMANGAT BHUPPA’ BHĂBHU’ GHURU RATO DALAM MELIHAT MADURA KE DEPAN
Abstrak: Di antara tugas hidup
manusia ialah memuliakan diri sendiri. Dorongan untuk membawa ke kemuliaan diri
sendiri ialah iman dan akhlak. Bilamana iman dan akhlak tidak terdapatlagi pada
diri manusia, maka turunlah derajatnya, hatinya akan gelap, yang tentunya hal
seperti itu sangat berbahaya dan bisa mengancam kebahagiaan bersama. Karena ia
akan buta mengerjakan kebaikan-kebaikan yang memberi kemaslahatan kepada
dirinya dan masyarakat sekelilingnya. Kiranya mengingat tugas hidup manusia
seperti itulah leluhur Madura menyusun falsafah bhuppa’ bhâbhu’ ghuru rato, agar
generasinya selalu berada dalam kemuliaan hidup.
Namun di sepanjang perjalanan, falsafah bhuppa’ bhâbhu’ ghuru rato selalu
dibayangi sisi negatif, sebagaimana falsafah hidup lainnya di banyak etnis. Dari
sisi inilah terlihat ketidakberdayaan manusia, dalam arti manusia memiliki keterbatasan
berfikir yang nyata, dan Allah telah menurunkan agama sebagai aturan hidup bagi
manusia.
Penulis: A. Sulaiman Sadik
Kode Jurnal: jpperadabanislamdd070084

Artikel Terkait :
Jp Peradaban Islam dd 2007
- MASYARAKAT MADURA DAN RENCANA PEMBANGUNAN PLTN: PERSPEKTIF TEOLOGI
- TAWASHOW’ ALA MADURA
- KERAPAN SAPI: “PESTA” RAKYAT MADURA (Perspektif Historis-Normatif)
- EPISTEMOLOGI CAROK (Refleksi terhadap Struktur Dasar Kesadaran dalam Aktivitas Manusia Mengetahui)
- TIPOLOGI KIAI MADURA (Telaah Terhadap Silsilah dan Keberagamaan Prilaku Kiai-Kiai di Pamekasan)
- KEPEMIMPINAN KHARISMATIK KYAI DALAM PERSPEKTIF MASYARAKAT MADURA
- BHUPPA’-BHÂBHU’-GHURU-RATO (Studi Konstruktivisme-Strukturalis tentang Hierarkhi Kepatuhan dalam Budaya Masyarakat Madura)
- IDENTITAS BUDAYA MADURA
- ANALISIS STRATIFIKASI SOSIAL SEBAGAI SUMBER KONFLIK ANTAR ETNIK DI KALIMANTAN BARAT
- CAROK VS HUKUM PIDANA INDONESIA (Proses Transformasi Budaya Madura Kedalam Sistem Hukum Indonesia)
- KEKUASAAN JURAGAN DAN KIAI DI MADURA
- KYAI DAN BLATER (Elite Lokal dalam Masyarakat Madura)
- CROSS MARRIAGE (Sebuah Model Pembauran Budaya Antar Komunitas Cina, Arab, India, Jawa dan Madura di Sumenep Kota)
- ROKAT BHUJU’ VIS-À-VIS KOMPOLAN (Metamorfosis Elit Madura Pasca Keruntuhan Orde Baru)
- DIMENSI EPISTEMOLOGIS TRADISI RITUAL SAMMAN DALAM MASYARAKAT MADURA (Telaah dalam Perspektif Epistemologi ‘Abd al-Jabbar)
- REVITALISASI NILAI LUHUR TRADISI LOKAL MADURA
- CORAK DAN METODE PENAFSIRAN AL-QUR’AN
- PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA SANTRI DI PESANTREN UNTUK MEMASUKI KEHIDUPAN MASYARAKAT ( STUDI PADA PESANTREN MAHASISWA AL HIKAM MALANG)
- INTERAKSI SOSIAL JAMAAH TABLIGH DI KOTA MALANG (STUDI TENTANG INTERAKSI SOSIAL JAMAAH TABLIGH DI MASJID PELMA DAN PONPES JAMI'URRAHMAN MALANG)
- PRAKTIK POLIGAMI DI KALANGAN PARA KIAI (STUDI KONSTRUKSI SOSIAL POLIGAMI PARA KIAI PESANTREN DI JAWA TIMUR)
- EVALUASI IMPLEMENTASI PENDIDIKAN MADRASAH MA’ARIF DI KABUPATEN JOMBANG
- MODEL PENYEBARAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH DI MALANG
- UJI POTENSI EKSTRAK DAUN KETEPENG CINA (CASSIA ALATA L.) TERHADAP PENGHAMBATAN PERTUMBUHAN TRICHOPHYTON SP
- KARAKTERISTIK ION NA+ DAN CA2+ TELAGA COASTAL AQUIFER DAERAH KAPUR MALANG SELATAN PADA PERIODE PASANG-SURUT