BOBOT BADAN BERBAGAI JENIS AYAM SENTUL DI GABUNGAN KELOMPOK TANI TERNAK CIUNG WANARA KECAMATAN CIAMIS KABUPATEN CIAMIS
ABSTRAK: Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui perbedaan bobot badan pada berbagai jenis dan umur
ayam Sentul di Gabungan Kelompok Tani Ternak Ciung Wanara di Ciamis. Materi
yang digunakan adalah berbagai jenis ayam Sentul di gabungan kelompok tani
ternak Ciung Wanara berjumlah 6 peternak. Sampel diambil umur 2 bulan, 5 bulan
dan dewasa. Metode yang digunakan General Linier Model (GLM), sebagai fixed
effect lima jenis ayam Sentul (Geni, Abu, Batu, Debu dan Emas) dengan ulangan
tidak sama (anequal) yaitu peternak. Rataan bobot badan ayam Sentul (Batu, Abu,
Debu, Emas dan Geni) umur 2 bulan jantan adalah 628.06±22.16, 611.74±35.69,
605.38±45.71, 636.61±49.63, dan 618.70±43.85, betina 601.04±32.21,
614.35±26.06, 611.69±57.70, 610.76±61.68, dan 628.71±12.08. Ayam Sentul umur 5
bulan jantan adalah 1768,19±50,82,
1812,03±37,96, 1768,34±44,83, 1779,39±46,63, dan 1777,39±40,62, betina
1287,11±24,47, 1300,55±13,19, 1286,21±36,59, 1284,43±28,85, dan 1287,06±24,21.
Ayam Sentul dewasa jantan adalah
2736,23±140,45, 2817,74±106,19, 2751,81±73,49, 2693,11±142,18, dan
2781,86±82,91, betina 1690,06±62,78, 1713,57±125,88, 1745,43±65,44,
1714,09±131,43, dan 1593,55±135,73. Hasil analisis variansi menunjukan bahwa
berbagai jenis ayam sentul berpengaruh tidak nyata (P<0.01) terhadap bobot
badan ayam Sentul (umur 2 bulan, 5 bulan dan dewasa). Kesimpulan dari
penelitian ini bahwa tidak terdapat perbedaan bobot badan pada berbagai jenis
ayam Sentul umur 2 bulan, 5 bulan dan dewasa jantan dan betina.
Penulis: Meyliyana, Sigit
Mugiyono, Roesdiyanto
Kode Jurnal: jppeternakandd130345

Artikel Terkait :
Jp Peternakan dd 2013
- Produksi Rumput Gajah (Pennisetum purpureum) yang Diberi Pupuk N, P dan K dengan Dosis 0, 50 dan 100% pada Devoliasi Hari ke-45
- Ukuran Tubuh Entok di Tiga Kabupaten Provinsi Jawa Tengah
- Grade Kambing Peranakan Ettawa pada Kondisi Wilayah yang Berbeda
- Pengaruh Perbedaan Ketinggian Tempat Terhadap Capaian Hasil Inseminasi Buatan Pada Kambing Peranakan Ettawa
- Analisis Pendapatan Usaha Ternak Sapi Perah Di Kecamatan Cepogo Kabupaten Boyolali
- Variasi Genetik Itik Bayang Berbasis Marka Mikrosatelit Pada Lokus AY287 dan Lokus AY283
- Penampilan Produksi Hijauan Hasil Tumpangsari Arbila (Phaseolus lunatus) Berinokulum Rhizobium dan Sorgum (Sorghum bicolor) pada Jarak Tanam Arbila dan Jumlah Baris Sorgum
- Berat Karkas dan Lemak Abdominal Ayam Broiler yang diberi Tepung Jintan Hitam (Nigella sativa) dalam Ransum selama Musim Panas
- Kajian Vaksin Avian Influesa (AI) pada Ayam Buras dengan Sistem Kandang Kurung di Gunung Kidul Yogyakarta
- Analisis Tingkat Kepentingan dan Kinerja Atribut-atribut Daging Sapi Bali yang Beredar di Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur
- Evaluasi Proteksi Sabun Kalsium Sebagai Pakan Suplemen Berdasarkan Kecernaan Bahan Kering, Kecernaan Bahan Organik dan pH In Vitro di dalam Rumen dan Pasca Rumen
- Pengaruh Suplementasi Betain terhadap Beberapa Parameter Lipida dan Protein Darah pada Puyuh
- Pengaruh Imbangan Protein Kasar dan Total Digestible Nutrients pada Pakan yang Berbeda Terhadap Pemanfaatan Energi Pakan pada Domba Lokal
- Identification of Pregnancy-Associated Glycoprotein (PAG) on Jawarandu Goat Cotyledons
- Pengaruh Perendaman Telur dengan Larutan Hidrogen Peroksida terhadap Penurunan Bobot, Haugh Unit dan Indeks Putih Telur Itik Konsumsi Selama Penyimpanan pada Suhu Ruang
- Hubungan Genetik antara Domba Wonosobo (Dombos), Domba Ekor Tipis (DET) dan Domba Batur (Dombat) Melalui Analisis Polimorfisme Protein Darah
- JAMU MADURA : EKSISTENSI, EKSPEKTASI DAN REALITAS PENGEMBANGANNYA DALAM PERSPEKTIF PRODUSEN DAN KONSUMEN
- PERSEPSI PETANI PADI TENTANG INOVASI PENGELOLAAN TANAMAN TERPADU (PTT) PADI SAWAH DAN TINGKAT PENERAPANNYA
- STRATEGI PUSAT PENGEMBANGAN AGENSI HAYATI (PPAH) SHINTA DALAM MENGEMBANGKAN PRODUK AGENSI HAYATI DI KECAMATAN GALIS KABUPATEN PAMEKASAN
- PROFITABILITAS USAHA ITIK PEDAGING DI DESA JULUK KECAMATAN SARONGGI KABUPATEN SUMENEP
- PETERNAK SAPI MADURA NON IB MEMILIKI PERSEPSI DAN SIKAP TERHADAP PROGRAM IB KASUS: DI KECAMATAN WARU KABUPATEN PAMEKASAN
- STRUKTUR DAN KUALITAS TELUR AYAM LOKAL KHAS DAYAK BAGI PENGEMBANGAN DAN PELESTARIAN PLASMA NUTFAH TERNAK UNGGAS
- PENGGUNAAN CAIRAN FESES SEBAGAI PENGGANTI CAIRAN RUMEN PADA TEKNIK IN VITRO : ESTIMASI KECERNAAN BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIK BEBERAPA JENIS RUMPUT
- PENGARUH DOSIS GnRH (Gonadotropin Releasing Hormone) TERHADAP LAMA ESTRUS DAN KUANTITAS KORPUS LUTEUM SAPI PESISIR
- KARAKTERISTIK MIKROBIOLOGIS PROBIOTIK TERENKAPSULASI