PENGARUH DOSIS PENAMBAHAN ARANG AKTIF TERHADAP KANDUNGAN PROTEIN DAN BAU PERENGUS PADA SUSU KAMBING PASTEURISASI
ABSTRAK: Penelitian
dilaksanakan mulai tanggal 6-24 Juni 2013 di Laboraturium Teknologi Hasil
Ternak Universitas Jendral Soedirman Purwokerto. Tujuan penelitian untuk mengetahui
pengaruh dosis penambahan arang aktif terhadap kandungan protein dan bau
perengus pada susu kambing pasteurisasi. Materi penelitian yang digunakan susu
kambing segar sebanyak 9,5 liter dari eksperimental farm Fakultas Peternakan
UNSOED dan arang aktif sebanyak 570 g. Penelitian menggunakan Rancangan Acak
Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan masing-masing perlakuan diulang 7 kali.
Perlakuan yang diberikan adalah R0 arang aktif 0 g per 200 ml, R1 arang aktif 6
g per 200 ml, R2 arang aktif 12 g per 200 ml, R3 arang aktif 18 g per 200 ml
dan R4 arang aktif 24 g per 200 ml. Data dianalisis menggunakan analisis
variansi dan dilanjutkan Uji Orthogonal Polinominal. Hasil Penelitian
menunjukan bahwa pemberian arang aktif menurunkan kadar protein susu kambing
pasteurisasi (P<0,01) dan bau susu
kambing pasteurisasi berkurang
(P<0,01). Hasil Uji Orthogonal Polinominal menunjukan bahwa makin meningkat
level arang aktif, kadar protein susu kambing pasteurisasi makin turun mengikuti persamaan Y = 4.7625 - 0.0541x (r = 0.97). Kesimpulan
dosis penggunaan arang aktif 18 g per 200 ml susu kambing dapat menghilangkan
bau perengus dan penurunan proteinnya terkecil.
Penulis: Deviyani Sunarno
Putri, R. Singgih Sugeng Santosa, Mardiati
Kode Jurnal: jppeternakandd130348

Artikel Terkait :
Jp Peternakan dd 2013
- Produksi Rumput Gajah (Pennisetum purpureum) yang Diberi Pupuk N, P dan K dengan Dosis 0, 50 dan 100% pada Devoliasi Hari ke-45
- Ukuran Tubuh Entok di Tiga Kabupaten Provinsi Jawa Tengah
- Grade Kambing Peranakan Ettawa pada Kondisi Wilayah yang Berbeda
- Pengaruh Perbedaan Ketinggian Tempat Terhadap Capaian Hasil Inseminasi Buatan Pada Kambing Peranakan Ettawa
- Analisis Pendapatan Usaha Ternak Sapi Perah Di Kecamatan Cepogo Kabupaten Boyolali
- Variasi Genetik Itik Bayang Berbasis Marka Mikrosatelit Pada Lokus AY287 dan Lokus AY283
- Penampilan Produksi Hijauan Hasil Tumpangsari Arbila (Phaseolus lunatus) Berinokulum Rhizobium dan Sorgum (Sorghum bicolor) pada Jarak Tanam Arbila dan Jumlah Baris Sorgum
- Berat Karkas dan Lemak Abdominal Ayam Broiler yang diberi Tepung Jintan Hitam (Nigella sativa) dalam Ransum selama Musim Panas
- Kajian Vaksin Avian Influesa (AI) pada Ayam Buras dengan Sistem Kandang Kurung di Gunung Kidul Yogyakarta
- Analisis Tingkat Kepentingan dan Kinerja Atribut-atribut Daging Sapi Bali yang Beredar di Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur
- Evaluasi Proteksi Sabun Kalsium Sebagai Pakan Suplemen Berdasarkan Kecernaan Bahan Kering, Kecernaan Bahan Organik dan pH In Vitro di dalam Rumen dan Pasca Rumen
- Pengaruh Suplementasi Betain terhadap Beberapa Parameter Lipida dan Protein Darah pada Puyuh
- Pengaruh Imbangan Protein Kasar dan Total Digestible Nutrients pada Pakan yang Berbeda Terhadap Pemanfaatan Energi Pakan pada Domba Lokal
- Identification of Pregnancy-Associated Glycoprotein (PAG) on Jawarandu Goat Cotyledons
- Pengaruh Perendaman Telur dengan Larutan Hidrogen Peroksida terhadap Penurunan Bobot, Haugh Unit dan Indeks Putih Telur Itik Konsumsi Selama Penyimpanan pada Suhu Ruang
- Hubungan Genetik antara Domba Wonosobo (Dombos), Domba Ekor Tipis (DET) dan Domba Batur (Dombat) Melalui Analisis Polimorfisme Protein Darah
- JAMU MADURA : EKSISTENSI, EKSPEKTASI DAN REALITAS PENGEMBANGANNYA DALAM PERSPEKTIF PRODUSEN DAN KONSUMEN
- PERSEPSI PETANI PADI TENTANG INOVASI PENGELOLAAN TANAMAN TERPADU (PTT) PADI SAWAH DAN TINGKAT PENERAPANNYA
- STRATEGI PUSAT PENGEMBANGAN AGENSI HAYATI (PPAH) SHINTA DALAM MENGEMBANGKAN PRODUK AGENSI HAYATI DI KECAMATAN GALIS KABUPATEN PAMEKASAN
- PROFITABILITAS USAHA ITIK PEDAGING DI DESA JULUK KECAMATAN SARONGGI KABUPATEN SUMENEP
- PETERNAK SAPI MADURA NON IB MEMILIKI PERSEPSI DAN SIKAP TERHADAP PROGRAM IB KASUS: DI KECAMATAN WARU KABUPATEN PAMEKASAN
- STRUKTUR DAN KUALITAS TELUR AYAM LOKAL KHAS DAYAK BAGI PENGEMBANGAN DAN PELESTARIAN PLASMA NUTFAH TERNAK UNGGAS
- PENGGUNAAN CAIRAN FESES SEBAGAI PENGGANTI CAIRAN RUMEN PADA TEKNIK IN VITRO : ESTIMASI KECERNAAN BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIK BEBERAPA JENIS RUMPUT
- PENGARUH DOSIS GnRH (Gonadotropin Releasing Hormone) TERHADAP LAMA ESTRUS DAN KUANTITAS KORPUS LUTEUM SAPI PESISIR
- KARAKTERISTIK MIKROBIOLOGIS PROBIOTIK TERENKAPSULASI