PENGARUH LAMA PEMERAMAN YANG BERBEDA TERHADAP KEASAMAN (pH), JUMLAH MIKROBA DAN BAKTERI ASAM LAKTAT KEJU SUSU KAMBING
Abstract: Penelitian bertujuan
untuk mengetahui pengaruh lama pemeraman yang berbeda terhadap keasaman (pH),
jumlah mikroba dan bakteri asam laktat keju susu kambing. Penelitian
menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan yaitu lama
pemeraman selama 0, 5, 10 dan 15 hari dengan dilakukan sebanyak lima kali
ulangan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis variansi dan
dilanjutkan dengan uji BNJ (Beda Nyata Jujur) bila terjadi pengaruh perlakuan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama pemeraman yang berbeda keju susu kambing
berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap tingkat keasaman (pH) dan diuji lanjut
menggunakan uji BNJ menunjukkan perbedaan yang nyata pada perlakuan pemeraman 0
hari dengan 15 hari. Jumlah mikroba menunjukkan berpengaruh tidak nyata
(P>0,05), sedangkan jumlah bakteri asam laktat (BAL) menunjukkan pengaruh
nyata (P<0,05) dan diuji dengan menggunakan uji BNJ menunjukkan perbedaan
yang nyata pada perlakuan pemeraman 5 hari dengan jumlah BAL 9,58 log cfu/g dan
perlakuan pemeraman 15 hari dengan jumlah BAL 8,77 log cfu/g. Kesimpulan
penelitian ini yaitu keju susu kambing yang diperam dengan lama yang berbeda
menghasilkan keju 0 hari (tanpa pemeraman) mempunyai pH tertinggi dibandingkan
keju yang diperam. Untuk keju yang diperam selama 5 hari mempunyai jumlah BAL tertinggi,
sedangkan jumlah mikroba sama pada semua perlakuan.
Penulis: Ummi Fadlilah, Triana
Setyawardani, Samsu Wasito
Kode Jurnal: jppeternakandd130210

Artikel Terkait :
Jp Peternakan dd 2013
- Produksi Rumput Gajah (Pennisetum purpureum) yang Diberi Pupuk N, P dan K dengan Dosis 0, 50 dan 100% pada Devoliasi Hari ke-45
- Ukuran Tubuh Entok di Tiga Kabupaten Provinsi Jawa Tengah
- Grade Kambing Peranakan Ettawa pada Kondisi Wilayah yang Berbeda
- Pengaruh Perbedaan Ketinggian Tempat Terhadap Capaian Hasil Inseminasi Buatan Pada Kambing Peranakan Ettawa
- Analisis Pendapatan Usaha Ternak Sapi Perah Di Kecamatan Cepogo Kabupaten Boyolali
- Variasi Genetik Itik Bayang Berbasis Marka Mikrosatelit Pada Lokus AY287 dan Lokus AY283
- Penampilan Produksi Hijauan Hasil Tumpangsari Arbila (Phaseolus lunatus) Berinokulum Rhizobium dan Sorgum (Sorghum bicolor) pada Jarak Tanam Arbila dan Jumlah Baris Sorgum
- Berat Karkas dan Lemak Abdominal Ayam Broiler yang diberi Tepung Jintan Hitam (Nigella sativa) dalam Ransum selama Musim Panas
- Kajian Vaksin Avian Influesa (AI) pada Ayam Buras dengan Sistem Kandang Kurung di Gunung Kidul Yogyakarta
- Analisis Tingkat Kepentingan dan Kinerja Atribut-atribut Daging Sapi Bali yang Beredar di Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur
- Evaluasi Proteksi Sabun Kalsium Sebagai Pakan Suplemen Berdasarkan Kecernaan Bahan Kering, Kecernaan Bahan Organik dan pH In Vitro di dalam Rumen dan Pasca Rumen
- Pengaruh Suplementasi Betain terhadap Beberapa Parameter Lipida dan Protein Darah pada Puyuh
- Pengaruh Imbangan Protein Kasar dan Total Digestible Nutrients pada Pakan yang Berbeda Terhadap Pemanfaatan Energi Pakan pada Domba Lokal
- Identification of Pregnancy-Associated Glycoprotein (PAG) on Jawarandu Goat Cotyledons
- Pengaruh Perendaman Telur dengan Larutan Hidrogen Peroksida terhadap Penurunan Bobot, Haugh Unit dan Indeks Putih Telur Itik Konsumsi Selama Penyimpanan pada Suhu Ruang
- Hubungan Genetik antara Domba Wonosobo (Dombos), Domba Ekor Tipis (DET) dan Domba Batur (Dombat) Melalui Analisis Polimorfisme Protein Darah
- JAMU MADURA : EKSISTENSI, EKSPEKTASI DAN REALITAS PENGEMBANGANNYA DALAM PERSPEKTIF PRODUSEN DAN KONSUMEN
- PERSEPSI PETANI PADI TENTANG INOVASI PENGELOLAAN TANAMAN TERPADU (PTT) PADI SAWAH DAN TINGKAT PENERAPANNYA
- STRATEGI PUSAT PENGEMBANGAN AGENSI HAYATI (PPAH) SHINTA DALAM MENGEMBANGKAN PRODUK AGENSI HAYATI DI KECAMATAN GALIS KABUPATEN PAMEKASAN
- PROFITABILITAS USAHA ITIK PEDAGING DI DESA JULUK KECAMATAN SARONGGI KABUPATEN SUMENEP
- PETERNAK SAPI MADURA NON IB MEMILIKI PERSEPSI DAN SIKAP TERHADAP PROGRAM IB KASUS: DI KECAMATAN WARU KABUPATEN PAMEKASAN
- STRUKTUR DAN KUALITAS TELUR AYAM LOKAL KHAS DAYAK BAGI PENGEMBANGAN DAN PELESTARIAN PLASMA NUTFAH TERNAK UNGGAS
- PENGGUNAAN CAIRAN FESES SEBAGAI PENGGANTI CAIRAN RUMEN PADA TEKNIK IN VITRO : ESTIMASI KECERNAAN BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIK BEBERAPA JENIS RUMPUT
- PENGARUH DOSIS GnRH (Gonadotropin Releasing Hormone) TERHADAP LAMA ESTRUS DAN KUANTITAS KORPUS LUTEUM SAPI PESISIR
- KARAKTERISTIK MIKROBIOLOGIS PROBIOTIK TERENKAPSULASI