PENGARUH PERBANDINGAN TEPUNG TAPIOKA DENGAN TELUR ASIN DAN LAMA PENGUKUSAN PADA PEMBUATAN KERUPUK TELUR TERHADAP KADAR GARAM DAN KESUKAAN RASA
ABSTRAK: Tujuan penelitian
untuk mengkaji pengaruh bersama (interaksi) antara perbandingan tepung tapioka
dan telur asin dengan lama pengukusan yang terbaik pada pembuatan kerupuk telur
asin terhadap kadar garam dan kesukaan rasa, mengkaji perbandingan tepung tapioka
dengan telur asin yang disukai konsumen pada pembuatan kerupuk telur asin,
mengkaji lama pengukusan yang terbaik pada pembuatan kerupuk telur asin.
Penelitian ini menggunakan model matematik Faktorial 4x3 dengan rancangan dasar
Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan Faktor A (perbandingan tepung tapioka dan
telur asin), a0 = Penggunaan tepung tapioka tanpa telur (kontrol), a1 =
Penggunaan 80% tepung tapioka : 20% telur asin, a2 = Penggunaan 60% tepung
tapioka : 40% telur asin, a3 = Penggunaan 40% tepung tapioka : 60% telur asin,
dan Faktor B (Lama Pengukusan), b1 = pengukusan selama 10 menit, b2 =
pengukusan selam 20 menit dan b3 = pengukusan selam 30 menit. Data yang
diperoleh dianalisis menggunakan analisis variansi dan dilanjutkan dengan
dengan uji lanjut orthogonal polynomial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
tidak ada interaksi antara perbandingan tepung tapioka dan telur asin dengan
lama pengukusan terhadap kadar garam kerupuk akan tetapi ada interaksi terhadap
kesukaan rasa. Perlakuan perbandingan tepung tapioka dengan telur asin
berpengaruh sangat nyata terhadap kadar garam kerupuk dan kesukaan rasa,
sedangkan lama pengukusan tidak berpengaruh nyata terhadap kadar garam maupun
kesukaan rasa. Berdasarkan hasil penelitian rataan kadar garam a0 : 4,542 ±
0,242, a1 : 5,487 ± 1,173, a2 : 5,883 ± 0,586, a3 : 6,896 ± 0,534. Rataan
kesukaan rasa a0 : 2,267 ± 0,155, a1 : 2,526 ± 0,347, a2 : 3,059 ± 0,498, a3 :
2,289 ± 0,393. Kesimpulan dari penelitian adalah semakin tinggi penambahan
telur asin pada pembuatan kerupuk telur asin maka kadar garam semakin
meningkat, pembuatan kerupuk telur asin dengan perbandingan tepung tapioka 60%
dan telur asin 40% dengan lama pengukusan 20 menit adalah yang paling disukai
panelis.
Penulis: Ruri Octarisa, R.
Singgih Sugeng Santosa, Sukardi
Kode Jurnal: jppeternakandd130258

Artikel Terkait :
Jp Peternakan dd 2013
- Produksi Rumput Gajah (Pennisetum purpureum) yang Diberi Pupuk N, P dan K dengan Dosis 0, 50 dan 100% pada Devoliasi Hari ke-45
- Ukuran Tubuh Entok di Tiga Kabupaten Provinsi Jawa Tengah
- Grade Kambing Peranakan Ettawa pada Kondisi Wilayah yang Berbeda
- Pengaruh Perbedaan Ketinggian Tempat Terhadap Capaian Hasil Inseminasi Buatan Pada Kambing Peranakan Ettawa
- Analisis Pendapatan Usaha Ternak Sapi Perah Di Kecamatan Cepogo Kabupaten Boyolali
- Variasi Genetik Itik Bayang Berbasis Marka Mikrosatelit Pada Lokus AY287 dan Lokus AY283
- Penampilan Produksi Hijauan Hasil Tumpangsari Arbila (Phaseolus lunatus) Berinokulum Rhizobium dan Sorgum (Sorghum bicolor) pada Jarak Tanam Arbila dan Jumlah Baris Sorgum
- Berat Karkas dan Lemak Abdominal Ayam Broiler yang diberi Tepung Jintan Hitam (Nigella sativa) dalam Ransum selama Musim Panas
- Kajian Vaksin Avian Influesa (AI) pada Ayam Buras dengan Sistem Kandang Kurung di Gunung Kidul Yogyakarta
- Analisis Tingkat Kepentingan dan Kinerja Atribut-atribut Daging Sapi Bali yang Beredar di Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur
- Evaluasi Proteksi Sabun Kalsium Sebagai Pakan Suplemen Berdasarkan Kecernaan Bahan Kering, Kecernaan Bahan Organik dan pH In Vitro di dalam Rumen dan Pasca Rumen
- Pengaruh Suplementasi Betain terhadap Beberapa Parameter Lipida dan Protein Darah pada Puyuh
- Pengaruh Imbangan Protein Kasar dan Total Digestible Nutrients pada Pakan yang Berbeda Terhadap Pemanfaatan Energi Pakan pada Domba Lokal
- Identification of Pregnancy-Associated Glycoprotein (PAG) on Jawarandu Goat Cotyledons
- Pengaruh Perendaman Telur dengan Larutan Hidrogen Peroksida terhadap Penurunan Bobot, Haugh Unit dan Indeks Putih Telur Itik Konsumsi Selama Penyimpanan pada Suhu Ruang
- Hubungan Genetik antara Domba Wonosobo (Dombos), Domba Ekor Tipis (DET) dan Domba Batur (Dombat) Melalui Analisis Polimorfisme Protein Darah
- JAMU MADURA : EKSISTENSI, EKSPEKTASI DAN REALITAS PENGEMBANGANNYA DALAM PERSPEKTIF PRODUSEN DAN KONSUMEN
- PERSEPSI PETANI PADI TENTANG INOVASI PENGELOLAAN TANAMAN TERPADU (PTT) PADI SAWAH DAN TINGKAT PENERAPANNYA
- STRATEGI PUSAT PENGEMBANGAN AGENSI HAYATI (PPAH) SHINTA DALAM MENGEMBANGKAN PRODUK AGENSI HAYATI DI KECAMATAN GALIS KABUPATEN PAMEKASAN
- PROFITABILITAS USAHA ITIK PEDAGING DI DESA JULUK KECAMATAN SARONGGI KABUPATEN SUMENEP
- PETERNAK SAPI MADURA NON IB MEMILIKI PERSEPSI DAN SIKAP TERHADAP PROGRAM IB KASUS: DI KECAMATAN WARU KABUPATEN PAMEKASAN
- STRUKTUR DAN KUALITAS TELUR AYAM LOKAL KHAS DAYAK BAGI PENGEMBANGAN DAN PELESTARIAN PLASMA NUTFAH TERNAK UNGGAS
- PENGGUNAAN CAIRAN FESES SEBAGAI PENGGANTI CAIRAN RUMEN PADA TEKNIK IN VITRO : ESTIMASI KECERNAAN BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIK BEBERAPA JENIS RUMPUT
- PENGARUH DOSIS GnRH (Gonadotropin Releasing Hormone) TERHADAP LAMA ESTRUS DAN KUANTITAS KORPUS LUTEUM SAPI PESISIR
- KARAKTERISTIK MIKROBIOLOGIS PROBIOTIK TERENKAPSULASI