PENGARUH SUHU DAN LAMA PEMERAMAN YANG BERBEDA TERHADAP MELTABILITY, TINGKAT KEASAMAN DAN ASAM LEMAK BEBAS KEJU SUSU KAMBING
Abstract: Tujuan penelitian
adalah untuk mengkaji interaksi antara pengaruh suhu dan lama pemeramanterhadap
meltability, tingkat keasaman (pH) dan kadar asam lemak bebas keju susu
kambing.Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial.
Faktor 1 (SuhuPemeraman) terdiri atas 10oC dan 16oC. Faktor 2 ( lama pemeraman)
terdiri atas 0 hari, 9 hari, 18hari, 27 hari. Masing-masing perlakuan tiga
ulangan. Peubah yang diamati adalah meltability,tingkat keasaman, dan kadar
asam lemak bebas. Data yang diperoleh dianalisis menggunakananalisis variansi
dan dilanjutkan dengan analisis regresi. Hasil penelitian menunjukan
bahwainteraksi antara suhu dan lama pemeraman yang berbeda tidak berpengaruh
nyata (P>0,05)terhadap meltability dan tingkat keasaman, tetapi berpengaruh
sangat nyata (P<0,01) terhadapkadar asam lemak bebas membentuk persamaan
Y=0,249x+4,739 dan Y=0,167x+4,322. Lamapemeraman berpengaruh sangat nyata
(P<0,01) terhadap meltability, tingkat keasaman, kadarasam lemak bebas. Suhu
pemeraman berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kadar asamlemak bebas
tetapi tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap meltability dan tingkat
keasaman.Kesimpulan penelitian ini adalah pengaruh bersama antara suhu dan lama
pemeraman yangberbeda dapat meningkatkan kadar asam lemak bebas. Suhu pemeraman
yang tinggi (16 oC)menghasilkan kadar asam lemak bebas pada keju susu kambing
yang lebih rendah dibandingdengan suhu pemeraman yang lebih rendah (10oC).
Semakin lama pemeraman dapatmeningkatkan meltability, nilai pH, asam lemak
bebas dalam keju susu kambing.
Kata kunci: suhu pemeraman,
lama pemeraman, meltability, tingkat keasaman, asam lemak bebas,ma pemeraman,
meltability, tingkat keasaman, asam lemak bebas, keju susu kambing
Penulis: Ardiyani Puji Rahayu,
Juni Sumarmono, Mardiati Sulistyowati
Kode Jurnal: jppeternakandd130212

Artikel Terkait :
Jp Peternakan dd 2013
- Produksi Rumput Gajah (Pennisetum purpureum) yang Diberi Pupuk N, P dan K dengan Dosis 0, 50 dan 100% pada Devoliasi Hari ke-45
- Ukuran Tubuh Entok di Tiga Kabupaten Provinsi Jawa Tengah
- Grade Kambing Peranakan Ettawa pada Kondisi Wilayah yang Berbeda
- Pengaruh Perbedaan Ketinggian Tempat Terhadap Capaian Hasil Inseminasi Buatan Pada Kambing Peranakan Ettawa
- Analisis Pendapatan Usaha Ternak Sapi Perah Di Kecamatan Cepogo Kabupaten Boyolali
- Variasi Genetik Itik Bayang Berbasis Marka Mikrosatelit Pada Lokus AY287 dan Lokus AY283
- Penampilan Produksi Hijauan Hasil Tumpangsari Arbila (Phaseolus lunatus) Berinokulum Rhizobium dan Sorgum (Sorghum bicolor) pada Jarak Tanam Arbila dan Jumlah Baris Sorgum
- Berat Karkas dan Lemak Abdominal Ayam Broiler yang diberi Tepung Jintan Hitam (Nigella sativa) dalam Ransum selama Musim Panas
- Kajian Vaksin Avian Influesa (AI) pada Ayam Buras dengan Sistem Kandang Kurung di Gunung Kidul Yogyakarta
- Analisis Tingkat Kepentingan dan Kinerja Atribut-atribut Daging Sapi Bali yang Beredar di Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur
- Evaluasi Proteksi Sabun Kalsium Sebagai Pakan Suplemen Berdasarkan Kecernaan Bahan Kering, Kecernaan Bahan Organik dan pH In Vitro di dalam Rumen dan Pasca Rumen
- Pengaruh Suplementasi Betain terhadap Beberapa Parameter Lipida dan Protein Darah pada Puyuh
- Pengaruh Imbangan Protein Kasar dan Total Digestible Nutrients pada Pakan yang Berbeda Terhadap Pemanfaatan Energi Pakan pada Domba Lokal
- Identification of Pregnancy-Associated Glycoprotein (PAG) on Jawarandu Goat Cotyledons
- Pengaruh Perendaman Telur dengan Larutan Hidrogen Peroksida terhadap Penurunan Bobot, Haugh Unit dan Indeks Putih Telur Itik Konsumsi Selama Penyimpanan pada Suhu Ruang
- Hubungan Genetik antara Domba Wonosobo (Dombos), Domba Ekor Tipis (DET) dan Domba Batur (Dombat) Melalui Analisis Polimorfisme Protein Darah
- JAMU MADURA : EKSISTENSI, EKSPEKTASI DAN REALITAS PENGEMBANGANNYA DALAM PERSPEKTIF PRODUSEN DAN KONSUMEN
- PERSEPSI PETANI PADI TENTANG INOVASI PENGELOLAAN TANAMAN TERPADU (PTT) PADI SAWAH DAN TINGKAT PENERAPANNYA
- STRATEGI PUSAT PENGEMBANGAN AGENSI HAYATI (PPAH) SHINTA DALAM MENGEMBANGKAN PRODUK AGENSI HAYATI DI KECAMATAN GALIS KABUPATEN PAMEKASAN
- PROFITABILITAS USAHA ITIK PEDAGING DI DESA JULUK KECAMATAN SARONGGI KABUPATEN SUMENEP
- PETERNAK SAPI MADURA NON IB MEMILIKI PERSEPSI DAN SIKAP TERHADAP PROGRAM IB KASUS: DI KECAMATAN WARU KABUPATEN PAMEKASAN
- STRUKTUR DAN KUALITAS TELUR AYAM LOKAL KHAS DAYAK BAGI PENGEMBANGAN DAN PELESTARIAN PLASMA NUTFAH TERNAK UNGGAS
- PENGGUNAAN CAIRAN FESES SEBAGAI PENGGANTI CAIRAN RUMEN PADA TEKNIK IN VITRO : ESTIMASI KECERNAAN BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIK BEBERAPA JENIS RUMPUT
- PENGARUH DOSIS GnRH (Gonadotropin Releasing Hormone) TERHADAP LAMA ESTRUS DAN KUANTITAS KORPUS LUTEUM SAPI PESISIR
- KARAKTERISTIK MIKROBIOLOGIS PROBIOTIK TERENKAPSULASI