PENEGAKAN HUKUM DAN PERBAIKAN KINERJA DALAM PENGELOLAAN KEUANGAN NEGARA DI DAERAH
Abstrak: Kesejahteraan bagi
rakyatnya belum terwujud di Indonesia yang ditandai oleh angka kemiskinan yang
tinggi (berkisar 12-17,8 %). Hal ini diduga olehpengelolaan keuangan negara
yang belum baik terutama di daerah terpencil dan kualitas SDM-nya rendah.
Analisis yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari analisis deskriptif,
analisis regresi, dan analisis hirarki (AHP). Alokasi APBN untuk belanja daerah
berkisar sekitar 30% s.d. 33% setiap tahunnya, dan pada tahun 2011 mencapai Rp.
412.507,9 milyar (31% dari total Belanja Negara). Opini WTP dalam pengelolaan kewenangan
negara hanya sekitar 3,22 % (masih banyak penyimpangan). Hubunganjumlah
penindakan (JT) dengan jumlah uang negara yang terselamatkan (NUT) dirumuskan
dengan NUT = 193230529,166JT + 89740959,026 untuk penindakan kejaksaan dan NUT
= 70776704212,589JT + 8599940548142,513 untuk peningkatanKPK, dimana untuk saat
ini baru penindakan kejaksaaan terasa dampaknya (sig =0,00). Compulsory atau
wajib menjalankan reformasi birokrasi dengan jelas target jelas (RK = 0,245,
inconsistency 0,03) menjadi strategi prioritas pertama untuk perbaikan kinerja pengelolaan
keuangan negara di daerah.
Penulis: Charles Bohlen Purba
Kode Jurnal: jpakuntansidd120583

Artikel Terkait :
Jp Akuntansi dd 2012
- MEMBANGUN KEBENARAN TENTATIF DALAM DISIPLIN AKUNTANSI (TAFSIR DAN KRITIK ATAS KUASA RELATIVITAS KEBENARAN)
- PENGUKURAN KINERJA DENGAN PRINSIP VALUE FOR MONEY PEMERINTAH KOTA BATU
- PERSEPSI AKUNTAN PUBLIK TERHADAP AKUNTABILITAS KEUANGAN PARTAI POLITIK PADA KANTOR AKUNTAN PUBLIK DI MALANG
- ANALISIS LAPORAN KEUANGAN SEBAGAI BAHAN PERTIMBANGANPEMBERIAN KREDIT (Studi Pada Lembaga Keuangan Di Kota Malang)
- NILAI TAMBAH CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN INTELLECTUAL CAPITAL: SEBUAH PERSPEKTIF FOUR VALUE ASSESSMENT
- ANALISIS BIAYA VOLUME LABA MELALUI ALOKASI BIAYA BERSAMA SEBAGAI PERENCANAAN LABA
- MOTIVASI MANAJEMEN LABA DALAM KAPITALISASI BIAYA RISET DAN PENGEMBANGAN
- EMPLOYING FINANCIAL ACCOUNTING STANDARDS FOR ENTITIES WITHOUT PUBLIC ACCOUNTABILITY FOR AUDITING
- ANALISIS PENGARUH FAKTOR FUNDAMENTAL PERUSAHAAN DAN RISIKO SISTEMATIS TERHADAP RETURN SAHAM
- LAPORAN KEUANGAN BERBASIS STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN PADA BADAN LAYANAN UMUM DAERAH DI LINGKUNGAN DINAS KOPERASI DAN UMKM PEMERINTAH PROPINSI JAWA TIMUR
- PENGARUH KOMPETENSI DAN INDEPENDENSI AUDITOR TERHADAP OPINI AUDIT GOING CONCERN MELALUI KUALITAS AUDIT (STUDI EMPIRIS PADA KANTOR AKUTAN PUBLIK DI JAWA TIMUR)
- Pengaruh Karakteristik Perusahaan Terhadap Pengungkapan CSR (Corporate Social Responsibility) pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia
- ANTESENDEN DAN KONSEKUENSI KEINGINAN UNTUK PINDAH
- TEORI AKUNTANSI POSITIF DAN KONSEKUENSI EKONOMI
- FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN PELAPORAN WAJIB PAJAK DOSEN TETAP UNIVERSITAS TARUMANAGARA DI JAKARTA
- DECISION USEFULNESS: DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN DAN INVESTASI
- FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IMPLEMENTASI KEBIJAKAN TRANSPARANSI PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DI KOTA GORONTALO
- STRATEGI IMPLEMENTASI SISTEM AKUNTANSI BERBASIS AKRUAL PADA PEMERINTAHAN DAERAH (STUDI PADA PEMERINTAH KABUPATEN MAMUJU UTARA)
- HUBUNGAN LABA BERSIH DAN ARUS KAS OPERASI TERHADAP DIVIDEN KAS
- PENGARUH PENERAPAN MEKANISME GOOD CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP MANAJEMEN LABA (Studi pada BUMN di Bursa Efek Indonesia Periode 2007-2009)
- UNDERREPORTING OF TIME DALAM PELAKSANAAN AUDIT
- PENGARUH PROPORSI KOMISARIS INDEPENDEN DAN KOMPOSISI KOMITE AUDIT TERHADAP EARNINGS MANAGEMENT (Studi pada Perusahaan Konglomerasi yang listing di Bursa Efek Indonesia)
- ORIENTASI SELF PRESENTATIONAL DAN KEMAUAN UNTUK BERPRESTASI DENGAN MOTIVASI SELF PRESENTATIONAL SEBAGAI VARIABEL MODERATING
- PERILAKU DISFUNGSIONAL AUDITOR DALAM PELAKSANAAN PROGRAM AUDIT