PENGUKURAN KINERJA DENGAN PRINSIP VALUE FOR MONEY PEMERINTAH KOTA BATU
Abstract: This research is to
measure the service has been conducted by the government of Batu City using two
data analysis, are monetary performance ratio and value for money. The
performance of Batu government measured using value for money classified into
three those are: economy, efficienty, and effectiveness. The performance of
Batu government in economy based on how to realize the fund, the performance of
Batu government in efficienty based on the reality of credit (the outcome) of fund is higher than the debet
(income) and based on the effectiveness because realization of revenue greater
than budget revenue. The performance of Batu government measured using monetary
performance ratio classified into five: effetiveness, efficiency, independence,
activity and Debt Service Coverage Ratio (DSCR). The performance of Batu
government is less effective in realizing the income, however the goverment is
efficient enough, thought it has been
inreasing in 2009. Batu government has been independence, because it could
decrease and keep in depending toward external side (exspecially toward central
and province government), Batu government measured using activity ratio, most
of the fund is given to local apparatus
needs, so the expense of public service toward local expense fund is relatively
small, and based on DSCR Batu government is good.
Penulis: Sri Andriani
Kode Jurnal: jpakuntansidd120596

Artikel Terkait :
Jp Akuntansi dd 2012
- MEMBANGUN KEBENARAN TENTATIF DALAM DISIPLIN AKUNTANSI (TAFSIR DAN KRITIK ATAS KUASA RELATIVITAS KEBENARAN)
- PERSEPSI AKUNTAN PUBLIK TERHADAP AKUNTABILITAS KEUANGAN PARTAI POLITIK PADA KANTOR AKUNTAN PUBLIK DI MALANG
- ANALISIS LAPORAN KEUANGAN SEBAGAI BAHAN PERTIMBANGANPEMBERIAN KREDIT (Studi Pada Lembaga Keuangan Di Kota Malang)
- NILAI TAMBAH CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN INTELLECTUAL CAPITAL: SEBUAH PERSPEKTIF FOUR VALUE ASSESSMENT
- ANALISIS BIAYA VOLUME LABA MELALUI ALOKASI BIAYA BERSAMA SEBAGAI PERENCANAAN LABA
- MOTIVASI MANAJEMEN LABA DALAM KAPITALISASI BIAYA RISET DAN PENGEMBANGAN
- EMPLOYING FINANCIAL ACCOUNTING STANDARDS FOR ENTITIES WITHOUT PUBLIC ACCOUNTABILITY FOR AUDITING
- ANALISIS PENGARUH FAKTOR FUNDAMENTAL PERUSAHAAN DAN RISIKO SISTEMATIS TERHADAP RETURN SAHAM
- LAPORAN KEUANGAN BERBASIS STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN PADA BADAN LAYANAN UMUM DAERAH DI LINGKUNGAN DINAS KOPERASI DAN UMKM PEMERINTAH PROPINSI JAWA TIMUR
- PENGARUH KOMPETENSI DAN INDEPENDENSI AUDITOR TERHADAP OPINI AUDIT GOING CONCERN MELALUI KUALITAS AUDIT (STUDI EMPIRIS PADA KANTOR AKUTAN PUBLIK DI JAWA TIMUR)
- Pengaruh Karakteristik Perusahaan Terhadap Pengungkapan CSR (Corporate Social Responsibility) pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia
- ANTESENDEN DAN KONSEKUENSI KEINGINAN UNTUK PINDAH
- TEORI AKUNTANSI POSITIF DAN KONSEKUENSI EKONOMI
- PENEGAKAN HUKUM DAN PERBAIKAN KINERJA DALAM PENGELOLAAN KEUANGAN NEGARA DI DAERAH
- FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN PELAPORAN WAJIB PAJAK DOSEN TETAP UNIVERSITAS TARUMANAGARA DI JAKARTA
- DECISION USEFULNESS: DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN DAN INVESTASI
- FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IMPLEMENTASI KEBIJAKAN TRANSPARANSI PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DI KOTA GORONTALO
- STRATEGI IMPLEMENTASI SISTEM AKUNTANSI BERBASIS AKRUAL PADA PEMERINTAHAN DAERAH (STUDI PADA PEMERINTAH KABUPATEN MAMUJU UTARA)
- HUBUNGAN LABA BERSIH DAN ARUS KAS OPERASI TERHADAP DIVIDEN KAS
- PENGARUH PENERAPAN MEKANISME GOOD CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP MANAJEMEN LABA (Studi pada BUMN di Bursa Efek Indonesia Periode 2007-2009)
- UNDERREPORTING OF TIME DALAM PELAKSANAAN AUDIT
- PENGARUH PROPORSI KOMISARIS INDEPENDEN DAN KOMPOSISI KOMITE AUDIT TERHADAP EARNINGS MANAGEMENT (Studi pada Perusahaan Konglomerasi yang listing di Bursa Efek Indonesia)
- ORIENTASI SELF PRESENTATIONAL DAN KEMAUAN UNTUK BERPRESTASI DENGAN MOTIVASI SELF PRESENTATIONAL SEBAGAI VARIABEL MODERATING
- PERILAKU DISFUNGSIONAL AUDITOR DALAM PELAKSANAAN PROGRAM AUDIT