PERSPEKTIF KEBIJAKAN HUKUM PIDANA TERHADAP NARAPIDANA YANG MELARIKAN DIRI PADA SAAT MENJALANI PIDANA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN
Abstrak: Lembaga
Pemasyarakatan merupakan tempat pelaksanaan pidana bagi orang-orang yang
melakukan tindak pidana yang telah diputuskan oleh hakim dan mempunyai kekuatan
hukum tetap. Saat terpidana menjalani pidananya di Lembaga Pemasyarakatan ada
sebagian mereka melarikan diri yang mengakibatkan tertundanya masa pidana yang
belum selesai dijalani. Dari latar belakang permasalahan tersebut akan dibahas
mengenai instrumen hukum yang digunakan terhadap narapidana yang melarikan diri
dalam hukum pidana dan kebijakan yang ditempuh terhadap narapidana yang
melarikan diri menurut perspektif kebijakan hukum pidana. Penelitian ini
bersifat preskriptif dengan pendekatan penelitian yuridis normatif yaitu
dimaksudkan sebagai pendekatan terhadap masalah yang melihat dari segi
peraturan yang berlaku untuk menemukan aturan hukum, prinsip-prinsip hukum,
norma maupun doktrin-doktrin hukum dengan pendekatan undang-undang, kasus,
historis, dan konseptual yang berkaitan dengan kebijakan hukum pidana terhadap
narapidana yang melarikan diri saat menjalani pidana di Lembaga Pemasyarakatan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa hingga saat ini instrumen hukum yang memuat
sanksi pidana bagi narapidana yang melarikan diri dari dalam Lembaga
Pemasyarakatan belum ada ketentuan perundang-undangan yang mengatur kecuali
Pasal 47 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 yakni berupa hukuman disiplin.
Kebijakan hukum pidana yang ditempuh dengan mengacu kepada tujuan pemidanaan,
sebaiknya bagi narapidana yang melarikan diri dikenakan ancaman dan sanksi
pidana yang tegas, karena sanksi yang diatur dalam Pasal 14 Undang-Undang Nomor
12 Tahun 1995 tidak menimbulkan efek jera bagi narapidana. Disarankan agar
segera melahirkan regulasi nasional (Undang-Undang) yang mengatur secara tegas
tentang sanksi pidana terhadap narapidana yang melarikan diri dari Lembaga
Pemasyarakatan, dan kasus narapidana melarikan diri tidak banyak terjadi lagi
di Indonesia serta perbuatan narapidana yang melarikan diri tersebut dapat
dikriminalisasikan. Dan disarankan kepada pemerintah dalam menerapkan kebijakan
hukum pidana harus memperhatikan kearifan lokal atau hukum yang hidup dan berkembang
di daerah masing-masing.
Penulis: Muhammad Nasir, Mohd.
Din, Dahlan Ali
Kode Jurnal: jphukumdd131167

Artikel Terkait :
Jp Hukum dd 2013
- PENYALURAN KREDIT PADA BANK ACEH
- PERDAMAIAN DALAM TINDAK PIDANA KECELAKAAN LALU LINTAS
- EKSISTENSI SEKRETARIS DPR KABUPATEN DALAM MENDUKUNG PENGUATAN LEMBAGA DPR KABUPATEN (Suatu Penelitian Di DPR Kabupaten Aceh Tengah)
- FUNGSI PENGAWASAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT KABUPATEN TERHADAP PERIZINAN DAN PENGENDALIAN MENARA TELEKOMUNIKASI DI KABUPATEN ACEH BESAR
- PEMODELAN DAN SIMULASI PERPINDAHAN PANAS PADAKOLEKTOR SURYA PELAT DATAR
- BUKTI ELEKTRONIK DALAM SISTEM PEMBUKTIAN PIDANA
- FUNGSI KOORDINASI DINAS SOSIAL TERHADAP KECAMATAN DALAM PENANGGULANGAN KEMISKINAN DI ACEH BARAT
- UANG TUTUP BABAH SEBAGAI PENYELESAIAN PERKARA DALAM MASYARAKAT GAYO
- INDEPENDENSI JAKSA DALAM MENJALANKAN TUGAS DAN KEWENANGANNYA BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 16 TAHUN 2004
- LAHIR DI LUAR PERKAWINAN PASCA PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI (Suatu Kajian dalam Perspektif Hukum Islam)
- STUDI PERBANDINGAN TENTANG KONSEP PERZINAAN MENURUT KUHP DENGAN HUKUM PIDANA ISLAM
- IMPLEMENTASI PERATURAN BAGI HASIL PAJAK DAERAH SEBAGAI SALAH SATU SUMBER PENDAPATAN GAMPONG DI KOTA SABANG
- KEDUDUKAN HUKUM TENAGA KERJA KONTRAK PADA BADAN LAYANAN UMUM DAERAH RUMAH SAKIT UMUM dr. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH
- MEKANISME PENGAWASAN TERHADAP PENERAPAN PIDANA PENGEMBALIAN ANAK KEPADA ORANG TUA DALAM SISTEM PERADILAN PIDANA DI INDONESIA
- PERLINDUNGAN HUKUM HAK KESEHATAN REPRODUKSI PEREMPUAN AKIBAT PERKAWINAN DI BAWAH UMUR DI PROVINSI ACEH
- PELAKSANAAN FUNGSI PENGADILAN NIAGA DALAM PENYELESAIAN PERKARA KEPAILITAN (Suatu Analisis di Pengadilan Niaga Medan)
- DINAMIKA PEMILIHAN GUBERNUR JAWA TIMUR
- KEDUDUKAN BUMN PERSERO SEBAGAI SEPARATE LEGAL ENTITY DALAM KAITANNYA DENGAN PEMISAHAN KEUANGAN NEGARA PADA PERMODALAN BUMN
- STRATEGI HUKUM DAN PENERAPAN PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENYELESAIAN SENGKETA BATAS DAERAH DI SUMATERA SELATAN
- GENDER DAN KORUPSI (PENGARUH KESETARAAN GENDER DPRD DALAM PEMBERANTASAN KORUPSI DI KOTA YOGYAKARTA)
- DIALEKTIKA ANTARA ALIRAN HUKUM ALAM DAN HUKUM POSITIF DAN RELEVANSI DENGAN HUKUM ISLAM
- LEGAL AID SCHEME IN INDONESIA: BETWEEN THE POLICY AND THE IMPLEMENTATION
- PEMBERIAN LEGAL STANDING KEPADA PERSEORANGAN ATAU KELOMPOK MASYARAKAT DALAM USUL PEMBUBARAN PARTAI POLITIK
- THE ROLE OF THE HOST STATE TO THE PROTECTION OF HUMAN RIGHTS AND THE ENVIRONMENT FROM THE VIOLATION DONE BY TRANSNATIONAL CORPORATIONS