Implementasi Kebijakan Silvopastur di Cagar Alam Gunung Mutis dan Perlawanan Masyarakat Lokal
Abstract: Penelitian ini
bertolak pada permasalahan yang melatar belakangi masyarakat sekitar hutan
tidak mengindahkan larangan silvopastur di dalam kawasan Cagar Alam Gunung
Mutis sehingga berpotensi mengganggu kelestarian cagar alam tersebut. Metode
yang digunakan adalah eksploratif kualitatif agar dapat memahami alasan
masyarakat lokal melakukan perlawanan terhadap larangan silvopastur. Sedangkan
pendekatan pendekatan yang dipakai adalah teori akses ( Ribot & Peluso,
2003) untuk memahami berpengaruh atau tidaknya perlawanan terhadap kegagalan
implementasi kebijakan silvopasture. Data primer dikumpulkan dengan cara
wawancara dan observasi dari peternak, pihak pemerintah, LSM, dan pengusaha. Hasil
penelitian menunjukan bahwa masyarakat melakukan perlawanan terhadap larangan
silvopastur karena kebijakan tersebut tidak sesuai dengan konteks masyarakat
lokal. Perlawanan tersebut berpengaruh pada impelementasi kebijakan silvopastur
karena masyarakat lokal memiliki kemampuan untuk mengambil manfaat dari sumber
daya alam berupa rumput yang di dalam Cagar Alam Gunung Mutis.
Penulis: Rahman Kurniadi,
Lukas Rumboko
Kode Jurnal: jpsosiologidd150726

Artikel Terkait :
Jp Sosiologi dd 2015
- Aktivisme dan Kesukarelawanan dalam Media Sosial Komunitas Kaum Muda Yogyakarta
- Kampanye Kreatif dalam Kontestasi Presidensial 2014
- Kontestasi Kekuasaan dan Keteladanan Semu di Indonesia
- Potensi Korupsi dalam Kebijakan Publik Studi Kasus Korupsi Program Penanganan Sosial Ekonomi Masyarakat di Provinsi Jawa Timur
- Melayu di Atas Tiga Bendera: Konstruksi Identitas Nasionalisme Masyarakat Perbatasan di Kepulauan Batam
- Intervensi Penyelenggaraan Pemilukada: Regulasi, Sumberdaya dan Eksekusi
- Security Complex Indonesia-Australia dan Pengaruhnya terhadap Dinamika Hubungan Kedua Negara
- Communal Conflict in Indonesia: Contagious or Latent Issues?
- Modernitas dan Tragedi: Kritik dalam Sosiologi Humanistis Zygmunt Bauman
- Incorporating Spirituality and Market: Islamic Sharia Business and Religious Life in Post-New Order Indonesia
- Identitas Moral: Rekonstruksi Identitas Keindonesiaan pada Era Globalisasi Budaya
- Pola Eskalasi Konflik Pembangunan Infrastruktur: Studi Kasus Pembangunan Waduk Jatigede Kabupaten Sumedang
- Membangun Bencana: Tinjauan Kritis atas Peran Negara dalam Kasus Lapindo
- Komunikasi dalam CSR Perusahaan: Pemberdayaan Masyarakat dan Membangun Citra Positif
- Karakteristik Kemiskinan dan Penanggulangannya di Kabupaten Sidoarjo
- Akuntabilitas Laporan Keuangan Lembaga Amil Zakat di Kota Semarang
- Local Genius dan Implementasi Pengarusutamaan Gender pada Pemerintahan Kabupaten di Sumatera Utara
- Dinamika Peran Sosial Politik Ulama dan Jawara di Pandeglang Banten
- Karakteristik Dosen dalam Memopulerkan Perguruan Tingginya melalui Facebook dan Twitter
- Konsep Diri Remaja dalam Komunikasi Sosial melalui “Smartphone”
- Pengembangan Model Tata-Kelola Keuangan dalam Mengoptimalkan Anggaran Belanja Kota Makassar
- Simbol-Simbol dalam Komunikasi Keluarga Beda Agama
- Strategi Pengembangan Kemandirian Pelaku Muda Agribisnis “ Brain Gain Actors” di Jawa Barat
- Model Pendidikan Karakter dan Kewirausahaan Berbasis Etnopedagogis di Sekolah Dasar Kampung Cikondang