Eksplorasi Gaya Respons Ekstrem dalam Mengisi Kuesioner
Abstrak: Selama ini individu
yang memiliki kecenderungan untuk memberikan respons ekstrem sulit untuk
dideteksi karena belum ada teknik analisis yang dapat mewadahi tujuan tersebut.
Penelitian ini bertujuan untuk mengaplikasikan teknik analisis Model Rasch
Campuran untuk mengidentifikasi proporsi siswa yang memiliki gaya respons ekstrem
ketika melengkapi butir dalam kuesioner. Partisipan penelitian adalah siswa sekolah
SMA dari 30 kota yang tersebar pada 15 propinsi (N = 2.981). Pengukuran harga diri
dilakukan dengan menggunakan 4 sub-skala yang mengukur harga diri. Hasil analisis
menunjukkan bahwa berdasarkan cara merespons skala, siswa dalam penelitian ini
dapat dikelompokkan menjadi tiga kelas: kelas gaya respons ekstrem, normal dan campuran.
Proporsi siswa yang konsisten masuk dalam kelas gaya respons ekstrem pada keempat
sub-skala sebesar 4 persen, 6 persen pada tiga sub-skala, 13 persen dua
sub-skala dan 53 persen pada satu sub-skala. Kecilnya persentase siswa yang
memberikan respons ekstrem secara konsisten menunjukkan bahwa partisipan mampu
merefleksikan hasil penilaian dirinya pada opsi-opsi respons kuesioner dengan
baik.
Penulis: Wahyu Widhiarso
Kode Jurnal: jppsikologikepribadiandd160075

Artikel Terkait :
Jp Psikologi Kepribadian dd 2016
- Kebermaknaan Hidup Individu Dengan Gangguan Skizotipal Yang Memiliki Konsep Diri Indigo
- Peranan Kepuasan Kebutuhan Dasar Psikologis dan Orientasi Tujuan Mastery Approach terhadap Belajar Berdasar Regulasi Diri
- Mahasiswa dan Internet: Dua Sisi Mata Uang? Problematic Internet Use pada Mahasiswa
- Perundungan Reaktif di Sekolah Dasar dan Intervensi Berbasis Nuansa Sekolah
- Emosi Moral dan Empati pada Pelaku Perundungan-siber
- Peran Iklim Sekolah terhadap Perundungan
- Harga Diri Seksual, Kompulsivitas Seksual, dan Perilaku Seks Berisiko pada Orang dengan HIV/AIDS
- Penerapan Manajemen Stres Berkelompok dalam Menurunkan Stres pada Lanjut Usia Berpenyakit Kronis
- Peran Efikasi Diri, Pola Asuh Otoritatif, dan Motivasi Berprestasi terhadap Kematangan Karir
- Terapi Senam Otak untuk Menstimulasi Kemampuan Memori Jangka Pendek pada Anak Autis
- Stop Ableism: Reduksi Stigma kepada Penyandang Disabilitas melalui Intervensi Bias Implisit
- General Health Questionnaire-12 (GHQ-12) sebagai Instrumen Skrining Gangguan Penyesuaian
- PERBEDAAN ACADEMIC SELF EFFICACY DITINJAU DARI JENIS GOAL ORIENTATION
- HUBUNGAN ANTARA KESESAKAN DENGAN PRIVASI PADA MAHASISWA YANG TINGGAL DI PONDOK PESANTREN
- APAKAH ORANG MISKIN TIDAK BAHAGIA? STUDI FENOMENOLOGI TENTANG KEBAHAGIAAN DI DUSUN DELIKSARI
- PERBEDAAN KOMPETENSI SOSIAL SISWA BOARDING SCHOOL DAN SISWA SEKOLAH UMUM REGULER
- PENGARUH SELF EFFICACY TERHADAP SUBJECTIVE WELL-BEING PADA GURU SLB DI KOTA PADANG
- Perbedaan Kesuksesan Karir Subjektif Berdasarkan Tipe Orientasi Karir Pada Karyawan Middle Level Career Di Jakarta
- Peran Budaya Organisasi Dalam Memoderasi Keterlibatan Kerja Dan Perilaku Kewargaorganisasian Pada Karyawan Non-Dosen
- Hubungan Pengetahuan, Sikap, Dan Perilaku Wanita Dewasa Muda Terhadap Kanker Leher Rahim
- Prasangka Mahasiswa Papua Pada Etnis Jawa Di Kota Malang
- PEMBENTUKAN KONSEP DIRI REMAJA PADA KELUARGA JAWA YANG BERGAMA ISLAM
- KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS REMAJA DI SEKOLAH
- Hubungan Antara Dimensi Kepribadian Big Five Dengan Perilaku Makan Pada Mahasiswa UIN Suska Riau Di Pekanbaru Riau