HUBUNGAN ANTARA PENALARAN MORAL DENGAN PERILAKU PROSOSIAL PADA REMAJA
Abstract: Perilaku prososial
adalah perilaku yang
memberikan konsekuensi positif kepada orang
lain. Remaja mempelajari tingkah laku dan norma dari orang tua atau
orang dewasa lainnya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan
antara penalaran moral dengan perilaku prososial pada remaja SMA. Hipotesis
dari penelitian ini ada hubungan positif yang sangat signifikan antara
penalaran moral dengan perilaku prososial remaja. Subjek yang digunakan dalam
penelitian ini siswa-siswi SMAN 08 Surakarta berjumlah 130. Sempel tersebut
diambil dengan teknik cluster random. Alat ukur yang digunakan adalah skala
penalaran moral dan skala prososial sedangkan teknik analisis data yang
digunakan dalam penelitian ini adalah korelasi product moment dari Pearson.
Hasil analisis diperoleh data koefisien korelasi (rxy) sebesar 0,796 dengan
p =
0,000 (p <
0,01). Ada hubungan
positif yang sangat
signifikan antara penalaran moral
dengan perilaku prososial pada remaja, yang berarti hipotesis diterima dengan
sumbangan efektif dari
variabel penalaran moral
dengan variabel perilaku
prososial adalah 63,4%.
Penulis: Dyan Lestari, Partini
partini
Kode Jurnal: jppsikologikepribadiandd150116

Artikel Terkait :
Jp Psikologi Kepribadian dd 2015
- SELF DISCLOSURE: DEFINISI, OPERASIONALISASI, DAN SKEMA PROSES
- HUBUNGAN ANTARA ADULT ATTACHMENT STYLE DENGAN KOMITMEN PERNIKAHAN PADA DEWASA AWAL
- FORGIVENESS ISTRI PADA SUAMI YANG PERNAH BERSELINGKUH DAN MENGANGGUR
- HUBUNGAN ANTARA BERPIKIR POSITIF DENGAN EFIKASI DIRI AKADEMIK PADA MAHASISWA YANG SEDANG MENYUSUN SKRIPSI
- HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI SISWA TERHADAP METODE MENGAJAR GURU MATEMATIKA DENGAN MINAT BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 03 KERYATASA BANJARNEGARA TAHUN PELAJARAN 2012/2013
- Hubungan Antara Perlakuan Diskriminasi Masyarakat dengan Penerimaan Diri Transseksual di Kota Semarang
- PROGRAM PENINGKATAN RESILIENSI BAGI PECANDU NARKOBA: PENDEKATAN RISET TINDAKAN BERBASIS KUALITATIF
- EFEKTIVITAS PELATIHAN REGULASI DIRI UNTUK MENURUNKAN PROKRASTINASI MAHASISWA DALAM MENGERJAKAN SKRIPSI
- METODE PEMBELAJARAN TEAM ACCELERATED INSTRUCTION (TAI) UNTUK MENINGKATKAN MATHEMATIC ENGAGEMENT PADA SISWA SEKOLAH DASAR
- SPIRITUAL EMOTIONAL FREEDOM TECHNIQUE (SEFT) UNTUK MENGURANGI KECEMASAN PADA ORANG TUA YANG ANAKNYA MENJADI KORBAN PELECEHAN SEKSUAL
- MENDENGARKAN MURATTAL AL-QUR'AN UNTUK MENURUNKAN TINGKAT INSOMNIA
- PENGARUH TERAPI PEMAAFAN LA-TAHZAN DALAM MENINGKATKAN PENERIMAAN DIRI ISTRI YANG MENGALAMI KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA
- EFEKTIVITAS PELATIHAN KEBERSYUKURAN UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP PASIEN PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK (PPOK)
- Mencintai tanpa syarat: aplikasi model “unconditional positive regard”
- Perbedaan Subjective Well Being Antara Guru Bersertifikasi Dan Non Sertifikasi
- EFIKASI DIRI DAN DUKUNGAN SOSIAL DOSEN PEMBIMBING SKRIPSI PADA PROKRASTINASI AKADEMIK MAHASISWA UNIVERSITAS UDAYANA
- Konsep diri pada masyarakat mentawai Yang memakai tato
- DEPRESI PADA DIFABEL AKIBAT KECELAKAAN
- STRATEGI COPING PADA PASANGAN PERNIKAHAN BERORIENTASI NILAI-NILAI ISLAM
- NILAI BUDAYA SIRI’NA PACCE DAN PERILAKU KORUPSI
- BERMAIN DAN KOMPETENSI SOSIAL ANAK: STUDI META ANALISIS
- PERAN ORANG TUA DALAM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (Studi Kasus Pada Keluarga Muslim Pelaksana Homeschooling)
- DINAMIKA PSIKOLOGIS NARAPIDANA ANAK PELAKU PEMBUNUHAN: STUDI KASUS DI LAPAS ANAK KUTOARJO
- WHO MAKES ADOLESCENTS HAPPY? AN EXPLORATIVE STUDY USING THE INDIGENOUS PSYCHOLOGY APPROACH