PENGARUH WAKTU FERMENTASI DAN KONSENTRASI BIBIT KEFIR TERHADAP MUTU KEFIR SUSU SAPI
Abstrak: Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu fermentasi dan konsentrasi bibit
kefir terhadap mutu kimia, mutu mikrobiologi, dan organoleptik dari kefir susu
sapi. Fermentasi dilakukan pada waktu fermentasi 24 jam, 48 jam, dan 72 jam, serta
konsentrasi 1%, 3%, dan 5% (b/v). Mutu kimia yang diuji pada penelitian ini
meliputi pH, total asam, jumlah degradasi protein, dan kadar alkohol. Mutu
mikrobiologi yang diteliti meliputi jumlah bakteri asam laktat dan mutu
organoleptik yang diteliti meliputi rasa, aroma, warna, dan kekentalan kefir
susu sapi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu fermentasi dan konsentrasi
bibit kefir berpengaruh sangat nyata (P<0,05) terhadap mutu kimia,
mikrobiologi, dan organoleptik. pH terendah diperoleh pada fermentasi 72 jam
dengan konsentrasi 5%, kadar asam tertinggi pada fermentasi 48 jam dengan
konsentrasi 5%, jumlah degradasi protein tertinggi diperoleh pada fermentasi 72
jam dengan fermentasi 5%, dan kadar alkohol tertinggi diperoleh pada fermentasi
24 jam dengan konsentrasi 5%. Pada pengujian mutu mikrobiologi, total BAL
tertinggi sebesar 2,4 x 107 CFU/g pada jam ke-24 dengan konsentrasi 5%. Rasa
dan kekentalan kefir susu sapi yang paling disukai adalah dari kefir yang
dibuat dengan waktu fermentasi 24 jam dan konsentrasi 3%. Sedangkan warna dan aroma kefir susu sapi yang paling
disukai adalah dari kefir yang dibuat dengan waktu fermentasi 24 jam dan
konsentrasi 1%.
Penulis: NURIL HAFIDZOH
YUSRIYAH
Kode Jurnal: jpkimiadd140888

Artikel Terkait :
Jp Kimia dd 2014
- BEBERAPA PARAMETER KIMIA YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN RUMPUT LAUT MERAH KAPPAPHYCUS ALVAREZII (DOTY) DI PERAIRAN LEBIH-DALAM
- SINTESIS DAN KARAKTERISASI SENYAWA 3,3’-BENZILIDENA BIS- 4 – HIDROKSI KUMARIN UNTUK SEDIAAN RADIOTERAPI
- SYNTHESIS N-PHENYLAMINEDITHIOCARBAMATE AS CHELATING AGENT IN SOLVENT EXTRACTION
- PEMANFAATAN ASAP CAIR KAYU PUTIH (MALALEUCA CAJUPUTI) SEBAGAI ANTIOKSIDAN DALAM PENGOLAHAN IKAN TUNA ASAP
- SENYAWA HASIL ISOLASI DARI TUMBUHAN KI ENCOK (PLUMBAGO ZEYLANICA) YANG BERAKTIVITAS ANTIBAKTERI PENYAKIT MULUT DAN GIGI
- POTENSI TAUCO SEBAGAI PANGAN FUNGSIONAL
- POLA SEGREGASI PEWARISAN KARAKTER BUTIR KAPUR DAN KANDUNGAN AMILOSA BERAS PADA GENERASI F2 BEBERAPA HASIL PERSILANGAN PADI (ORYZA SATIVA L.)
- KARAKTERSITIK FISIKO-KIMIA DAN SENSORIK JUS EKSTRAK BUAH SALAK (SALACCA EDULIS REINW) VARIETAS BONGKOK
- IDENTIFIKASI POPULASI BAKTERI DALAM SPONS PENCUCI PIRING DENGAN METODE PCR-RFLP
- PENGARUH KECEPATAN PUTAR DEPOSISI TERHADAP STRUKTUR KRISTAL, KETEBALAN DAN MORFOLOGI LAPISAN TIPIS TIMBAL ZIRKONAT TITANAT (PZT) DENGAN METODE SPIN COATER
- PROSES DEPROTEINISASI KARET ALAM (DPNR) DARI LATEKS HEVEA BRASILIENSIS MUELL ARG. DENGAN CARA ENZIMATIK
- SINTESIS DAN KARAKTERISASI 1,4,7-TRIAZASIKLONONANA-1,4,7-ASAM TRIASETAT (NOTA) SEBAGAI LIGAN DALAM SENYAWA KOMPLEKS SEDIAAN RADIOTERAPI
- PEMBUATAN MEMBRAN SELULOSA ASETAT TERMODIFIKASI ZEOLIT ALAM LAMPUNG UNTUK PEMISAHAN ETANOL-AIR SECARA PERVAPORASI
- ANALISIS GLIKOSIDA KARDIOAKTIF DIGOKSIN MENGGUNAKAN ULTRA PERFORMANCE LIQUID CHROMATOGRAPHY (UPLC)
- GREEN SYNTHESIS OF ISOPULEGOL FROM CITRONELLAL CATALYSED BY ZEOLITE BASED SOLID ACID CATALYSTS
- EKSFOLIASI LAPISAN H2BABI2TI4O13 DAN UJI AKTIVITAS KATALITIKNYA PADA PEMBENTUKAN ETIL ASETAT
- UJI BIOINSEKTISIDA DAN FRAKSI NON-POLAR EKSTRAK KLOROFORM KULIT BATANG TUMBUHAN NYIRI BATU (Xylocarpus moluccensis)
- FITOKIMIA DAN UJI BIOINSEKTISIDA ISOLAT DARI EKSTRAK KULIT BATANG TUMBUHAN NYIRI BATU TERHADAP ULAT GRAYAK
- “ANGBI PENCASE” KOTAK PENSIL ANGRY BIRD BERBAHAN DASAR LIMBAH KERTAS
- PENENTUAN UKURAN CLUSTER NANOPARTIKEL EMAS MENGGUNAKAN MATRIK GLISERIN DENGAN INSTRUMEN ZETASIZER NANO
- SINTESIS DAN KARAKTERISASI PADATAN SILIKA-ALUMINA DENGAN VARIASI SUHU KALSINASI SEBAGAI PENDUKUNG KATALIS CAMPURAN OKSIDA LOGAM Cu/Zn
- MODELING HUBUNGAN KUANTITATIF STRUKTUR DAN AKTIVITAS (HKSA) PINOCEMBRIN DAN TURUNANNYA SEBAGAI ANTI KANKER
- KAJIAN TEORITIS UNTUK MENENTUKAN CELAH ENERGI KOMPLEKS 8-HIDROKSIQUINOLIN TERKONJUGASI LOGAM BESI DENGAN MENGGUNAKAN TEORI KERAPATAN FUNGSIONAL
- EFFECT OF TEMPERATURE AND pH ON SWEET POTATO STARCH RESIDUE FERMENTATION TO PRODUCE BIOHYDROGEN THROUGH DARK-FERMENTATION USING YEAST