Pengaruh Self-Regulated Learning, Self-Efficacy dan Perhatian Orangtua Terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa
Abstrak: Tujuan penelitian ini
untuk mengetahui pengaruh self regulated learning, self-efficacy, dan perhatian
orangtua terhadap prestasi belajar matematika pada siswa kelas VIII. Penelitian
ini mengambil lokasi di SMP Negeri 1 Purwosari Gunungkidul. Jumlah subjek 89
siswa kelas VIII. Metode pengumpulan data menggunakan skala self regulated
learning, skala self-efficacy, dan skala perhatian orangtua. Data prestasi
belajar matematika diperoleh dari dokumen rapor pada semester ganjil sedangkan
pengambilan data pada semester genap. Teknik analisis data yang digunakan
adalah analisis regresi ganda. Hasil analisis regresi menunjukkan hasil
signifikansi antara self regulated learning terhadap prestasi belajar
matematika sebesar 0,516 (516 > 0,05). Self-efficacy terhadap prestasi
belajar matematika sebesar 0,611 (0,611 > 0,05). Perhatian orangtua terhadap
prestasi belajar matematika sebesar 0,193 (0,193 > 0,05). Hasil analisis
data menunjukkan tidak ada pengaruh dari ketiga variabel tersebut terhadap
prestasi belajar matematika. Signifikansi analisis varian sebesar 0,494 (0,494
> 0,05), self regulated learning, self-efficacy, dan perhatian orangtua
secara bersama-sama tidak berpengaruh terhadap prestasi belajar matematika,
berarti dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. Penelitian ini dapat
dijadikan pertimbangan guru bimbingan dan konseling dalam upaya meningkatkan
prestasi belajar siswa melalui layanan bimbingan belajar, dan bagi guru bidang
studi matematika dapat dijadikan sebagai pertimbangan dalam peningkatan
prestasi belajar matematika siswa.
Kata kunci: self-regulated
learning, self-efficacy, perhatian orangtua, dan prestasi belajar matematika
Penulis: Sugiyana
Kode Jurnal: jpbkdd150382

Artikel Terkait :
Jp Bimbingan dan Konseling dd 2015
- PENINGKATAN INTERAKSI SOSIAL SISWA DENGAN TEMAN SEBAYA MELALUI LAYANAN KONSELING KELOMPOK
- PENINGKATAN KONSEP DIRI POSITIF SISWA DENGAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK
- PENGGUNAAN STRATEGI COPING PADA SISWA KELAS X SMK SWADHIPA 2 NATAR
- PENGGUNAAN LAYANAN KONSELING KELOMPOK UNTUK MENINGKATAN SELF ESTEEM PADA SISWA KELAS XI
- PENINGKATAN PERCAYA DIRI SISWA MENGGUNAKAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK
- HUBUNGAN INTERAKSI TEMAN SEBAYA DAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA SMP
- PENGGUNAAN LAYANAN KONSELING KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PADA SISWA KELAS VIII
- HUBUNGAN ASPIRASI MELANJUTKAN KE PERGURUAN TINGGI DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS XII
- PENINGKATAN PERILAKU SELF ESTEEM DENGAN LAYANAN KONSELING KELOMPOK PADA SISWA KELAS VIII
- PENGGUNAAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL PADA SISWA KELAS VIII
- HUBUNGAN ANTARA PERCAYA DIRI DENGAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL PADA SISWA SMA
- PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGUNGKAPKAN PENDAPAT MENGGUNAKAN TEKNIK ASSERTIVE TRAINING SISWA KELAS XII SMA
- MENINGKATAN KEMAMPUAN BERFIKIR POSITIF MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK PADA SISWA KELAS XII
- PENGGUNAAN TOKEN ECONOMY UNTUK MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI PADA ANAK USIA DINI
- PENINGKATAN KEMAMPUAN PENYESUAIAN DIRI MENGGUNAKAN TEKNIK REINFORCEMENT POSITIF SISWA KELAS 1 SD
- HUBUNGAN ANTARA PENGASUHAN ORANG TUA DENGAN KEMAMPUAN INTERAKSI SOSIAL PADA SISWA SMA
- HUBUNGAN PENGGUNAAN STRATEGI COPING DENGAN PRESTASI AKADEMIK PADA SISWA KELAS XI SMA
- PENGGUNAAN LAYANAN KONSELING KELOMPOK UNTUK MENGURANGI KENAKALAN REMAJA PADA SISWA KELAS VIII
- PENGGUNAAN LAYANAN KONSELING KELOMPOK DALAM MENGURANGI PERILAKU MEROKOK SISWA KELAS X
- PENINGKATAN DISIPLIN SISWA MENGGUNAKAN KONSELING KELOMPOK PENDEKATAN BEHAVIOR SISWA SMP KELAS VIII
- PENGGUNAAN LAYANAN KONSELING INDIVIDU DALAM MENINGKATKAN KONSEP DIRI TUNARUNGU DI ORGANISASI GERKATIN
- MENGURANGI KONSEP DIRI NEGATIF MENGGUNAKAN ASSERTIVE TRAINING PADA SISWA KELAS X SMA
- Kontribusi Komunikasi Persuasif Dan Pengalaman Organisasi Mahasiswa Jurusan PLS FIP UNP Terhadap Pengelolaan Program Pendidikan Nonformal
- Konsep Burnout pada Mahasiswa Bimbingan dan Konseling
- Hubungan Kecanduan Game dengan Motivasi Belajar Siswa dan Implikasinya Terhadap Bimbingan dan Konseling