MODEL PENDUGA VOLUME POHON WERU (Albizia procera (Roxb.) Benth.) DI KABUPATEN MAJALENGKA - JAWA BARAT
Abstrak: Pohon weru banyak
dibudidayakan sebagai salah satu tanaman penghasil kayu pertukangan dan energi
yang dikembangkan di masyarakat
khususnya pada hutan
rakyat. Tujuan penelitian ini
adalah untuk melakukan penyusunan model penduga volume
pohon yang memiliki ketelitian tinggi untuk jenis Weru di Kabupaten Majalengka.
Data dikumpulkan dengan mengukur volume pohon pada berbagai kelas diameter pada
tegakan Weru yang sudah ada dengan metode purposive sampling. Selanjutnya data
dianalisis menggunakan lima persamaan regresi penyusun model berdasarkan peubah
bebas diameter setinggi dada dan tinggi pohon. Pemilihan model terbaik
didasarkan pada hasil penghitungan nilai koefisien determinasi maksimum (R2),
bias minimum dan Root mean square error (RMSE) terkecil. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa model persamaan pendugaan volume terbaik yaitu Ln V = - 7,59
+ 2,02 ln D dengan SA 0,0165 dan SR 0,1178.
Kata Kunci: Tree volume
estimation model; weru; diameter; height of tree; model penduga volume; weru;
diameter; tinggi pohon
Penulis: Sofwan Bustomi, Mira
Yulianti
Kode Jurnal: jpkehutanandd140195

Artikel Terkait :
Jp Kehutanan dd 2014
- PENGARUH INOKULASI FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT SUREN (Toona sureni Merr) DALAM MENUNJANG KEBERHASILAN KONSERVASI EX- SITU
- POLA DAN NILAI LOKAL ETNIS DALAM PEMANFAATAN SATWA PADA ORANG RIMBA BUKIT DUABELAS PROVINSI JAMBI
- INDIKATOR DAN PARAMETER KRITERIA LAHAN UNTUK MONITORING DAN EVALUASI KINERJA SUB-DAS
- SELEKSI HABITAT LUTUNG JAWA (Trachypithecus auratus E. Geoffroy SaintHilaire, 1812) DI TAMAN NASIONAL GUNUNG MERAPI
- ZONASI TAMAN NASIONAL GUNUNG CIREMAI BERDASARKAN SENSITIVITAS KAWASAN DAN AKTIVITAS MASYARAKAT
- POLA SEBARAN DAN ASOSIASI BAYUR (Pterospermum javanicum Jungh.) DI KAWASAN TAMAN NASIONAL GUNUNG RINJANI
- PENGELOLAAN DAN KONSERVASI JENIS ULIN (Eusideroxylon zwageri Teijsm. & Binn.) DI INDONESIA
- KESESUAIAN JENIS POHON PADA LAHAN KRITIS DI SUB DAS LESTI, JAWA TIMUR
- FAKTOR PENYEBAB KEGAGALAN PANEN MADU HUTAN DI TAMAN NASIONAL DANAU SENTARUM PADA MUSIM PANEN TAHUN 2009-2012
- PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PEMBANGUNAN PENANGKARAN RUSA SAMBAR (Cervus unicolor Kerr, 1792) DI KHDTK SAMBOJA, KALIMANTAN TIMUR
- KOMUNITAS HABITAT BEKANTAN (Nasalis larvatus Wurmb) PADA AREAL TERISOLASI DI KUALA SAMBOJA, KALIMANTAN TIMUR
- KERAGAMAN GENETIK DAN DISTRIBUSI HAPLOGROUP TRENGGILING (Manis javanica Desmarest, 1822)
- TRADISI PELESTARIAN HUTAN MASYARAKAT ADAT TAU TAA VANA DI TOJO UNA-UNA SULAWESI TENGAH
- KARAKTERISTIK VEGETASI HABITAT BANTENG (Bos javanicus d’Alton 1832) DI TAMAN NASIONAL MERU BETIRI, JAWA TIMUR
- NILAI FINANSIAL PENANGKARAN RUSA TIMOR DI HUTAN PENELITIAN DRAMAGA, BOGOR
- KANDUNGAN BIOMASSA ATAS PERMUKAAN PADA HUTAN RAWA GAMBUT DI KABUPATEN ROKAN HILIR, PROVINSI RIAU
- PERBEDAAN SIMPANAN KARBON ORGANIK PADA HUTAN TANAMAN Acacia Mangium Wild DAN HUTAN SEKUNDER MUDA
- KERAGAMAN GENETIK DAN SITUS POLIMORFIK TRENGGILING (Manis javanica Desmarest, 1822) DI PENANGKARAN
- KARAKTERISTIK PETANI DAN PRAKTEK SILVIKULTUR AGROFORESTRI KAYU BAWANG (Azadirachta excelsa (jack) M. Jacobs) DI KABUPATEN BENGKULU TENGAH
- PERBANDINGAN HIBRID ULAT SUTERA (Bombyx mori L.) ASAL CINA DENGAN HIBRID LOKAL DI SULAWESI SELATAN
- UJI EFIKASI EKSTRAK DAUN DAN BIJI DARI TANAMAN SUREN, MIMBA DAN SIRSAK TERHADAP MORTALITAS HAMA ULAT GAHARU
- EVALUASI AWAL KOMBINASI UJI SPESIES-PROVENAN JENIS-JENIS SHOREA PENGHASIL TENGKAWANG DI GUNUNG DAHU, BOGOR, JAWA BARAT
- EFEKTIVITAS JENIS DAN DOSIS FUNGISIDA SERTA PEMANGKASAN DALAM MENEKAN PERTUMBUHAN PENYAKIT KARAT TUMOR
- CURAHAN WAKTU KERJA SEBAGAI INDIKATOR KEBERHASILAN PENGELOLAAN HUTAN RAKYAT ”WANAFARMA ” DI KECAMATAN MAJENANG KABUPATEN CILACAP
- VARIASI MUTU FISIOLOGIS BENIH DAN PERTUMBUHAN BIBIT SENGON DARI BEBERAPA PROVENAN ASAL PAPUA