ANALISIS PEDIGREE GANGGUAN PENDENGARAN DAN KETULIAN PADA PENDUDUK DUSUN SEPANG, POLEWALI MANDAR, SULAWESI BARAT
Abstrak: Gangguan pendengaran
dan ketulian ditemukan pada penduduk Dusun Sepang, Desa Tenggelang, Kecamatan
Luyo, Kabupaten Polewali Mandar Sulawesi Barat yang mempunyai adat perkawinan
keluarga. Tujuan: Analisis pedigree ini bertujuan menentukan pola pewarisan
gangguan pendengaran dan ketulian pada penduduk dusun tersebut. Metode: Jenis penelitian
ini adalah studi eksploratif dengan jumlah subjek sebanyak 167 orang.
Pemeriksaan yang dilakukan adalah audiometri nada murni menggunakan audiometer
merk Interacoustics tipe AD229, Audiometer impedans merk Madsen Electronics
tipe Zodiac 901 dan TEOAE merk Interacoustics tipe Otoread. Subjek dibuatkan
pedigree dan dianalisis. Hasil: Uji statistik chi-square test goodness of fit
menunjukkan bahwa uji kesesuaian dengan anggapan pola pewarisan gangguan
pendengaran dan ketulian secara autosomal dominan didapatkan nilai χ² hasil=6,721 > χ² = 3,84 dan nilai p=
0,01<0,05 dengan df = 1, sedangkan uji kesesuaian dengan anggapan pola
pewarisan gangguan pendengaran dan ketulian secara autosomal resesif didapatkan
nilai χ²
hasil=0,628 <χ²tabeltabel =3,84 dan nilai p=0,428>0,05 dengan df
=1. Kesimpulan: Pola pewarisan gangguan pendengaran dan ketulian pada
perkawinan keluarga pada penduduk dusun Sepang, Desa Tenggelang, Kecamatan
Luyo, Kabupaten polewali Mandar Sulawesi Barat terjadi melalui transmisi autosomal
resesif.
Kata Kunci: analisis pedigree,
perkawinan keluarga, gangguan pendengaran, ketulian, Polewali Mandar, Sulawesi
Barat
Penulis: Muhammad Fadjar
Perkasa, Abdul Qadar Punagi, Khaeruddin K
Kode Jurnal: jpkedokterandd120384

Artikel Terkait :
Jp Kedokteran dd 2012
- PEWARNAAN TOLUIDIN BLUE SEBAGAI PETANDA KETEPATAN BIOPSI PASCA TERAPI KARSINOMA SEL SKUAMOSA KEPALA-LEHER
- HUBUNGAN STATUS NUTRISI PENDERITA KARSINOMA NASOFARING STADIUM LANJUT DENGAN KEJADIAN MUKOSITIS SESUDAH RADIOTERAPI
- FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KEJADIAN PRESBIKUSIS DI RUMAH SAKIT DR KARIADI SEMARANG
- VALIDITAS PEMERIKSAAN RAPID TEST IMMUNOCHROMATOGRAPHY BERBASIS EBV PADA PENDERITA KARSINOMA NASOFARING DI MAKASSAR
- PENGARUH KEMOTERAPI NEOADJUVANT TERHADAP EKSPRESI NFΚB DAN C-MYC PADA KARSINOMA NASOFARING JENIS UNDIFFERENTIATED
- EKSTRAKSI BENDA ASING GIGI PALSU DI ESOFAGUS DENGAN ESOFAGOTOMI SERVIKAL
- PERBANDINGAN EFEKTIVITAS BEBERAPA PELARUT TERHADAP SERUMEN OBTURANS SECARA IN VITRO DI MAKASSAR
- POLIPEKTOMI SEDERHANA ENDOSKOPIK RAWAT JALAN DILANJUTKAN STEROID INTRANASAL SEBELUM BEDAH SINUS ENDOSKOPIK FUNGSIONAL
- PENATALAKSANAN DEVIASI SEPTUM DENGAN SEPTOPLASTI ENDOSKOPIK METODE OPEN BOOK
- BEDAH SINONASAL ENDOSKOPIK ANGIOFIBROMA NASOFARING BELIA: LAPORAN SERI KASUS BERBASIS BUKTI (EVIDENCE BASED)
- PENGARUH KEMOTERAPI NEOADJUVANT TERHADAP LMP1 DAN RASIO CD4+/CD8+ PADA KARSINOMA NASOFARING TAK-BERDIFERENSIASI
- PENGARUH TONSILEKTOMI TERHADAP UKURAN DAN EKSPRESI IL-6 TONSIL LINGUALIS PADA PASIEN OSA
- GAMBARAN FUNGSI PENGHIDU DENGAN SNIFFIN’ STICKS PADA PASIEN RINITIS ALERGI
- EKSPRESI CYCLOOXYGENASE-2 (COX-2) PADA PENDERITA RINOSINUSITIS KRONIS
- EFEKTIVITAS IMUNOTERAPI TERHADAP GEJALA, TEMUAN NASOENDOSKOPIK DAN KUALITAS HIDUP PASIEN RINOSINUSITIS ALERGI
- GANGGUAN PENDENGARAN PADA SINDROMA LEOPARD
- PERBEDAAN SENSITIVITAS TETES TELINGA ANTIBIOTIK TERHADAP PSEUDOMONAS AERUGINOSA PADA OTITIS MEDIA SUPURATIF KRONIK
- PENGARUH KEDALAMAN DAN LAMA MENYELAM TERHADAP AMBANG-DENGAR PENYELAM TRADISIONAL DENGAN BAROTRAUMA TELINGA
- Karakteristik Keterlambatan Bicara di Klinik Khusus Tumbuh Kembang Rumah Sakit Anak dan Bunda Harapan Kita Tahun 2008 - 2009
- Sikap Peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis Ilmu Kesehatan Anak Terhadap Tugas Administrasi Rumah Sakit
- Gambaran Tekanan Darah Anak dengan Diabetes Mellitus Tipe 1 di Indonesia
- Mortalitas Asidosis Metabolik Laktat dan Non-laktat di Unit Perawatan Intensif Pediatrik RSUP Sanglah
- Diare Rotavirus pada Anak Usia Balita
- Manifestasi dan Komplikasi Gastrointestinal pada Purpura Henoch Schonlein