Gambaran Tekanan Darah Anak dengan Diabetes Mellitus Tipe 1 di Indonesia
Abstrak: Salah satu komplikasi
jangka panjang diabetes melitus tipe 1 (DM tipe 1) pada anak adalah nefropati
diabetik. Lama menderita diabetes serta masa pubertas merupakan faktor yang
mempengaruhi terjadi komplikasi tersebut. Kejadian nefropati diabetik pada umumnya
akan disertai gejala peningkatan tekanan darah.
Tujuan.Mengetahui gambaran tekanan darah anak dengan DM tipe 1
berdasarkan umur, jenis kelamin, lama sakit, dan kadar HbA1c.
Metode.Studi observational retrospektif pada register nasional DM tipe 1
UKK Endokrin Anak IDAI sampai tahun 2010. Variabel yang diteliti adalah umur,
jenis kelamin, lama sakit, kadar HbA1c, serta tekanan darah sistolik (TDS) dan
diastolik (TDD).
Hasil.Di antara 177 anak dengan DM tipe 1, 118 (66,7%) perempuan dan 59
(33,3%) laki-laki. Rerata umur saat pertama kali didiagnosis adalah 11,8 tahun.
Dijumpai 1 (0,6 % ) anak perempuan yang menderita DM tipe 1 lebih dari 5 tahun
mempunyai tekanan darah sistolik dan diastoik di atas persentil 95.
Kesimpulan. Sebagian besar tekanan darah anak dengan DM tipe 1, normal.
Terdapat 0,6% kasus dengan hipertensi (>95 persentil) yaitu seorang anak
perempuan yang telah menderita DM lebih dari 5 tahun
Kata Kunci: tekanan darah;
diabetes mellitus tipe 1
Penulis: Indra W Himawan, Aman
B Pulungan, Bambang Tridjaja, Jose RL Batubara
Kode Jurnal: jpkedokterandd120372

Artikel Terkait :
Jp Kedokteran dd 2012
- PEWARNAAN TOLUIDIN BLUE SEBAGAI PETANDA KETEPATAN BIOPSI PASCA TERAPI KARSINOMA SEL SKUAMOSA KEPALA-LEHER
- HUBUNGAN STATUS NUTRISI PENDERITA KARSINOMA NASOFARING STADIUM LANJUT DENGAN KEJADIAN MUKOSITIS SESUDAH RADIOTERAPI
- FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KEJADIAN PRESBIKUSIS DI RUMAH SAKIT DR KARIADI SEMARANG
- VALIDITAS PEMERIKSAAN RAPID TEST IMMUNOCHROMATOGRAPHY BERBASIS EBV PADA PENDERITA KARSINOMA NASOFARING DI MAKASSAR
- PENGARUH KEMOTERAPI NEOADJUVANT TERHADAP EKSPRESI NFΚB DAN C-MYC PADA KARSINOMA NASOFARING JENIS UNDIFFERENTIATED
- EKSTRAKSI BENDA ASING GIGI PALSU DI ESOFAGUS DENGAN ESOFAGOTOMI SERVIKAL
- PERBANDINGAN EFEKTIVITAS BEBERAPA PELARUT TERHADAP SERUMEN OBTURANS SECARA IN VITRO DI MAKASSAR
- POLIPEKTOMI SEDERHANA ENDOSKOPIK RAWAT JALAN DILANJUTKAN STEROID INTRANASAL SEBELUM BEDAH SINUS ENDOSKOPIK FUNGSIONAL
- PENATALAKSANAN DEVIASI SEPTUM DENGAN SEPTOPLASTI ENDOSKOPIK METODE OPEN BOOK
- ANALISIS PEDIGREE GANGGUAN PENDENGARAN DAN KETULIAN PADA PENDUDUK DUSUN SEPANG, POLEWALI MANDAR, SULAWESI BARAT
- BEDAH SINONASAL ENDOSKOPIK ANGIOFIBROMA NASOFARING BELIA: LAPORAN SERI KASUS BERBASIS BUKTI (EVIDENCE BASED)
- PENGARUH KEMOTERAPI NEOADJUVANT TERHADAP LMP1 DAN RASIO CD4+/CD8+ PADA KARSINOMA NASOFARING TAK-BERDIFERENSIASI
- PENGARUH TONSILEKTOMI TERHADAP UKURAN DAN EKSPRESI IL-6 TONSIL LINGUALIS PADA PASIEN OSA
- GAMBARAN FUNGSI PENGHIDU DENGAN SNIFFIN’ STICKS PADA PASIEN RINITIS ALERGI
- EKSPRESI CYCLOOXYGENASE-2 (COX-2) PADA PENDERITA RINOSINUSITIS KRONIS
- EFEKTIVITAS IMUNOTERAPI TERHADAP GEJALA, TEMUAN NASOENDOSKOPIK DAN KUALITAS HIDUP PASIEN RINOSINUSITIS ALERGI
- GANGGUAN PENDENGARAN PADA SINDROMA LEOPARD
- PERBEDAAN SENSITIVITAS TETES TELINGA ANTIBIOTIK TERHADAP PSEUDOMONAS AERUGINOSA PADA OTITIS MEDIA SUPURATIF KRONIK
- PENGARUH KEDALAMAN DAN LAMA MENYELAM TERHADAP AMBANG-DENGAR PENYELAM TRADISIONAL DENGAN BAROTRAUMA TELINGA
- Karakteristik Keterlambatan Bicara di Klinik Khusus Tumbuh Kembang Rumah Sakit Anak dan Bunda Harapan Kita Tahun 2008 - 2009
- Sikap Peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis Ilmu Kesehatan Anak Terhadap Tugas Administrasi Rumah Sakit
- Mortalitas Asidosis Metabolik Laktat dan Non-laktat di Unit Perawatan Intensif Pediatrik RSUP Sanglah
- Diare Rotavirus pada Anak Usia Balita
- Manifestasi dan Komplikasi Gastrointestinal pada Purpura Henoch Schonlein