Hubungan Ketebalan Intima Media Arteri Karotis dan Massa Ventrikel Kiri pada Remaja Obes
Abstrak: Obesitas pada anak
berhubungan dengan peningkatan risiko kematian yang disebabkan aterosklerosis
dan kardiomiopati pada saat dewasa.
Ketebalan intima media (KIM) arteri karotis dan massa ventrikel kiri (MVK)
adalah penanda awal aterosklerosis dan
kardiomiopati yang dapat diperiksa sejak usia dini.
Tujuan.Mengetahui hubungan antara KIM arteri karotis dan MVK pada remaja
obes.
Metode.Penelitian observasional analitik dengan pendekatan potong lintang
terhadap 45 remaja usia 13-18 tahun dari bulan November 2013 – Februari 2014. Subyek dibagi
menjadi obes dan tidak obes berdasarkan IMT menurut umur dan jenis kelamin. Penilaian KIM dan MVK dengan ekokardiografi.
Pengolahan data dengan uji Mann-Whitney, uji t tidak berpasangan. Hubungan antara KIM dengan MVK ditentukan dengan uji
regresi linier.
Hasil.Terdapat perbedaan bermakna antara KIM remaja obes (rerata 0,79 mm,
SB 0,77) dibandingkan tidak obes (rerata 0,23 mm, SB 0,22) (p<0,001). Rerata MVK remaja obes
456,75 g (SB 204,39) berbeda bermakna dengan rerata MVK tidak obes 138,24 g (SB
24,19) (p<0,001). Terdapat hubungan antara KIM dengan MVK pada remaja obes
(r=0,374 p=0,006).
Kesimpulan. Ketebalan intima media arteri karotis dan MVK pada remaja
obes berbeda bermakna dibandingkan tidak obes. Pada remaja obes terjadi
peningkatan KIM dan MVK. Terdapat hubungan peningkatan KIM arteri karotis
dengan peningkatan MVK pada remaja obes.
Kata Kunci: ketebalan intima
media; arteri karotis; massa ventrikel kiri; obesitas
Penulis: David Kaunang, Irna
Chandra, Stefanus Gunawan
Kode Jurnal: jpkedokterandd150832

Artikel Terkait :
Jp Kedokteran dd 2015
- Mendengkur pada Anak: kapan waktu yang tepat untuk dilakukan tonsiloadenoidektomi?
- Efektivitas Premedikasi untuk Pencegahan Reaksi Transfusi
- Perbedaan Myocardial Performance Index Ventrikel Kiri pada Remaja Obes dengan dan tanpa Sindrom Metabolik
- Hubungan Jenis Kelamin, Usia Gestasi, dan Berat Badan Lahir dengan Sindrom Rubela Kongenital
- Korelasi Kadar Timbal dalam Darah dengan Kadar Hemoglobin pada Anak Usia 1-6 tahun
- Hubungan Kadar Copeptin Serum dengan Derajat Pneumonia pada anak balita
- Hubungan antara Kadar Seng dalam Serum dengan Fungsi Eksekutif pada Anak dengan Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas (GPPH)
- Perbandingan Efektifitas dan Keamanan Parasetamol Intravena dan Ibuprofen Oral pada Penutupan Duktus Arteriosus Persisten pada Bayi Kurang Bulan
- Hubungan Penggunaan Media Elektronik dan Gangguan Tidur
- Hubungan Kadar Procalcitonin dengan Demam Neutropenia pada Leukemia Limfoblastik Akut Anak
- Hubungan Kadar Prokalsitonin dan Kultur Bakteri dengan Tingkat Keparahan Pneumonia pada Anak
- Ketepatan Parameter Klinis dalam Memprediksi Mortalitas Perdarahan Intrakranial Spontan pada Anak Usia Kurang dari Satu Tahun
- Gambaran Uji Fungsi Paru pada Diabetes Melitus Tipe 1 Usia 8-18 Tahun
- Jumlah CD4+IL-5+, CD8+IL-5+, dan Perbaikan Kualitas Hidup Setelah Pemberian Prebiotik dan Nigella Sativa pada Anak Asma dengan Imunoterapi Fase Rumatan
- Profil Klinis, Laboratorium, dan Serologi Infeksi Virus Dengue pada Bayi
- Perbandingan Kadar Vitamin D [25 Hidroksivitamin D] Pada Anak Sakit Kritis dan Nonkritis
- Faktor Risiko Hiperkoagulasi pada Thalassemia Anak
- Hubungan antara Hipokalsemia dan Prognosis Buruk pada Sepsis Neonatal
- Pengaruh Pemberian Vitamin C terhadap Kadar Leukotrien Urin pada Pasien Asma Anak
- Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Gangguan Perilaku pada Anak Epilepsi
- Manifestasi Klinis dan Fungsi Ventrikel pada Kardiomiopati Dilatasi
- Event Free Survival Enam Bulan Kejadian Tumor Cachexia Syndrome pada Anak dengan Keganasan
- Hubungan Asma dengan Gangguan Perilaku pada Anak
- Dampak Penambahan Digoksin terhadap Kapasitas Fungsional Penyakit Jantung Bawaan Pirau Kiri ke Kanan yang Mengalami Gagal Jantung