PENATALAKSANAN DEVIASI SEPTUM DENGAN SEPTOPLASTI ENDOSKOPIK METODE OPEN BOOK
Abstrak: Deviasi septum
merupakan kelainan anatomi hidung yang paling banyak ditemukan. Deviasi septum
dapat muncul tanpa gejala namun dapat juga mengakibatkan kelainan fungsi hidung
maupun kelainan bentuk sehingga perlu dilakukan koreksi. Septoplasti merupakan
konsep modern bedah untuk melakukan koreksi kelainan septum. Kemajuan di bidang
endoskopi telah memberikan pengaruh yang besar terhadap perkembangan teknik
septoplasti. Septoplasti endoskopik meningkatkan ketepatan target operasi
dengan visualisasi yang baik dan pembesaran target, sehingga dapat mengurangi
komplikasi yang terjadi akibat septoplasti. Septoplasti endoskopik dengan
metode open book merupakan salah satu metode yang dipakai dalam penatalaksaan
deviasi septum. Tujuan: Mempresentasikan penatalaksanaan deviasi septum dengan
septoplasti endoskopik dengan metode open book. Kasus: Satu kasus deviasi
septum dengan krista pada septum sebelah kanan pada seorang lakilaki umur 43
tahun. Penatalaksanaan: Septoplasti endoskopik dengan metode open book.
Kesimpulan: Penatalaksanaan deviasi septum dengan septoplasti endoskopik metode
open book memberikan pemaparan septum
yang baik dan area yang lebih luas. Kondisi ini memberikan kemudahan untuk
melakukan koreksi terhadap kelainan septum dan mengurangi komplikasi.
Kata kunci: septoplasti, endoskopi, deviasi septum, , metode open book
Penulis: Bestari Jaka Budiman,
Muhammad Rusli Pulungan
Kode Jurnal: jpkedokterandd120385

Artikel Terkait :
Jp Kedokteran dd 2012
- PEWARNAAN TOLUIDIN BLUE SEBAGAI PETANDA KETEPATAN BIOPSI PASCA TERAPI KARSINOMA SEL SKUAMOSA KEPALA-LEHER
- HUBUNGAN STATUS NUTRISI PENDERITA KARSINOMA NASOFARING STADIUM LANJUT DENGAN KEJADIAN MUKOSITIS SESUDAH RADIOTERAPI
- FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KEJADIAN PRESBIKUSIS DI RUMAH SAKIT DR KARIADI SEMARANG
- VALIDITAS PEMERIKSAAN RAPID TEST IMMUNOCHROMATOGRAPHY BERBASIS EBV PADA PENDERITA KARSINOMA NASOFARING DI MAKASSAR
- PENGARUH KEMOTERAPI NEOADJUVANT TERHADAP EKSPRESI NFΚB DAN C-MYC PADA KARSINOMA NASOFARING JENIS UNDIFFERENTIATED
- EKSTRAKSI BENDA ASING GIGI PALSU DI ESOFAGUS DENGAN ESOFAGOTOMI SERVIKAL
- PERBANDINGAN EFEKTIVITAS BEBERAPA PELARUT TERHADAP SERUMEN OBTURANS SECARA IN VITRO DI MAKASSAR
- POLIPEKTOMI SEDERHANA ENDOSKOPIK RAWAT JALAN DILANJUTKAN STEROID INTRANASAL SEBELUM BEDAH SINUS ENDOSKOPIK FUNGSIONAL
- ANALISIS PEDIGREE GANGGUAN PENDENGARAN DAN KETULIAN PADA PENDUDUK DUSUN SEPANG, POLEWALI MANDAR, SULAWESI BARAT
- BEDAH SINONASAL ENDOSKOPIK ANGIOFIBROMA NASOFARING BELIA: LAPORAN SERI KASUS BERBASIS BUKTI (EVIDENCE BASED)
- PENGARUH KEMOTERAPI NEOADJUVANT TERHADAP LMP1 DAN RASIO CD4+/CD8+ PADA KARSINOMA NASOFARING TAK-BERDIFERENSIASI
- PENGARUH TONSILEKTOMI TERHADAP UKURAN DAN EKSPRESI IL-6 TONSIL LINGUALIS PADA PASIEN OSA
- GAMBARAN FUNGSI PENGHIDU DENGAN SNIFFIN’ STICKS PADA PASIEN RINITIS ALERGI
- EKSPRESI CYCLOOXYGENASE-2 (COX-2) PADA PENDERITA RINOSINUSITIS KRONIS
- EFEKTIVITAS IMUNOTERAPI TERHADAP GEJALA, TEMUAN NASOENDOSKOPIK DAN KUALITAS HIDUP PASIEN RINOSINUSITIS ALERGI
- GANGGUAN PENDENGARAN PADA SINDROMA LEOPARD
- PERBEDAAN SENSITIVITAS TETES TELINGA ANTIBIOTIK TERHADAP PSEUDOMONAS AERUGINOSA PADA OTITIS MEDIA SUPURATIF KRONIK
- PENGARUH KEDALAMAN DAN LAMA MENYELAM TERHADAP AMBANG-DENGAR PENYELAM TRADISIONAL DENGAN BAROTRAUMA TELINGA
- Karakteristik Keterlambatan Bicara di Klinik Khusus Tumbuh Kembang Rumah Sakit Anak dan Bunda Harapan Kita Tahun 2008 - 2009
- Sikap Peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis Ilmu Kesehatan Anak Terhadap Tugas Administrasi Rumah Sakit
- Gambaran Tekanan Darah Anak dengan Diabetes Mellitus Tipe 1 di Indonesia
- Mortalitas Asidosis Metabolik Laktat dan Non-laktat di Unit Perawatan Intensif Pediatrik RSUP Sanglah
- Diare Rotavirus pada Anak Usia Balita
- Manifestasi dan Komplikasi Gastrointestinal pada Purpura Henoch Schonlein