Penggunaan Kortikosteroid Intranasal Dalam Tata Laksana Rinitis Alergi pada Anak
Abstrak: Akhir-akhir ini terdapat
peningkatan prevalensi kasus rinitis alergi pada anak. Penyakit ini tidak hanya
mengganggu kesehatan fisik dan psikososial, kualitas hidup, kapasitas belajar
dan bekerja anak, tetapi juga berperan terhadap timbulnya penyakit lain seperti
asma, sinusitis, dan otitis media. Tata laksana rinitis alergi meliputi
pengendalian lingkungan untuk menghindari alergen, pemberian obat-obatan
seperti antihistamin, dekongestan, dan kortikosteroid, serta imunoterapi.
Pemberian kortikosteroid intranasal merupakan indikasi bagi penderita rinitis
alergi intermiten sedang-berat dan rinitis alergipersisten. Efek anti inflamasi dari obat ini diperantarai oleh
pengaturan ekspresi gen target spesifik. Kortikosteroid intranasal sangat
efektif dalam menghilangkan gejala rhinitis alergi. Obat ini dapat diberikan
dalam bentuk semprot aqua dan inhaler dengan dosisterukur. Pemberian obat ini
jarang menimbulkan efek samping sistemik, namun jikadiberikan bersamaan dengan
kortikosteroid topikal lainnya, harus dilakukan titrasi sampai dosis paling
rendah yang dapat mengontrol penyakit.
Kata kunci: rinitis alergi,
kortikosteroid, intranasal
Penulis: Benry P. Simbolon,
Sjabaroeddin Loebis, Lily Irsa
Kode Jurnal: jpkedokterandd060127

Artikel Terkait :
Jp Kedokteran dd 2006
- Sinusitis pada Anak
- Pentingnya Pencegahan Dini dan Tata laksana Alergi Susu Sapi
- Hernia Bochdalek
- Gawat Darurat Neonatus pada Persalinan Preterm
- Nefritis Lupus dengan Perdarahan Intrakranial pada Anak: laporan kasus
- Profil Parameter Hematologik dan Anemia Defisiensi Zat Besi Bayi Berumur 0-6 Bulan di RSUD Banjarbaru
- Hepatoblastoma di Rumah Sakit Dr. Ciptomangunkusumo Jakarta: peran kemoterapi preoperatif
- Eosinofil Mukosa Hidung Sebagai Uji Diagnostik Rinitis Alergi pada Anak
- Gangguan Tidur pada Anak Usia Bawah Tiga Tahun di Lima Kota di Indonesia
- Gambaran Kunjungan Pasien Rawat Jalan Endokrinologi Anak dan Remaja FK USU / RS. H. penulis:Adam Malik Medan, Tahun 2000-2004
- Hubungan antara Anemia dengan Perkembangan Neurologi Anak Usia 12-24 bulan
- Rekomendasi Satgas Imunisasi
- Vulvovaginitis pada anak
- Sindrom Sturge Weber
- Tata laksana Sindrom Nefrotik Kelainan Minimal pada Anak
- Esofagitis Refluks Pada Anak
- Sindrom Nefrotik Sekunder pada Anak Dengan Limfoma Hodkin
- Pemberian Diet Formula Tepung Ikan Gabus (Ophiocephalus striatus) pada Sindrom Nefrotik
- Thalassemia Alfa Mayor dengan Mutasi Non-Delesi Heterozigot Ganda
- Hubungan antara Kadar Timbal Udara dengan Kadar Timbal Darah Serta Dampaknya pada Anak
- Pengenalan Acquired Immunodeficiency Syndrome pada Pasien Anak Ditinjau dari Bidang Kedokteran Gigi Anak
- Ketajaman Klinis dalam Mendiagnosis Bising Inosen
- Hubungan Asupan Zat Gizi dan Indeks Masa Tubuh dengan Hiperlipidemia pada Murid SLTP yang Obesitas di Yogyakarta
- Penurunan Penggunaan Antibiotik pada Pasien Anak dengan Demam