PEWARNAAN TOLUIDIN BLUE SEBAGAI PETANDA KETEPATAN BIOPSI PASCA TERAPI KARSINOMA SEL SKUAMOSA KEPALA-LEHER
Abstrak: Karsinoma sel
skuamosa (KSS) merupakan jenis keganasan kepala dan leher yang paling sering
dijumpai dibanding keganasan yang lain. KSS kepala leher dapat dilakukan terapi
pembedahan diikuti kemoterapi dan/atau radioterapi maupun kemoterapi dan/atau
radioterapi tanpa pembedahan. Penentuan keberhasilan radikalitas pengobatan
ditandai dengan tidak adanya sisa tumor secara mikroskopis yang diambil pada
jaringan pasca kemoradiasi tanpa pembedahan, atau pemeriksaan jaringan secara
frozen section. Untuk menentukan apakah pada jaringan masih ada sisa tumor atau
sudah bebas tumor secara makroskopis terkadang sulit. Toluidin Blue (TB) adalah
zat pewarna yang dapat terserap pada ruang interseluler epitel yang mengalami
displasia seperti yang terjadi pada KSS. Tujuan: Menilai validitas pewarnaan TB
sebagai petanda ketepatan lokasi biopsi KSS pasca terapi, baik pasca
pembedahan, maupun yang diterapi dengan kemoterapi dan/atau radioterapi tanpa
pembedahan. Metode: Uji diagnostik untuk menentukan sensitifitas dan spesifitas
pewarnaan, nilai duga positif dan nilai duga negatif TB sebagai salah satu
petanda ketepatan biopsi KSS pasca terapi KSS kepala-leher. Hasil: Didapatkan
30 sampel penelitian yang berasal dari 26 penderita KSS yang telah dilakukan
terapi baik bedah maupun kemoradiasi tanpa bedah. Sensitifitas pewarnaan TB
terhadap hasil biopsi pasca terapi 83,3%, spesifitas 66,7%, nilai duga positif
79,0% dan nilai duga negatif 72,7%. Kesimpulan: Pewarnaan TB valid untuk
menentukan ketepatan biopsi keganasan KSS kepala dan leher pasca terapi.
Kata kunci: Validitas,
toluidin blue, karsinoma sel skuamosa, pasca terapi
Penulis: Bambang Hariwiyanto,
Camelia Herdini, Inawati Bobot
Kode Jurnal: jpkedokterandd120393

Artikel Terkait :
Jp Kedokteran dd 2012
- HUBUNGAN STATUS NUTRISI PENDERITA KARSINOMA NASOFARING STADIUM LANJUT DENGAN KEJADIAN MUKOSITIS SESUDAH RADIOTERAPI
- FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KEJADIAN PRESBIKUSIS DI RUMAH SAKIT DR KARIADI SEMARANG
- VALIDITAS PEMERIKSAAN RAPID TEST IMMUNOCHROMATOGRAPHY BERBASIS EBV PADA PENDERITA KARSINOMA NASOFARING DI MAKASSAR
- PENGARUH KEMOTERAPI NEOADJUVANT TERHADAP EKSPRESI NFΚB DAN C-MYC PADA KARSINOMA NASOFARING JENIS UNDIFFERENTIATED
- EKSTRAKSI BENDA ASING GIGI PALSU DI ESOFAGUS DENGAN ESOFAGOTOMI SERVIKAL
- PERBANDINGAN EFEKTIVITAS BEBERAPA PELARUT TERHADAP SERUMEN OBTURANS SECARA IN VITRO DI MAKASSAR
- POLIPEKTOMI SEDERHANA ENDOSKOPIK RAWAT JALAN DILANJUTKAN STEROID INTRANASAL SEBELUM BEDAH SINUS ENDOSKOPIK FUNGSIONAL
- PENATALAKSANAN DEVIASI SEPTUM DENGAN SEPTOPLASTI ENDOSKOPIK METODE OPEN BOOK
- ANALISIS PEDIGREE GANGGUAN PENDENGARAN DAN KETULIAN PADA PENDUDUK DUSUN SEPANG, POLEWALI MANDAR, SULAWESI BARAT
- BEDAH SINONASAL ENDOSKOPIK ANGIOFIBROMA NASOFARING BELIA: LAPORAN SERI KASUS BERBASIS BUKTI (EVIDENCE BASED)
- PENGARUH KEMOTERAPI NEOADJUVANT TERHADAP LMP1 DAN RASIO CD4+/CD8+ PADA KARSINOMA NASOFARING TAK-BERDIFERENSIASI
- PENGARUH TONSILEKTOMI TERHADAP UKURAN DAN EKSPRESI IL-6 TONSIL LINGUALIS PADA PASIEN OSA
- GAMBARAN FUNGSI PENGHIDU DENGAN SNIFFIN’ STICKS PADA PASIEN RINITIS ALERGI
- EKSPRESI CYCLOOXYGENASE-2 (COX-2) PADA PENDERITA RINOSINUSITIS KRONIS
- EFEKTIVITAS IMUNOTERAPI TERHADAP GEJALA, TEMUAN NASOENDOSKOPIK DAN KUALITAS HIDUP PASIEN RINOSINUSITIS ALERGI
- GANGGUAN PENDENGARAN PADA SINDROMA LEOPARD
- PERBEDAAN SENSITIVITAS TETES TELINGA ANTIBIOTIK TERHADAP PSEUDOMONAS AERUGINOSA PADA OTITIS MEDIA SUPURATIF KRONIK
- PENGARUH KEDALAMAN DAN LAMA MENYELAM TERHADAP AMBANG-DENGAR PENYELAM TRADISIONAL DENGAN BAROTRAUMA TELINGA
- Karakteristik Keterlambatan Bicara di Klinik Khusus Tumbuh Kembang Rumah Sakit Anak dan Bunda Harapan Kita Tahun 2008 - 2009
- Sikap Peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis Ilmu Kesehatan Anak Terhadap Tugas Administrasi Rumah Sakit
- Gambaran Tekanan Darah Anak dengan Diabetes Mellitus Tipe 1 di Indonesia
- Mortalitas Asidosis Metabolik Laktat dan Non-laktat di Unit Perawatan Intensif Pediatrik RSUP Sanglah
- Diare Rotavirus pada Anak Usia Balita
- Manifestasi dan Komplikasi Gastrointestinal pada Purpura Henoch Schonlein