POLIPEKTOMI SEDERHANA ENDOSKOPIK RAWAT JALAN DILANJUTKAN STEROID INTRANASAL SEBELUM BEDAH SINUS ENDOSKOPIK FUNGSIONAL


Abstrak: Indikasi Bedah Sinus Endoskopik Fungsional (BSEF) pada polip hidung adalah kegagalan respons adekuat setelah terapi medikamentosa maksimal. Tujuan: Mengetahui proporsi penderita polip hidung yang responsif terhadap protokol terapi medikamentosa maksimal dengan polipektomi sederhana endoskopik serta terapi steroid intranasal selama 6 minggu. Pasien yang tidak responsif, menjalani terapi BSEF dan ditindak-lanjuti selama 12 bulan. Juga dievaluasi perbedaan profil ekspresi gen yang mempengaruhi perbedaan respons klinis tersebut. Metode: Desain penelitian adalah eksperimental dengan kontrol sendiri pra dan pasca intervensi polipektomi sederhana endoskopik dan terapi steroid intranasal selama 6 minggu pada penderita polip hidung bilateral. Pemeriksaan microarray yang divalidasi dengan pemeriksaan real time RT-PCR, dilakukan untuk mengetahui perbedaan profil ekspresi gen sebelum dan sesudah protokol terapi. Hasil: Sesudah protokol pengobatan terdapat 16 subjek (55,17%) menunjukkan respons terapi baik, dan 13 subjek (44,83%) dengan tanda klinis menetap atau memburuk, dan selanjutnya menjalani terapi BSEF. Tindak-lanjut selama 1 tahun pasca BSEF pada 13 subjek, didapatkan polip rekurens pada 5 subjek (17,24%) dan tidak ada polip 8 subjek (27,6%). Ekspresi gen F5 adalah variabel yang bermakna dengan nilai Exp B = 0,042 dan p = 0,04. Nilai Nagelkerke R square sebesar 49,9% menunjukkan kekuatan gen F5 sebagai determinan respons kesembuhan. Kesimpulan: Penelitian klinik dengan melakukan tindakan polipektomi sederhana endoskopik dilanjutkan terapi steroid intranasal sebagai terapi lini pertama pada polip hidung sebelum intervensi BSEF, mendapatkan bukti pada tingkat molekuler untuk dapat lebih memahami terjadinya proses resolusi inflamasi kronik. 
Kata kunci: polip hidung, polipektomi sederhana endoskopik, bedah sinus endoskopik fungsional, gen F5
Penulis: Retno S. Wardani, Endang Mangunkusumo
Kode Jurnal: jpkedokterandd120386

Artikel Terkait :

Jp Kedokteran dd 2012