Status gizi, asupan energi, dan serat sebagai faktor risiko kardiometabolik pada remaja pendek
Abstract: Prevalence of
stunted adolescents is important because related with the cardiometabolic risk
factor. Control of risk factors reduces the comorbidity including body mass
index (BMI) control. Improvement of environmental factors such as energy and
fiber intake contribute to reducing disease risk.
Objective: This study aimed to analyze the relationship of a stunted
adolescent with BMI, energy and fiber intake.
Method: This study used cross-sectional design. The subject consisted of
early adolescents with 10 to 14 years old in Jatinangor district, West Java.
Determination of short stature and BMI refers to the WHO Growth Chart 2005.
Data collection by the measure of height, weight, BMI calculation, and
interviewed food intake by 3x24 hour food recall and analyzed with Nutrisurvey
program. Statistical analysis by Mann-Whitney U test.
Results: A total of 212 participants (106 stunted and 106 non-stunted)
were enrolled. The proportion of stunted girls is 58 (54,9%) and stunted boys
48 (45,1%). Average of BMI in stunted is 17,15 (2,59) kg/m2 and 18,38 (3,33)
kg/m2 in non-stunted, energy intake is 1.488,83 (513,52)kcal in stunted and
1.704,32 (663,49) in non-stunted, fiber
intake is 4,36 (1,18) g in stunted and
4,53 (2,15) g in non stunted. There are significant differences in all
variables between stunted and non-stunted with a p value for BMI 0,017, in
energy intake 0,034 and fiber intake 0,032. BMI showed the correlation with
disease risk. including cardiometabolic diseases in stunting. Energy intake and
low fiber in growth age increase the risk of cardiometabolic diseases because
in stunting have a low metabolic adaptation in protein synthesis and fat
oxidation.
Conclusion: The study shows there is a difference between BMI, energy
intake and fiber in the stunted adolescent and non-stunted adolescent. Further
research needs to analyze another risk fctor and intervention to improve
nutrition status and metabolic condition.
Keywords: BMI; early
adolescent; energy intake; fiber intake; stunting
Penulis: Siti Nur Fatimah
Kode Jurnal: jpkesmasdd160586

Artikel Terkait :
Jp Kesmas dd 2016
- Pengembangan Model Pencegahan Resiko Tinggi Kehamilan dan Persalinan yang Terencanadan Antisipatif (REGITA)
- Evaluasi Pembentukan dan Pelatihan Kelompok Pendukung ASI di Desa Mekargalih dan Cipacing Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang
- Gambaran Pelaksanaan Program Persalinan oleh Tenaga Kesehatan Era JKN Daerah Perbatasan di Puskesmas Ponu Kabupaten Timor Tengah Utara
- Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Tingkat Partisipasi Ibu Balita untuk Menimbang Balita ke Posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas Panjang Bandar Lampung Tahun 2010
- Pembiayaan Kesehatan dan Efektifitas Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak di Kalimantan Timur
- Dampak Keterlibatan BAPPEDA dalam Rangka Pengembangan Kapasitas SKPD Lintas Sektor bagi Perencanaan dan Penganggaran Program Kesehatan Ibu dan Anak di Provinsi Papua
- Prevalensi Rasio Pelayanan Kesehatan Maternal dan Ketersediaan Fasilitas Kesehatan di ERAJKN/KIS di Indonesia
- Analisis Ketersediaan Fasilitas Kesehatan dan Pencapaian Universal Health Coverage Jaminan Kesehatan Nasional se Provinsi Bengkulu
- Analisis Efisiensi Teknis Dana Kapitasi Puskesmas di Kabupaten Sleman Menggunakan Data Envelopment Analysis
- Pengelolaan dan Pemanfaatan Dana Kapitasi (Monitoring dan Evaluasi Jaminan Kesehatan Nasional di Indonesia)
- Implementasi Kebijakan JKN oleh Pemberi Pelayanan Kesehatan di Kabupaten Kepulauan Anambas
- Kajian Literature: Evaluasi Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional di Indonesia
- Analisis Pola Pemanfaatan Jaminan Pembiayaan Kesehatan Era Jaminan Kesehatan Nasional Pada Peserta Non PBI Mandiri Di Wilayah Perdesaan Kabupaten Banyumas
- Kajian Implementasi Jaminan Kesehatan Nasional Lintas Provinsi (Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat) Tahun 2014
- Analisis Perubahan Kebijakan Peraturan Presiden No.19 Tahun 2016 tentang Jaminan Kesehatan Menjadi Peraturan Presiden No.28 Tahun 2016 tentang Jaminan Kesehatan
- Determinan Pilihan Naik Kelas Perawatan Rumah Sakit dari Kelas I ke Kelas VIP
- Perancangan Sistem Penilaian Kinerja 360º Berdasarkan Metode Kompetensi Spencer Bagian Medis di Rasyidamedan
- Penyakit-Penyakit di Bidang Psikiatri yang Harus Dituntaskan di Puskesmas
- Analisis Keefektifan Kebijakan Pictorial Health Warning pada Kemasan Rokok dalam Menurunkan Perilaku Merokok Siswa Smk se Kabupaten Jember
- Faktor yang Berhubungan dengan Implementasi Keselamatan Pasien Di RSUD Ajjappannge Soppeng Tahun 2015
- Audit Mutu Layanan Rujukan Primer Guna Mengurangi Jumlah Rujukan ke Layanan Sekunder. Studi Kasus pada Provinsi DKI Jakarta
- Indeks massa tubuh dan aktivitas fisik dengan tekanan darah pada pelajar SMA
- Status ketersediaan makanan dan status gizi ibu sebagai faktor risiko kegemukan pada anak prasekolah
- Asupan protein, kalsium dan fosfor pada anak stunting dan tidak stunting usia 24-59 bulan
- Pola konsumsi pangan dan tingkat ketahanan pangan rumah tangga di Kabupaten Kampar Provinsi Riau