ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PELAKSANAAN SISTEM PELAYANAN FARMASI SATU PINTU
Abstract: Undang-undang Nomor
44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit pasal 15 ayat 3 menyebutkan bahwa pengelolaan
alat kesehatan, sediaan farmasi, dan bahan habis pakai di rumah sakit harus
dilakukan oleh instalasi farmasi sistem satu pintu. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien IFRS dr. Soeradji Tirtonegoro dan
Apotek Kimia Farma, tingkat keterjaringan pasien, lost of profit dan untuk
mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi pelaksanaan sistem pelayanan
farmasi satu pintu. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian survei
yang bersifat analitik, dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Data
dikumpulkan dari kuesioner yang diperoleh dari manajemen dan staf rumah sakit
sebanyak 98 orang untuk kuesioner pelaksanaan sistem farmasi satu pintu. Pasien
yang menebus obat di instalasi farmasi rumah sakit sebanyak 345 orang dan
Apotek Kimia Farma sebanyak 385 orang untuk kuesioner kepuasan pasien, serta
data kunjungan pasien dan penjualan yang ada di rumah sakit. Analisis yang
digunakan untuk pelaksanaan sistem farmasi satu pintu adalah dengan menggunakan
pengujian secara parsial dengan t-test yang selanjutnya dilakukan analisis
regresi sedangkan untuk kepuasan pasien menggunakan SERVQUAL/analisis gap. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa secara umum kepuasan pasien di instalasi farmasi
masih lebih tinggi daripada di Apotek Kimia Farma. Tingkat keterjaringan pasien
rawat jalan di instalasi farmasi pada bulan Januari sampai dengan Maret 2014
rata-rata sebesar 21,08%, dan lost of profit di instalasi farmasi adalah Rp.
623.255.384,- per bulan atau sekitar 26,87% dari total penjualan di rumah
sakit. Faktor yang mempengaruhi pelaksanaan pelayanan farmasi satu pintu yaitu
administrasi (p=0,008) dan service delivery (p=0,028).
Kata kunci: pelayanan farmasi,
satu pintu, IFRS
Penulis: Partini Partini
Kode Jurnal: jpfarmasidd140600

Artikel Terkait :
Jp Farmasi dd 2014
- PENGARUH MOTIVASI KERJA DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN
- ANALISIS BIAYA TERAPI PASIEN DIABETES MELITUS RAWAT INAP
- ANALISIS BIAYA PERAWATAN FRAKTUR TULANG DALAM PENETAPAN PEMBIAYAAN KESEHATAN BERDASAR INA-CBGS
- PENGARUH REPUTASI, KOMPETENSI, KESUKAAN DAN KEPERCAYAAN MEREK PADA LOYALITAS MEREK (STUDI PADA KONSUMEN KOSMETIK THE BODY SHOP DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA)
- PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN DI YOGYAKARTA
- PENGARUH JENIS TERAPI DAN KARAKTERISTIK PENYAKIT ASMA TERHADAP KUALITAS HIDUP PASIEN ASMA RAWAT JALAN DI RSUD
- ANALISIS NIAT KONSUMEN DALAM PEMANFAATAN PELAYANAN APOTEK
- PENGARUH IKLIM ORGANISASI DAN ATRIBUSI KARYAWAN TERHADAP MOTIVASI KERJA KARYAWAN BBPOM YOGYAKARTA
- ANALISIS PENGARUH ATRIBUT YANG BERHUBUNGAN DENGAN PRODUK DAN PEMBELIAN TERHADAP LOYALITAS: STUDI PADA KONSUMEN PRODUK MARTHA TILAAR DI KABUPATEN BLORA
- EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK UNTUK TERAPI INFEKSI SALURAN KEMIH PADA PASIEN SINDROM NEFROTIK PEDIATRI
- EVALUASI TERAPI ORAL TERHADAP HASIL TERAPI PASIEN ASMA
- PENGARUH PEMANTUAN APOTEKER TERHADAP KEBERHASILAN TERAPI DAN KUALITAS HIDUP PASIEN TUBERKULOSIS
- PERBANDINGAN KUALITAS HIDUP PASIEN DISPEPSIA YANG MENGGUNAKAN LANSOPRAZOL DENGAN INJEKSI RANITIDIN
- EVALUASI DOSIS WARFARIN DAN HASIL TERAPINYA PADA PASIEN RAWAT JALAN
- PERAN INTERPROFESSIONAL EDUCATION TERHADAP PERSEPSI KETERLIBATAN APOTEKER DALAM KOLABORASI ANTAR PROFESI
- PERBANDINGAN PENURUNAN TEKANAN DARAH SETELAH PEMBERIAN LISINOPRIL MALAM ATAU PAGI HARI
- PENGARUH IMPLEMENTASI CLINICAL PATHWAY TERHADAP LUARAN KLINIK DAN EKONOMIK PASIEN ACUTE CORONARY SYNDROME
- HUBUNGAN PENGETAHUAN, PERSEPSI KUALITAS, DAN NIAT APOTEKER UNTUK MEREKOMENDASIKAN FITOFARMAKA
- PERBANDINGAN RESPON AWAL PEMBERIAN WARFARIN PADA PASIEN OBESITAS DENGAN NON-OBESITAS
- EVALUASI RASIONALITAS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK TERHADAP LUARAN PADA PASIEN ANAK PENDERITA PNEUMONIA
- PERBANDINGAN MANFAAT ANTIPLATELET KOMBINASI ASPIRIN DAN KLOPIDOGREL DENGAN ASPIRIN TUNGGAL PADA STROKE ISKEMIK
- HUBUNGAN TINGKAT KEPATUHAN, KEPUASAN TERAPI DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN USIA LANJUT DIABETES MELITUS TIPE 2
- PENGARUH KEPATUHAN DAN POLA PENGOBATAN TERHADAP HASIL TERAPI PASIEN HIPERTENSI
- EVALUASI PENGARUH KONSELING FARMASIS TERHADAP KEPATUHAN DAN HASIL TERAPI PASIEN HIPERTENSI DI POLIKLINIK PENYAKIT DALAM RSUD CILACAP PERIODE DESEMBER 2013 - JANUARI 2014